Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2013

4 Ambisi Bakrie meski punya utang menumpuk

Pemberitaan mengenai Konglomerat Aburizal Bakrie tidak ada habisnya menghiasi media massa Tanah Air. Mulai dari tindak tanduknya dalam menjalankan kerajaan bisnisnya hingga keinginannya untuk menjadi Presiden Republik Indonesia yang sering mengundang kontroversi publik.


Bisnis milik konglomerat yang juga ketua umum partai Golkar ini semenjak tahun lalu terus menurun. Menurut laporan keuangan yang didapatkan merdeka.com, berikut daftar utang-utang yang dimiliki oleh Bakrie dengan jatuh tempo tahun 2012 bersama afiliasinya.

1. Bakrie & Brothers mencapai Rp 5,4 triliun

2. Bumi Resources USD 638 juta atau setara Rp 6,38 triliun

3. Bakrieland Development Rp 17,707 triliun

4. Energi Mega Persada Rp 11,215 triliun

5 Bakrie Sumatera Plantations Rp 9,644 triliun

6. Bakrie Telecom Rp 7,844 triliun

7. Bumi Resources Minerals Rp 3,338 triliun

8. Berau Coal Energy Rp 1,535 triliun

9. Visi Media Asia Rp 822,276 miliar

10. Darma Henwa Rp 406,165 miliar.

Sejauh ini, Bakrie juga telah menjual antara lain Lido Nirwana Parahyangan, Bakrie Toll Road, Bakrie Telecom. Kemudian, Bakrie Building Industries, PT Energi Mega Persada, Bakrie Pipe Industries. Terakhir, enam kebun sawit milik Bakrie Sumatera Plantation.

Terlepas dari itu, Bakrie sepertinya masih memiliki ambisi untuk mempertahankan eksistensinya. Inilah setidaknya empat ambisi Bakrie yang coba dirangkum tamoranews yang dikutip dari merdeka.com.

1. Kuasai Newmont

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyurigai ada sponsor yang akan mendanai Pemda Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membeli sisa saham divestasi PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebesar tujuh persen. Soalnya, dia menilai pemda NTB tidak memiliki uang untuk membeli sisa saham divestasi Newmont yang sebesar USD 246,8 juta.

"Masyarakat sekarang sudah pintar dengan menduga pasti dari sponsor. Saya pura pura tidak tahu saja," katanya, di Jakarta, Rabu (10/7).

Tidak sulit untuk menerka bahwa sponsor yang dimaksud Dahlan itu bisa jadi adalah salah satu perusahaan Bakrie PT Multi Capital. Sekedar mengingatkan, sebanyak 24 persen saham yang didivestasi NNT sebelumnya dibeli oleh PT Multi Daerah Bersaing (MDB).

Sedangkan MDB adalah perusahaan patungan antara PT Multi Capital dan PT Daerah Maju Bersaing (DMB), perusahaan yang dibentuk oleh

Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa Barat dan Sumbawa. Di PT MDB, ketiga Pemda itu hanya memiliki saham 25 persen, sementara sisanya sebesar 75 persen dimiliki Multicapital.

Berdasarkan itu, MultiCapital memiliki saham sebesar 18 persen di Newmont, sementara PT. DMB hanya memiliki saham enam persen.

2. Kuasai Bumi Resources

Sejumlah media belakangan ini mengabarkan keinginan grup Bakrie untuk berpisah dengan Bumi Plc. Bloomberg, Selasa (10/7) menyebut 'perceraian' itu akan memakan biaya sebesar USD 508 juta.

Uang sebesar itu akan digunakan grup Bakrie untuk membeli kembali (buy back) 29,2 persen saham Bumi Plc di Bumi Resources. Padahal, berdasarkan skenario pemisahan sebelumnya, grup Bakrie hanya akan membeli 18,9 persen saham dari 29,2 persen saham Bumi Plc di Bumi Resources dengan uang tunai sebesar USD 278 juta.

Sisanya sebesar 10,3 persen saham akan ditukar dengan 23,8 persen saham grup Bakrie di Bumi Plc.

3. Beli saham klub sepak bola

Bakrie Grup terus melebarkan sayap dengan membeli klub di luar negeri. Bakrie Group membeli 70 persen saham klub juara A-League (Liga Australia) musim lalu, Brisbane Roar.

Bakrie menggelontorkan dana 8 juta dolar Australia untuk jangka waktu sepuluh tahun. Sebanyak 30 persen sisa saham Brisbane Roar masih dimiliki Federasi Sepak Bola Australia (FFA).

Pembelian ini memiliki opsi untuk menambah kepemilikan saham sebanyak 20 persen di masa mendatang. Rencananya Bakrie Grup juga akan membeli saham klub di liga Belanda.

Sebelumnya, Bakrie juga telah berkecimpung di dunia olahraga dengan membeli saham klub Divisi II Belgia CS Vise.

4. Bikin televisi berbayar

Di tengah jerat utang, salah satu anak perusahaan konglomerat Aburizal Bakrie masih bisa bersinar meski tak terang-terang amat. Perusahaan itu adalah lini media PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), yang rencananya akan masuk ke bisnis televisi berbayar (pay TV).

Direktur Utama VIVA Erick Thohir mengatakan perseroan dana Bakrie untuk ekspansi ke bisnis TV berbayar ini berasal dari anggaran belanja modal 2013 sebesar USD 40 juta. Ditambah pinjaman USD 80 juta dari Deutsche Bank.

"Dengan adanya peluncuran ini diharapkan menjaring pelanggan bisa mencapai 300.000 orang di awal semester 2014," ungkapnya.

Keputusan ini jelas berani, pasalnya utang kelompok Bakrie secara keseluruhan masih besar. Belum lagi, performa VIVA tak terlalu oke. Terbukti, perseroan mencatat saldo laba ditahan yang negatif sekitar Rp 290 miliar dari neraca tahun lalu. Karena itu, VIVA tidak bagi-bagi keuntungan tahun ini.

Minggu, 30 Juni 2013

BI: Cadangan Devisa Cukup untuk Jaga Stabilitas Nilai Tukar


Bank Indonesia mencatat jumlah cadangan devisa hingga akhir Mei 2013 mencapai US$105,15 miliar atau setara 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jumlah ini di atas standar kecukupan internasional selama 3 bulan.

Direktur Komunikasi BI Peter Jacobs, Jumat 28 Juni 2013, menjelaskan bahwa bank sentral tidak menetapkan nilai tukar rupiah di level tertentu. "Karena yang paling penting adalah stabilitas nilai tukar, moneter, dan makroekonomi nasional," ujar Jacobs di gedung BI, Jakarta.

Namun demikian, Jacobs melanjutkan, cadangan devisa juga mengalami tekanan dari arus modal yang keluar dalam mencari keuntungan jangka pendek. Dana jangka pendek ini berupa Surat Berharga Negara (SBN).

Untuk itu, BI akan mengantisipasi kebutuhan likuiditas pasar di valas dengan cara intervensi dengan cara membeli SBN dari pasar sekunder.

"BI senantiasa mengantisipasi kebutuhan likuiditas valas di pasar seiring dengan periode akhir bulan atau semester, di mana kebutuhan valas meningkat untuk membayar utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi," kata Jacobs.

Sebelumnya, Bank Indonesia menyatakan, untuk menjaga pergerakan rupiah telah melakukan dual intervensi, yaitu memasok dolar AS di pasar valas dan membeli Surat Berharga Negara. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Jumat 21 Juni 2013, mengatakan, upaya itu untuk meredam melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang semakin terpuruk.

"Kami beli SBN dari pasar sekunder, karena sebagian menarik dana dari pasar SBN. Kami sudah membeli SBN Rp1,2 triliun, sehingga SBN di pasar sekunder mulai stabil. Outstanding BI saat ini Rp101,3 triliun," kata Perry di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

Bank Indonesia pada Kamis 20 Juni 2013 telah membeli SBN Rp1,2 triliun dengan rincian pagi hari Rp400 miliar, dan sore hari Rp800 miliar. Bahkan, BI juga telah bekerja sama dengan pemerintah untuk membeli SBN sebesar Rp500 miliar.

Bank Indonesia akan melakukan pembelian SBN jika ada investor asing yang melakukan penarikan dana guna menjaga stabilitas nilai tukar serta pasar SBN.

Chatib: Kami Akan Bantu UKM Perbaiki Pembukuannya


Menteri Keuangan, Chatib Basri, Jumat 28 Juni 2013, menyatakan bahwa pengenaan pajak 1 persen bagi usaha kecil dan menengah (UKM) bukan untuk mencari keuntungan bagi negara.

Chatib mengatakan, UKM beromzet kurang dari Rp4,8 miliar dipajaki agar menjadi sektor formal dan lebih mudah berkembang. Upaya ini yang mendasari pengenaan pajak berdasarkan omzet, bukan laba.

"Kalau kami mau menerapkan seperti perusahaan, dengan pajak sekian persen dari laba, itu digunakan untuk cari revenue. Tapi, ini yang terpenting buat mereka jadi sektor formal," ujar Chatib di kantornya, Jakarta.

Menurut dia, pengenaan pajak ini sekaligus menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi UKM yang beromzet rendah. Mereka biasanya tidak memiliki sistem administrasi keuangan yang baik, sehingga sulit mendapat akses permodalan untuk mengembangkan usaha.

Dengan pengenaan pajak ini, Chatib melanjutkan, mau tidak mau sistem administrasi keuangan UKM akan diperbaiki. Untuk itu, Kementerian Keuangan akan membantu para pengusaha sektor UKM.

"Nanti akan ada training untuk membuat pembukuan," kata Chatib.

Pajak UKM ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013. Menurut Chatib, akan segera dibuat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai turunan PP tersebut untuk menjadi petunjuk pelaksananya.

Harga Emas Dunia Terjun Bebas ke Titik Terendah


Harga emas dunia terus merosot hingga di bawah US$1.200 per ounces. Harga emas telah terpuruk hingga 30 persen sepanjang tahun ini akibat membaiknya perekonomian Amerika Serikat.

Diberitakan CNBC, Jumat 28 Juni 2013, harga emas spot saat ini berada di level US$1.185,9 per ounces dan sempat menyentuh level US$1.180,71 per ounces sepanjang perdagangan. Sementara itu, harga emas berjangka AS saat ini di level US$1.202,8 per ounces.

Harga emas telah menurun 15 persen dalam dua pekan terakhir, menuju penurunan terburuk mingguan sejak 1983, dan performa terburuk per kuartal sejak 1986. Strategi The Federal Reserves yang akan membeli kembali obligasi senilai US$85 miliar untuk memulihkan perekonomian AS memberikan tekanan hebat kepada harga emas.

Bank Sentral India telah melarang pembelian emas impor kecuali untuk membuat perhiasan guna diekspor kembali. Cara ini dilakukan untuk mengendalikan defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan yang semakin tinggi.

Dari dalam negeri dilaporkan, harga emas batangan ukuran 1 gram PT Antam Tbk untuk wilayah DKI Jakarta tidak bergerak di level Rp493.000. Dikutip dari laman logammulia, harga emas ukuran 5 gram dilepas Rp2.320.000.

Sementara itu, ukuran 10 gram seharga Rp4.590.000, dan ukuran 25 gram dijual Rp11.400.000. Untuk ukuran 100 gram dilepas Rp45.450.000. Ukuran 250 gram dipatok Rp113.500.000 dan ukuran 500 gram seharga Rp226.800.000.

Harga beli kembali (buy back) emas Antam anjlok Rp9.000 menjadi Rp384.000 per gram.

Bangun Irigasi, Pemerintah Anggarkan Rp801 Miliar


Kementerian Pekerjaan Umum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2013 mengalokasikan Rp6 triliun untuk Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan infrastruktur. Dari jumlah itu sebanyak Rp2 triliun adalah alokasi dana bagi Direktorat Jendral Sumber Daya Air.

Direktur Irigasi dan Rawa Ditjen SDA Kementerian PU, Eko Subekti, Kamis 27 Juni 2013, menyatakan Rp801 miliar dari dana RP2 triliun itu akan digunakan untuk pembangunan irigasi kecil, cakupannya hanya seribu meter persegi.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk penyediaan air baku dan juga pengamanan pantai sebesar Rp899 miliar dan Rp299 miliar.

"Rehabilitasi jaringan irigasi dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masyarakat serta hasil verifikasi tim teknis," ujar Eko dalam acara jumpa pers di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta.

Bangunan pelengkap, menurut Eko, melingkupi gorong-gorong, jembatan layanan, tangga cuci, serta tempat mandi hewan.

"Alokasi dana diperkirakan Rp 178 juta per desa untuk sekitar 4.000 desa," kata Eko.

Pemerintah, Eko menambahkan, telah melakukan survei di lapangan dan juga pembuatan desain detail bangunan (detail engineering design/DED) kepada pemerintah desa yang akan menerima bantuan ini. Desa juga akan diverifikasi terkait usulan rehabilitasi jaringan irigasi kecil ini.

Suseno Kramadibrata Gantikan Samin Tan Jadi Dirut Bumi Minerals


PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) resmi menerima pengunduran Samin Tan dari jajaran direksi perseroan. Persetujuan ini diumumkan perseroan setelah melakukan rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa di Hotel JS Luwansa di Jakarta, Jumat 28 Juni 2013.

Investor Relations Bumi Resources Minerals, Herwin Hidayat, mengungkapkan, dalam rapat, para pemegang saham telah setuju dengan pengunduran diri Samin Tan. "Kami tidak bisa menahan, karena itu adalah hak pribadi," katanya.

Untuk itu, pemegang saham dalam RUPSLB mengangkat Suseno Kramadibrata menjadi direktur utama. Suseno sendiri, menurut Herwin, sudah 25 tahun malang melintang di dunia pertambangan.

Sebelum bergabung dengan Bumi Resources Minerals, Suseno salah satunya pernah bekerja di Grup Adaro. Dia juga direktur PT Gorontalo Minerals dan PT Citra Palu Minerals.

Terakhir, Suseno menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Bumi Resources Minerals.

Herwin mengatakan, dengan adanya direksi baru, maka perusahaan dapat mengoptimalisasi berbagai aset, terutama aset di luar negeri seperti di Afrika. Kondisi politik Afrika yang sedang berubah seperti di Mauritania menjadi kendala perseroan.

Selain itu, aset-aset di dalam negeri pun seperti di Gorontalo dan Citra Palu masih dalam tahap eksplorasi. Dalam dua tahun mendatang, kedua aset tersebut akan masuk dalam tahap eksploitasi.

Mahaka Kembangkan Bisnis Media Digital


Persaingan bisnis media saat ini semakin ketat. Tidak hanya sebatas sesama jenis media, tetapi juga dengan media berbeda.

Untuk menghadapi persaingan yang kompetitif itu, PT Mahaka Media Tbk berencana untuk mengembangkan bisnis digital pada 2013.

Direktur Utama Mahaka Media, Adrian Syarkawie, Jumat 28 Juni 2013, mengatakan, perseroan akan menjadikan media digital sebagai salah satu penopang penerimaan pendapatan selama 2013.

"Kami melihat industri digital itu luar biasa. Untuk itu, kami akan kembangkan bisnis ini agar berkontribusi pada pendapatan perseroan tahun ini," kata Adrian usai rapat umum pemegang saham (RUPS) Mahaka Media di Jakarta.

Ia pun menargetkan bisnis digital akan memberikan kontribusi sebesar 10-15 persen terhadap total target pendapatan. "Kami harapkan total revenue 2013 sebesar Rp308 miliar, atau naik dibanding 2012 yang mencapai Rp265 miliar, ujarnya.

Melihat peluang bisnis digital yang begitu besar, ke depan, ia pun tertarik untuk mengembangkan bisnis Republika Online dan Radio Gen FM.

"Republika Online masih bisa di-push untuk menjadi lebih baik. Kemudian, Gen FM dan Jak FM, mereka sudah memiliki digital yang bagus. Itu akan kami kembangkan," tegasnya.

Ganti direksi

Sementara itu, RUPS Mahaka Media juga menyetujui perubahan susunan dewan direksi perseroan. Direktur yang baru adalah Agoosh Yoosran.

Dia menggantikan Susie Hartadji sebagai direktur Corporate Affair dan Sekretaris Perusahaan.

Adrian menambahkan, RUPS juga menyetujui pengangkatan kembali Abdulgani MA dan R. Harry Zulnardy sebagai komisaris.

Selama 2012, Adrian menjelaskan, perseroan mampu membukukan kenaikan laba bersih sebesar 43 persen menjadi Rp4,04 miliar dibandingkan 2011 yang mencapai Rp2,82 miliar. Sementara itu, kenaikan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 13 persen menjadi Rp37,82 miliar dibandingkan selama 2011.

Namun, dia menjelaskan, Mahaka Media tidak membagikan dividen kepada pemegang saham dari perolehan laba 2012. Laba bersih perseroan digunakan untuk modal kerja.

Semen Baturaja: Kenaikan Harga BBM Hanya Pengaruhi Biaya Transpor


Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk, Pamudji Rahardjo, menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menambah beban perusahaan pada ongkos angkutan semen.

Meski begitu, Pamudji, yang ditemui Jumat 28 Juni 2013, tak mengeluhkannya. Karena, peningkatan biaya transportasi semen itu tak terlalu signifikan.

"Harga BBM naik dan memang berdampak untuk biaya transportasi angkutan semen, distribusi dari pabrik ke konsumen," ujar Pamudji usai pencatatan saham perdana perusahaan pelat merah itu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Pamudji menjelaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi tak membebani ongkos produksi semen. "Kami menggunakan energi batu bara dan listrik," kata Pamudji.

Semen Baturaja mencatatkan kinerja keuangan yang cukup baik. Dalam lima tahun terakhir, laba kotor naik sebesar 13 persen, laba usaha tumbuh 14 persen, dan laba bersih meningkat 22 persen.

Dalam lima tahun terakhir, volume penjualan perseroan meningkat, rata-rata sebesar 4 persen per tahun, sejalan dengan permintan semen di wilayah pemasarannya. Diperkirakan permintaan ini masih meningkat dalam lima tahun ke depan.

Pertumbuhan penjualan diikuti dengan efisiensi operasional yang dilakukan manajemen, sehingga mendorong peningkatan keuntungan perseroan.

Semen Indonesia Kucurkan Miliaran Rupiah Investasi di Vietnam


PT Semen Indonesia Tbk siap mengembangkan usaha di Vietnam untuk menjajal pasar produknya di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto, Jumat 28 Juni 2013, menyatakan bahwa pihaknya menyiapkan investasi miliaran dolar AS untuk memperbaiki fasilitas pelabuhan di Vietnam demi kemudahan aktivitas ekspor produknya.

"Ada kurang lebih Rp20-30 miliar atau 40-60 miliar Vietnam dong untuk memperbaiki fasilitas pemuatan di dermaga. Nantinya, produk semen dari pabrik kami bisa untuk ekspor," ujar Dwi di Jakarta.

Pada awal 2013, Semen Indonesia membeli sebagian besar saham sebuah perusahaan penghasil semen Vietnam, Thang Long Cement, sebesar US$350 juta. Menurut Dwi, Semen Indonesia menargetkan dari perusahaan itu produksi sebanyak 2,3 juta ton pada tahun ini.

Akuisisi itu dilakukan ketika BUMN ini masih belum berganti nama dari Semen Gresik menjadi Semen Indonesia. "Nantinya ada 1,8 juta ton semen untuk konsumsi di Vietnam dan 500 ribu ton semen untuk diekspor ke negara Asia lain, seperti Bangladesh dan Srilanka," kata Dwi.

Namun, Dwi melanjutkan, hingga tujuh bulan, Semen Indonesia belum memperoleh keuntungan. Perusahaan itu cenderung merugi karena pinjaman dengan bunga yang amat tinggi dari bank setempat. "Bunga pinjaman dari bank lokal hingga di atas 20 persen," kata Dwi.

Oleh karena itu, Semen Indonesia menargetkan perolehan laba pada tahun depan. "Kami dalam proses penyehatan," kata Dwi.

Sepekan Harga BBM Naik, Penjualan Premium Turun 14 Persen


Realisasi penyaluran BBM bersubsidi jenis Solar dan Premium dalam sepekan terakhir pasca penaikan harga masih berada di bawah rata-rata penyaluran harian normal.

Berdasarkan data realisasi penyaluran 22 Juni hingga 28 Juni 2013, premium rata-rata disalurkan sebanyak 69.450 KL per hari atau 14 persen di bawah rata-rata penyaluran harian normal. Adapun, realisasi penyaluran solar mencapai 36.650 KL per hari atau sekitar 15 persen di bawah rata-rata penyaluran harian normal.

Rata-rata penyaluran harian normal premium adalah 80.654 KL per hari, sedangkan solar sebesar 43.000 KL per hari.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir, Minggu 30 Juni 2013, mengungkapkan penyaluran yang masih berada di bawah rata-rata normal tersebut merupakan efek sementara dari kebijakan kenaikan harga. Konsumen selama pekan pertama pasca penaikan harga masih memanfaatkan BBM yang dibelinya pada saat sebelum penaikan harga.

"Sepekan pertama pasca penaikan harga masyarakat, terutama pengguna mobil masih memanfaatkan BBM yang dibeli sebelumnya sehingga pembelian di SPBU berkurang. Akan tetapi, penurunan ini masih merupakan efek sementara dan perlu waktu sedikitnya dua pekan atau sebulan untuk melihat kecenderungan konsumsi BBM subsidi oleh masyarakat," kata Ali dalam keterangan tertulis.

Kendati masih dibawah normal, tren penyaluran berangsur-angsur mulai meningkat. Ali mencontohkan penyaluran Premium yang sempat tinggi pada Sabtu 22 Juni 2013, kemudian turun drastis menjadi hanya 55.750 KL di hari berikutnya, namun pada Jumat 28 Juni 2013 penyaluran meningkat menjadi 70.000 KL dan kembali naik menjadi 79.000 KL pada Sabtu 29 Juni 2013.

Tren yang sama juga terjadi pada Solar bersubsidi. Sempat turun menjadi sekitar 28.000 KL pada Minggu 23 Juni 2013, penyaluran akhir pekan lalu mulai berada di kisaran 39.000 KL.

Senin, 24 Juni 2013

Pertamina Setiap Hari Habiskan US$125 Juta untuk Impor BBM


Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya Yuktyanta, Jumat 21 Juni 2013, menyatakan cash flow Pertamina saat ini dalam keadaan aman walaupun memiliki piutang hingga Rp25 triliun.

"Keuangan Pertamina sangat aman, termasuk untuk mengimpor minyak," kata Hanung Budya di Jakarta.

Ia menjelaskan, saat ini Pertamina mengimpor BBM 450 ribu barel per hari berupa premium, solar dan avtur. Rata-rata dalam sehari, Pertamina membutuhkan valuta asing sebanyak US$125 juta untuk impor BBM. Hal itu terpenuhi oleh kas Pertamina.

Beberapa waktu lalu, Menteri BUMN, Dahlan Iskan, kesal dengan banyaknya piutang Pertamina yang masih tertahan di kas pemerintah. Dana sebesar itu adalah utang pemerintah kepada Pertamina yang berasal dari akumulasi penyaluran BBM bersubsidi 2012 sebesar Rp25 triliun.

Namun, Hanung menjelaskan saat ini cash flow Pertamina cukup dan piutang tersebut akan dianggap sebagai "tabungan" atau aset bagi Pertamina. "Itu tabungan Pertamina, orang yang menabung itu orang kaya," ujar Hanung mengibaratkan.

Harga Emas Dunia Bergejolak di Level Terendah


Harga emas terus merosot dalam dua tahun terakhir di tengah kekhawatiran pembelian obligasi oleh bank sentral Amerika Serikat dan krisis uang tunai di China.

Dikutip dari CNBC, Senin 24 Juni 2013, harga emas spot berada di level US$1.297,66 per ounces, sedangkan emas berjangka AS di posisi US$1.297,3 per ounces. Para manajer investasi memangkas dana mereka di logam batangan, karena dalam dua pekan berturut-turut turun dalam level terendah.

Pasar bergejolak setelah Gubernur The Fed, Ben Bernanke, memulai kembali program pembelian obligasi senilai US$85 miliar. Sementara itu, Bank Sentral China membiarkan suku bunga pinjaman naik hingga 25 persen untuk menekan kas perbankan, agar tidak mudah meminjamkan dana guna kegiatan informal yang merajalela di negeri Tirai Bambu tersebut.

Sementara itu, dari dalam negeri dilaporkan, harga emas domestik sedikit menguat Rp1.000 per gram pada perdagangan Senin 24 Juni 2013. Dikutip dari laman logammulia, harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk, untuk harga DKI Jakarta, berada di level Rp502.000 per gram.

Sementara itu, harga emas ukuran 5 gram dilepas dengan harga Rp2.365.000, ukuran Rp10 gram seharga Rp4.680.000, dan ukuran 25 gram dijual Rp11.625.000. Untuk ukuran 100 gram dilepas Rp46.350.000.

Ukuran 250 gram dipatok Rp115.750.000 dan ukuran 500 gram seharga Rp231.300.000. Sementara itu, harga beli kembali (buy back) emas Antam melonjak Rp9.000 menjadi Rp415.000 per gram.

Pemerintah dan DPR Sepakat Asumsi Makro 2014


Pemerintah bersama Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya menyetujui asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2014.

Menteri Keuangan Chatib Basri di Gedung DPR, Jakarta, Senin 24 Juni 2013, mengungkapkan bahwa asumsi pertumbuhan ekonomi di 2014 yang disetujui mencapai 6,4 hingga 6,9 persen.

Ia menilai, pertumbuhan ekonomi ini masih akan dipengaruhi kondisi global, salah satunya kebijakan stimulus pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE) yang di keluarkan bank sentral Amerika Serikat.

Untuk itu, lanjut Chatib, pemerintah akan melakukan langkah-langkah agar pertumbuhan ekonomi 2014 tetap sesuai dengan target 6,9 persen, dengan mendorong fiskal yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan menyadari hal tersebut, fiskal akan didorong untuk meningkatkan kesejahteraan dengan mendorong rata stabilitas, daya beli masyarakat, serta distribusi komoditas dengan perhatikan kerangka fiskal," kata Chatib.

Sementara itu, di tempat yang sama, Deputi Gubernur BI Pery Warjiyo menegaskan, ke depan ekonomi Indonesia akan kembali naik setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Kebijakan ini juga mendukung perbaikan dari sisi inflasi, defisit transaksi berjalan, dan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS.

Pery menuturkan, di 2014, inflasi akan merosot di kisaran 3,5-5,5 persen atau masih dalam kisaran target bank sentral sebesar 4,5 plus minus satu persen. Angka ini lebih rendah dari proyeksi lonjakan inflasi di 2013, sebesar 7,2 persen akibat penyesuaian harga BBM.

"Pasca-harga BBM naik, biasanya akan ada inflasi kejut yang berlangsung secara temporer selama tiga bulan. Tapi setelah itu, ekonomi Indonesia akan membaik dan meningkatkan kinerja ekspor dan menumbuhkan investasi," jelasnya,

Berikut, asumsi makro ekonomi 2014 dari pemerintah yang disetujui Komisi XI DPR:

Pertumbuhan ekonomi : 6,4-6,9 persen
Inflasi. : 3,5-5,5 persen
Kurs rupiah : Rp9.600-Rp 9.800 per dolar AS
Suku bunga SPN 3 Bulan : 4,5-5,5 persen.
Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) : US$100-115 per barel
Lifting minyak : 900-930 ribu barel per hari
Lifting Gas : 1.240-1.325 MBOEPD.

Anak Usaha Bakrieland Garap Proyek Hotel Bintang 3


PT Bakrie Nirwana Semesta atau Bakrieland Hotels & Resorts, anak perusahaan PT Bakrieland Development Tbk, memperoleh proyek hotel di Samarinda, Kalimantan Timur. Anak usaha Bakrieland itu akan memperbaiki, memberi fasilitas baru, kemudian mengelola, dan mengoperasikan hotel Atlet Stadion Madya Sempaja Samarinda menjadi berkelas bintang tiga.

Pengembangan hotel yang sebelumnya digunakan pada penyelenggaraan PON XVIII 2008 itu telah melalui proses lelang yang diselenggarakan Pemda Kaltim. Dalam proses lelang itu, Bakrie Nirwana Semesta ditunjuk sebagai pemenang.

Henu Kusdaryono, Direktur Bakrie Nirwana Semesta, di Samarinda, Senin 24 Juni 2013, mengatakan, perusahaan akan mengoptimalkan pengembangan Hotel Atlet Stadion Madya Sempaja Samarinda itu menjadi Grand Elty Atlet Hotel Samarinda.

Fasilitas dan sarana hotel yang dikembangkan di lahan seluas 20.431 meter persegi itu, di antaranya pengembangan 248 kamar, yang terdiri atas Referee Room (8 kamar), Athlete Room (70 kamar), Business Room (157 kamar), dan kamar Suite yaitu Junior, Executive, dan Royal Elty (13 kamar).

"Kami mencoba untuk memenuhi harapan Pemda Kaltim dalam mengelola dan mengoperasikan Hotel Atlet Stadion Madya Sempaja Samarinda itu," kata Henu dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, Bakrie Nirwana Semesta juga akan membangun ballroom berkapasitas 600-1.000 orang, board room dengan kapasitas 15-20 tempat duduk, dan tiga meeting room berkapasitas 40-60 tempat duduk. Ada juga fasilitas kolam renang, business center, serta commercial area.

General Manager Grand Elty, Hariyanto, menambahkan, kerja sama dengan Pemda Kaltim, dalam pengembangan hotel itu akan menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 370 posisi dan ditambah dengan tenaga outsourcing. Upaya itu dinilai akan meningkatkan layanan bagi masyarakat dan juga wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Timur.

Bakrie Nirwana Semesta saat ini juga mengoperasikan hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong. Di luar Kalimantan Timur, portofolio produk Bakrie Nirwana Semesta berada di Bali, yaitu Pullman Bali Legian Nirwana, dan di Lampung, yaitu Grand Elty Krakatoa.

Perusahaan selanjutnya akan mengembangkan budget hotel di Bandung dan Jakarta. Bakrie Nirwana Semesta juga masih membuka peluang masuk ke industri real estate yang menghasilkan return lebih cepat.

Pengusaha Makanan Minuman Heran Tarif Angkutan Naik 30%


Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) tidak memperkirakan kenaikan tarif angkutan akan mencapai 30 persen. Hal ini ditegaskan Sekretaris Jenderal Gapmmi, Franky Sibarani, dalam acara konferensi pers di Jakarta, Senin 24 Juni 2013. "Perkiraaan kami, akan ada kenaikan tarif angkutan sebesar enam persen dan maksimal hanya tujuh persen merespons kenaikan harga BBM," katanya.

Secara umum, menurut Franky, dua komponen besar dalam produksi makanan minuman (mamin) adalah bahan baku dan kemasan. Dalam produk makanan, bahan baku menyerap 50-60 persen biaya dan kemasan seperti plastik atau kardus sebesar 20-30 persen.

Sementara itu, untuk minuman, dia melanjutkan, harga bahan bakunya lebih murah, yakni hanya 20-30 persen dari total biaya. Untuk kemasan bisa memakan biaya 40-50 persen.

Menurut Franky, pembagian ini hampir sama dan merata di seluruh sektor industri makanan dan minuman, yakni sekitar 70-85 persen.

Untuk biaya distribusi, dia menjelaskan, yang tidak termasuk dalam komponen utama, pengaruhnya amat kecil terhadap total ongkos produksi. "Jadi, kami bisa tahu kalau naiknya harga BBM tidak memberikan dampak signifikan," katanya.

Franky mengungkapkan, pengaruh distribusi saat ini ke produk mamin hanya berkisar 0,5-2 persen. "Jadi, jika ada kenaikan harga BBM, pasti ada peningkatan biaya distribusi," tuturnya.

Walapun demikian, menurut dia, Gapmmi sudah menyepakati jika ada penyesuaian sekecil itu, tidak akan memengaruhi harga yang diterima konsumen. Sebab, biaya sebesar 0,5-2 persen dibagi lagi menjadi tiga buah, di mana masing-masing berkontribusi sebesar 30 persen.

Pembagian tersebut, adalah untuk sopir dan kenek angkutan, perawatan kendaraan, dan juga BBM. Jika kenaikan solar sebesar 22 persen, kenaikan ongkos distribusi hanya enam persen. "Jika sebesar itu, kami tidak akan menaikkan harga," katanya.

Namun, baru-baru ini, dia menjelaskan, Organda mengusulkan kenaikan tarif transportasi menjadi 22-30 persen. Kondisi ini membuat para pengusaha bingung, karena asumsi yang dibuat pengusaha menjadi berubah.

"Kami galau nih, apa yang sudah kami prediksi dan masih bisa diserap berubah. Jadi, kami harus kaji ulang lagi dari awal," katanya.

Franky berharap, pemerintah bisa membantu pengusaha untuk mengontrol kenaikan tarif transportasi tidak terlalu tinggi. Apalagi, saat ini, kondisi rupiah melemah, bahkan sempat menembus level Rp10.000 per dolar AS.

Pertamina Pantau Penyaluran BBM Usai Kenaikan Harga


PT Pertamina berjanji akan terus memantau realisasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama satu minggu terakhir, pasca-kenaikan harga BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah Sabtu 22 Juni 2013.

Hal itu ditegaskan, Vice President Corporate Communications Pertamina Ali Mundakir, usai menjadi pembicara dalam seminar "Pertamina Goes To Campus" di Universitas Gunadarma, Depok, Senin 24 Juni 2013.

"Jika nantinya, satu minggu ke depan penyaluran BBM bersubsidi tetap meningkat, itu artinya benar hipotesis yang menyatakan yang menikmati subsidi bukan kalangan menengah ke bawah karena kenaikan harga tak memengaruhi konsumsi," tuturnya.

Ali mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran premium pada Sabtu lalu, mencapai 84.300 kiloliter, di atas penyaluran harian normal sebesar 80.000 kiloliter atau mengalami kenaikan sebesar lima persen. "Jika yang menikmati subsidi kalangan menengah ke bawah, penyaluran bbm subsidi akan menurun," ujarnya.

Dia juga mengatakan, produksi minyak Indonesia mencapai 830 barel per hari, sedangkan konsumsi mencapai 1,3 juta kiloliter.

"Jika terjadi penimbunan, sebenarnya kami (Pertamina) tidak dirugikan. Sebab, si pelakunya kan membeli dari kami bukan mencuri. Namun tentunya, hal ini juga tidak bisa dibiarkan," tutur Ali.

Sabtu lalu, pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM bersubsidi. Untuk premium menjadi sebesar Rp6.500 per liter atau naik Rp2.000 per liter dari harga Rp4.500 per liter. Sedangkan harga solar menjadi Rp5.500 per liter atau naik Rp1.000 per liter dari harga lama sebesar Rp4.500 per liter.

BBM naik, nelayan kampung SBY diberi 'kado' Kementerian ESDM

Pemerintah baru saja menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti premium yang naik Rp 2000 per liter dan solar naik Rp 1000 per liter. Kenaikan BBM subsidi akan sangat terasa oleh nelayan yang menggantungkan hidupnya dari sumber energi yang tidak dapat diperbaharui tersebut untuk melaut.


Kementerian ESDM menyadari kenaikan BBM sangat mempengaruhi pendapatan para nelayan. Oleh karena itu, pihak kementerian akan memberikan kado kepada nelayan di Pacitan berupa converter kit beserta 2 tabung gas. Kementerian ingin para nelayan tersebut beralih menggunakan gas dari sebelumnya mayoritas menggunakan premium.

"Kementerian ESDM melalui direktur pembinaan usaha migas membantu nelayan di Pacitan sekitar 500 unit konverter kit dan dua tabung elpiji 3 Kg," ucap Ketua Tim Percepatan Konversi BBM ke BBG, Wiratmaja Puja dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (24/6).

Dia mengatakan, saat ini ada sekitar 3.900 nelayan di Pacitan, dan 1.282 di antaranya adalah nelayan kecil. Bantuan 500 konverter kit ini langsung dari Kementerian ESDM. "Kita usahakan bantu untuk solusi kenaikan harga BBM, pasti biaya melaut menjadi naik juga," jelasnya.

Pembagian konverter kit kepada nelayan di kampung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini akan dilakukan mulai Juli hingga Agustus nanti. Dia berharap perusahaan swasta lain ikut membantu nelayan dengan dana CSR yang dimilikinya.

"Menurut Bupati juga Balai Besar Penangkapan Ikan akan menyumbang 100 unit konverter kit untuk nelayan. Kita akan mencari bantuan lagi dari pengusaha lewat CSR nya menyumbang kepada nelayan. Agustus sudah terimplementasi. Bertahap dari Juli dan Agustus sebagian besar sudah akan terpasang," tutupnya.

Telkom dan BRI wujudkan nomor telepon jadi nomor rekening

Dalam rangka mendukung Program Financial Inclusion, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) gandeng PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sediakan layanan perbankan untuk financial inclusion.


Financial Inclusion sendiri merupakan salah satu kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia untuk menyediakan akses jasa keuangan yang mudah dan murah bagi unbankable people.

Sistem financial inclusion merupakan sistem penyediaan transaksi keuangan berbasis e-Money Server Based menggunakan nomor ponsel sebagai nomor rekening dengan nama "T-Bank" serta perluasan layanan tanpa ke bank menggunakan konsep keagenan.

Jenis layanan dari financial inclusion ini juga beragam meliputi e-money, payments, purchasing, funding dan lending.

Dalam kerja sama ini, Telkom menyiapkan infrastruktur teknis mulai dari sistem hingga aplikasi, yang nantinya akan ikut mendukung segala kebutuhan BRI.

Kepada merdeka.com (Senin (24/6), Direktur Enterprise and Wholesale Telkom Muhammad Awaluddin berharap melalui layanan T-Bank ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat luas, sehingga mampu memberikan sumbangsih dalam usaha meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia.

Fasilitas yang terdapat di agen tersebut diantaranya transaksi registrasi, transaksi penyetoran, transaksi penarikan tunai T-Bank dan beberapa transaksi lainnya.

Agen-agen tersebut adalah nasabah individual Kupedes BRI, mitra payment point BRI dan Plasa Telkom sebagai agen Bank dalam rangka wujud dari sinergi BUMN.

Secara harfiah, menurut Awaluddin, T-Bank sendiri bisa diartikan sebagai produk yang bisa mengantarkan penggunanya untuk menikmati layanan perbankan tanpa perlu jadi nasabah bank atau tanpa perlu pergi ke Bank.

"Caranya cukup simple, hanya ponsel biasa, tidak harus smartphone, dengan menggunakan aplikasi USSD (Unstructured Supplementary Service Data) teknologi seluler GSM atau yang biasa dikenal sebagai "Layanan Bintang Pagar".

Untuk cara melakukan trnsaksi sendiri adalah dengan tekan *212#, tekan call, maka akan muncul menu: (1). Registrasi, (2). Info saldo, (3). Pesan kode akses (untuk pengambilan di Agen atau di ATM Bank BRI), (4). Ubah PIN, (5). Transfer antar nomor ponsel, (6). Informasi produk dan promo lainnya.

"BRI adalah mitra perbankan kami yang pertama yang didukung oleh Telkom untuk implementasi layanan bank berbasis branchless banking", ujar Awaluddin.

"Selanjutnya, Telkom berniat mengimplementasikan layanan T-Bank ini untuk agen-agen Telkom yg sudah bergabung dalam program Indonesia Digital Finance (IndiFinance) Telkom", lanjut Awaluddin.

Telkom sendiri menargetkan 100 ribu electronic delivery financial agent dalam program IndiFinance di 2013 ini.

Saldo maksimal untuk rekening T-bank yang teregistrasi melalui ponsel adalah sebesar Rp 1 juta, sementara untuk yang teregistrasi melalui Agen sebesar Rp 5 juta. Pada saat ini, nomor ponsel yang dapat didaftarkan sebagai rekening T-Bank adalah Telkomsel dan selanjutnya akan dikembangkan pada provider lainnya.

Dampak Kenaikan BBM


Kenaikan BBM Miskinkan Rakyat Indonesia Secara Sistematis.

Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) menambah kemiskinan rakyat Indonesia secara sistematis. Dampak buruk kenaikan BBM tidak saja dirasakan masyarakat golongan miskin, namun masyarakat golongan menengah juga merasakannya. Ini artinya, menaikkan BBM itu merupakan menambah kemiskinan rakyat Indonesia secara sistematis.

Demikian dikatakan tokoh pemuda Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan A. Rahman melalui global sumut di tempat kediamannya di Lingkungan 23 Kelurahan Pekan Labuhan. Minggu (22/6/2013).

Kemiskinan rakyat Indonesia ini diperparah dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat yang tidak kondusif. Melalui Kementerian Sosial, pemerintah berpedoman kepada pendataan BPS sebelumnya yang sesungguhnya menjadikan malapetaka di tengah masyarakat luas. Kata Rahman.

Bapak 3 orang putra ini minta Presiden SBY tambahkan kouta BLT pada rakyat pesisir pantai. "Presiden RI Bambang Yudhoyono harus peka terhadap nasib rakyat Indonesia yang tinggal di daerah pesisir pantai, yang mayoritasnya sebagai nelayan sekala kecil, buruh industri, dan petani. Ke 3 mayoritas itu tentunya sangat merasakan dampak buruk terhadap kenaikan BBM".

Masih dikatakannya, jika Presiden RI SBY peduli dengan nasib rakyatnya, maka lakukanlah pendataan tambahan dengan tidak berpedoman dengan fisik bangunan tempat tinggal yang statusnya berobah-obah, namun sangat efisien jika berdasarkan pekerjaan dan penghasilannya. Tegas Rahman.

Sosok yang dikenal di Medan Utara ini juga sesalkan sikap oknum DPRD Medan khususnya Dapem -V. “Kita sangat sesalkan sikap cuwek oknum-oknum DPRD Medan khususnya Dapil-V, mereka seakan tak mau tau dengan keluhan dan derita masyarakat Medan Utara terhadap kenaikan BBM ini. Padahal mereka sadar (Oknum-oknum DPRD Medan Dapil V-red) kalau Medan Utara ini mayoritas nelayan dan buruh. Kenaikan BBM jelas berdampak buruk terhadap masyarakat Medan Utara, namun sampai sekarang ini tak ada gebrakan yang dibuat untuk memperjuangkan penambahan BLT itu”. Kata Rahman dengan nada geram.    (GB)

Industri hulu zaman Soekarno lebih hebat dibanding era SBY

Indonesia saat ini dinilai sangat lemah dalam pengembangan industri hulu. Pemerintah seolah tutup mata mengenai industri hulu yang banyak dikuasai asing. Dengan banyaknya industri di bagian hulu yang dikuasai asing, industri dalam negeri yang mengembangkan produk menjadi kesulitan.


"Misalnya sepatu, baju yang kamu pakai, karpet itu industri hulu bahannya dikuasai asing, harusnya itu pemerintah lebih mengembangkan ke situ," ucap Ketua Tim Kerja RUU Perindustrian Kadin, Rauf Purnama dalam diskusi Kadin di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (24/6).

Menurut Rauf, hal ini sangat berbeda dengan Indonesia ketika dipimpin oleh Soekarno. Di era presiden pertama itu, pemerintah berlomba-lomba untuk membuat pabrik seperti pabrik kertas, pabrik semen yang langsung mengelola sumber daya alam Indonesia, meski keuangan masih minim lantaran republik belum lama merdeka.

Rauf menilai kebijakan Soekarno sudah tepat. Sebab industri hulu merupakan bisnis berbiaya tinggi dan berisiko besar, sehingga awalnya harus dikelola pemerintah.

"Bung Karno dulu banyak bikin pabrik kertas, semen, itu industri hulu. Nanti kalau (industri) sudah mampu diserahkan ke swasta," jelasnya.

Kini, tim ini menyarankan pemerintah menguasai industri hulu yang sementara dikuasai asing di Indonesia dengan pendanaan mekanisme PIP (Pusat Investasi Pemerintah). Jika pemerintah tidak mempunyai cukup dana, maka bisa dikerjasamakan dengan swasta industri dalam negeri.

"Pemerintah harus mayoritas dan uangnya banyak. Sekarang itu sebenarnya pemerintah mampu tinggal mau apa enggak. Tinggal menyamakan mind set, pendapat industri hulu gimana. Kalau pemerintah enggak kuat bisa swasta," kata Rauf.