Rabu, 08 Mei 2013

3 Politisi PKS ini kambing hitamkan Ahmad Fathanah

Nama Ahmad Fathanah tiba-tiba menjadi pusat perhatian publik setelah tertangkap tangan oleh KPK terkait dugaan kasus korupsi suap kuota impor daging sapi di Hotel Le Meridien, Jakarta. Tidak seperti pelaku korupsi kebanyakan, Fathanah diketahui membagikan uang hasil tindak pidana korupsi secara cuma-cuma kepada para wanita cantik.


Sedikitnya, tiga wanita cantik terpaksa mengembalikan uang dan barang mewah yang telah diberikan Fathanah kepada KPK. Keempat wanita itu yakni, Mahasiswi asal Universitas Moestopo beragama Maharany Suciyono, bintang film kawakan Ayu Azhari, model majalah pria dewasa Vitalia Sesha, dan Tri Kurnia Puspita harus menyambangi gedung KPK untuk memberikan kesaksian terhadap tersangka Ahmad Fathanah.

Siapakah Ahmad Fathanah sebenarnya?

Fathanah dikenal sebagai orang dekat dari mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq yang kini juga harus ditahan KPK karena terlibat kasus serupa dengan Fathanah. Berkali-kali PKS menampik, bahwa Fathanah merupakan kader PKS. PKS juga membantah, jika tindak korupsi yang dilakukan Fathanah selama ini berkaitan dengan partai yang diketuai oleh Anis Matta ini.

Bahkan, tidak sedikit kader partai berideologi islam ini yang merasa geram dengan perilaku Fathanah yang diketahui sering bermain dengan wanita-wanita cantik ini. Benarkah PKS sama sekali tidak mengenal Ahmad Fathanah? Atau malah PKS mencoba mengkambing hitamkan Fathanah sendirian sehingga PKS aman dari vonis publik jelang pemilu 2014?

Berikut tiga politisi PKS yang geram dan menuding Ahmad Fathanah:

1. Fathanah disebut sebagai mafia proyek DPR

Tersangka suap kuota impor daging sapi, Ahmad Fathanah disebut sebagai pemburu proyek di lingkup Parlemen. Orang dekat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq itu, dikenal sering keluar masuk Komisi IV DPR bidang perkebunan.

"Di acara-acara partai enggak pernah (ketemu). Saya belum pernah ketemu. Tapi Fathanah dikenal di Komisi IV sebagai orang yang nyari-nyari proyek," kata Angota Dewan Syuro PKS, Refrizal saat dihubungi wartawan, Selasa (7/5).

Tiap cari proyek di DPR, lanjut Refrizal, Fathanah selalu menjual nama Luthfi untuk memudahkan mendapat keuntungan.

"Nyatut nama LHI. Tapi saya enggak pernah ketemu," lanjutnya.

2. Fathanah disebut penjahat, rusak nama baik PKS

Tidak hanya dituding sebagai orang yang gemar mencari proyek di DPR, Ahmad Fathanah juga disebut-sebut sering kali mencatut nama PKS demi melancarkan aksi kejahatannya selama ini.

Ketua Bidang Humas DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, partainya sama sekali tidak ada hubungan dengan Fathanah. Terlebih dia mengatakan, Fathanah bukanlah kader PKS dan hanya sering kali mencatut nama PKS.

"Kelakuan Ahmad Fathanah tidak ada kaitan dengan PKS. Fathanah mencatut nama PKS. Padahal dia bukan orang PKS," jelas Mardani melalui pesan singkat, Selasa (7/5).

Selain itu, Mardani juga menyebut Fathanah sebagai seorang penjahat yang menjadi penyebab rusaknya nama baik PKS. "Ahmad Fathanah itu penjahat, makelar. Banyak dicari kader PKS karena nama baik yang kami punya itu dibangun susah payah," tandasnya.

3. PKS klaim jadi korban Fathanah

Karena dinilai telah mencemarkan nama baik PKS yang selama ini dikenal sebagai partai bersih dan santun. Tidak heran apabila kader PKS merasa geram dengan perilaku Ahmad Fathanah yang menjadi tersangka kasus korupsi kuota impor daging sapi bersama mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Politikus PKS Indra mengungkapkan, partainya telah menjadi korban dari perilaku diluar kepatutan yang sering kali dilakukan oleh Fathanah selama ini. Bahkan Indra menyebut bahwa Fathanah hanya mengklaim dekat dengan PKS.

"Dia bukan kader apalagi pengurus. PKS itu korban dari klaim Ahmad Fathanah," jelas Indra saat dihubungi, Selasa (7/5).

Indra juga membantah jika Fathanah miliki hubungan spesial dengan Luthfi. Menurut dia, Fathanah hanya memanfaatkan karakter dan kebaikan Luthfi yang senang bergaul dengan siapa saja.

"Pak Luthfi itu orangnya ramah sama siapa saja. Mungkin kebaikan beliau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, untuk menipu orang," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar