Tampilkan postingan dengan label Berita Sumut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Sumut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

Satlantas Polresta Medan Tilang 7980 Pelanggaran Lalulintas



MEDAN  |  MJP

Operasi Patuh Toba 2013 yang digelar  sejak 4 – 17 Juli 2013, Satlantas Polresta Medan  sedikitnya telah menilang  7980 pelanggaran lalu lintas. Penilangan yang dilakukan itu terbagi pada penilangan terhadap Surat Izin Mengemudi (SIM) sebanyak 2759, STNK sebanyak 4365 dan penilangan terhadap sepeda motor sebanyak 854 unit.

Untuk pelanggaran yang terjadi, ketidak lengkapan kenderaan berjumlah 2540 menjadi pelanggaran paling banyak terjadi, diikuti dengan pelanggaran tidak mengenakan helm sebanyak 1947.Untuk pelanggaran terhadap kelengkapan surat-surat kenderaan juga cukup banyak terjadi yaitu berjumlah 1437. Begitu juga dengan pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas berjumlah 1373 serta pelanggaran terhadap jumlah muatan berjumlah 159.

"Selama 14 hari kegiatan ops patuh ini kita  langsungkan dan kita telah melakukan penindakan terhadap pengguna kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan aturan atau undang-undang, " ungkap Kasatlantas Polresta Medan, Kompol Budi Hendrawan saat dihubungi  via telepon, Rabu (17/7) siang.

Lebih lanjut, Budi menyebut kalau sepanjang kegiatan itu, pihaknya juga berhasil menangkap beberap tersangka tindak kriminal. Mulai dari menangkap seorang bernama Anta yang mengendarai sepeda motor yang baru berhasil dicuri oleh tersangka di depan Bank BRI di Jalan Ahmad Yani, Sunggal. Begitu juga dengan pencurian sepeda motor yang terjadi di Jalan Selamat Ketaren serta berhasil menangkap pelaku pencurian 1 mobil Kijang Inova BK 1032 KR di Jalan Letda Sujono Medan.

"Terakhir, kita juga berhasil menangkap seorang tersangka pengedar narkoba di Jalan Mandala By Pass. Sebanyak 24 paket kecil shabu-shabu dan 1 paket ganja, berhasil kita sita. Penangkapan itu, kita lakukan saat patroli ops patuh toba" tambah Budi. Masih kata Budi, disebutnya kalau selama kegiatan itu, pihaknya juga melakukan kegiatan pengaturan, penjagaan dan pengawalan. Untuk jumlahnya, disebut Budi, 616 pengaturan, 616 penjagaan, 96 pengawalan dan 140 patroli. (red)

Gudang Penyimpanan Makanan Ringan Ludes Dilalap Sijago Merah



MEDAN  LAIANEWS

Dua gudang tempat penyimpanan makanan ringan berlantai dua  yang berada dijalan Jalan Kol Yos Sudarso, Lingkungan III, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli rata dilalap sijago merah. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa  itu namun kerugian diperkirakan  mencapai ratusan juta rupiah, Rabu (17/7)  sekira pukul  17.00 WIB .

Data yang berhasil diperoleh dilokasi kejadian menyebutkan, tampak terlihat api yang membumbung tinggi meluluh lantahkan dua bangunan Rumah Toko ( Ruko ) tersebut. Diduga kebakaran disebabkan dari hubungan arus pendek listrik.

Kobaran api sempat merembes ke rumah warga,untungnya  api berhasil dipadamkan setelah  8 unit mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi kebakaran itu. Kepala Lingkungan yang mendengar kejadian itu langsung terjun ke lokasi kejadian dan terus menghubungi petugas pemadam kebakaran dan petugas kepolisian.

Tak lama selesai, petugas kepolisian langsung melakukan identifikasi. "Apinya diduga dari hubungan arus pendek dari dalam gudang tersebut dan gudang itu tempat menyimpan makanan ringan," kata Irul, salah seorang warga sekitar. Sementara itu Kapolsekta Medan Labuhan, Kompol Rija Pahlevi mengatakan  pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut. "Masih kita lidik penyebab pasti kebakaran dan untuk sementara dugaan kebakaran karena hubungan arus pendek. Sejumlah saksi sudah kita mintai keterangan," pungkasnya. (red)

Ombudsman Rekomendasikan Penghentian Kalapas dan GM PLN Medan Helvetia



MEDAN  LN

Pasca kerusuhan dan kaburnya Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, pada Kamis (11/7) kemaren, pihak Ombudsman Pusat dan Sumut akan memberikan rekomendasi penghentian Kalapas Kelas I Tanjung Gusta Medan dan GM PLN Rayon Medan Helvetia.

"Berdasarkan kesimpulan sementara, ini menunjukkan adanya dugaan Mal Administrasi pada peristiwa kerusuhan Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan pada Kamis (11/7) kemaren. Ombudsman Republik Indonesia akan mengeluarkan rekomendasi yang berisi sangsi untuk pemberhentian Kalapas Kelas I Tanjung Gusta Medan dan General Manager Rayon PLN Medan Helvetia," kata Hendra Nurtjahyo SH MH, anggota Obudsman RI, Pusat didampingi Dedy Irsan SH, Plt Kepala Perwakilan Ombudsman Wilayah Sumut, Sabaruddin Hulu SH, Asisten Ombudsman RI, Pusat, Ricky Nelson Hutahean SH, Asisten Perwakilan Ombudsman Wilayah Sumut dan Tetty Nurani SH, Asisten Obudsman Wilayah Sumut, di Kantor Obudsman Wilayah Sumut, Jalan Mojopahit, Rabu (17/7) siang.

Sambungnya, PLN sama sekali tak memiliki pendeteksi wilayah-wilayah yang aliran listrik PLN nya mati. "Sebanyak 12 kali terjadi pemadaman dan 2 kali pemadaman karena adanya kerusakan," ujarnya.

Menurut Hendra, Ombudsman Sumut dan Pusat sudah memanggil GM PLN Sumut dan Kanwil Kemenhumham terkait masalah ini. "Kita juga melihat bahwa Kalapas Kelas I Tanjung Gusta Medan tak profesional dalam menjalankan jabatan dan tugas serta kinerjanya," pungkasnya.

Hendra mengaku, walaupun semua penghuni Lapas berada didalam, tapi mereka juga mempunyai hak atas informasi terkait hal tersebut. "Permasalahannya memang dipicu air dan aliran listrik yang mati. Namun, api dalam sekam terkait kejadian ini yakni PP Nomor 99 itu," ungkapnya.

Tambah Hendra, memang kondisi Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan sudah over capasitas dimana jumlah tahanan 2599 orang. "Semua Lapas di wilayah Indonesia sangat memprihatinkan dan tak layak lagi dipergunakan," ucapnya.

Hendra mengaku, SOP pasca kejadian tersebut tak ada dipergunakan dan genset didalam areal Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan sendiri memang tak dipergunakan dan tak berfungsi. "Lagi pula Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan sendiri mempunya tunggakan mencapai Rp 865 jutaan. Ini menunjukkan bahwa Kalapas Kelas I Tanjung Gusta Medan tak merespon mengenai masalah itu," ujarnya.

Diakui Hendra, akibat dari over capasitas, kebutuhan listrik menjadi meningkat dan Kalapas Kelas I Tanjung Gusta Medan tak melihat hal tersebut dengan jeli. "Kebutuhan listrik yang tinggi, Kadiv Kemenhumham yang tak mengetahui jumlah petugas Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan secara keseluruhan dan membuat rasa aman warga menjadi terganggu karena ratusan napi masih berada diluar dan belum ditangkap," bebernya. (red)

Wartawan SCTV Dipukuli Oknum Polres Nias


GUNUNGSITOLI | MJP

Seorang Wartawan Televisi/Cameramen SCTV, Ronal Lase dipukuli dan ditendangi sejumlah oknum Polres Nias pada bagian kepala dan di beberapa bagian tubuhnya saat melakukan razia dalam rangka Bulan Suci Ramadan di Nias, Sabtu malam (13/7) sekitar pukul 02.00 Wib dini hari.

Menurut informasi yang diperoleh Poskota, peristiwa tersebut berawal saat puluhan personil Polres Nias yang dipimpin langsung Kabag Ops, AKP Josua Tampubolon, SH, MH, melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam dan Hotel yang berada di Kota Gunungsitoli Kabupaten Nias.

Korban saat itu berada di salah satu tempat hiburan malam dimintai identitasnya oleh polisi. Karena korban yang merasa memiliki identitas lengkap menunjukan kepada polisi. Celakanya meski korban memiliki identitas lengkap dirinya tetap digiring ke Mapolres Nias dengan paksa menggunakan mobil Sat Shabara.

Setelah dimasukan ke dalam mobil, Ronal Lase langsung dipukuli dan ditendang sejumlah oknum polisi secara berutal tanpa sebab di beberapa bagian tubuhnya. Selain itu, polisi juga sempat meletuskan senjata api (senpi) sebanyak 2 kali ke udara saat korban akan di naikan ke atas mobil.

Akibat kejadian itu, Ronal Lase menderita rasa sakit di bagian kepala dan di beberapa bagian tubuhnya dan tangan sebelah kanan terlihat bekas sundutan rokok yang diduga juga dilakukan oknum polisi. Ronal Lase yang menderita rasa sakit, langsung dilarikan beberapa rekannya ke Rumah Sakit Umum Gunungsitoli untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif. Informasi lain yang diperoleh di lokasi, mobil Sat Shabara yang ditumpangi Ronal Lase itu berisikan Puluhan Polisi Bintara Baru, yang ditempatkan di Polres Nias.

Wartawan yang seharusnya menjadi mitra kerja polisi, malah sebaliknya dijadikan lawan oleh polisi sendiri. Kejadian ini tentu saja telah menambah daftar panjang sikap Keburutalan oknum polisi kepada wartawan di daerah. Peristiwa ini telah mencoreng Citra penegak hukum khususnya ditubuh Polri sendiri. Dimana, polisi yang seharusnya Berfungsi melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat malah sebaliknya berbuat yang tidak sesuai dengan fungsinya. Perilaku oknum polisi ini telah menyalahi aturan, dan jelas-jelas telah melanggar Kode Etik Kepolisian, No. Pol. : 7 Tahun 2006 Tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Diharapkan kepada Kapolres Nias, AKBP Julian Permadi SH,MH,Sik, agar segera menindak atau memberi sanksi kepada personil yang telah melakukan pemukulan kepada Ronal Lase yang berprofesi sebagai Wartawan SCTV demi terwujudnya sikap kebijaksanaan seorang pimpinan. (red)

Senin, 24 Juni 2013

Dampak Kenaikan BBM


Kenaikan BBM Miskinkan Rakyat Indonesia Secara Sistematis.

Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) menambah kemiskinan rakyat Indonesia secara sistematis. Dampak buruk kenaikan BBM tidak saja dirasakan masyarakat golongan miskin, namun masyarakat golongan menengah juga merasakannya. Ini artinya, menaikkan BBM itu merupakan menambah kemiskinan rakyat Indonesia secara sistematis.

Demikian dikatakan tokoh pemuda Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan A. Rahman melalui global sumut di tempat kediamannya di Lingkungan 23 Kelurahan Pekan Labuhan. Minggu (22/6/2013).

Kemiskinan rakyat Indonesia ini diperparah dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat yang tidak kondusif. Melalui Kementerian Sosial, pemerintah berpedoman kepada pendataan BPS sebelumnya yang sesungguhnya menjadikan malapetaka di tengah masyarakat luas. Kata Rahman.

Bapak 3 orang putra ini minta Presiden SBY tambahkan kouta BLT pada rakyat pesisir pantai. "Presiden RI Bambang Yudhoyono harus peka terhadap nasib rakyat Indonesia yang tinggal di daerah pesisir pantai, yang mayoritasnya sebagai nelayan sekala kecil, buruh industri, dan petani. Ke 3 mayoritas itu tentunya sangat merasakan dampak buruk terhadap kenaikan BBM".

Masih dikatakannya, jika Presiden RI SBY peduli dengan nasib rakyatnya, maka lakukanlah pendataan tambahan dengan tidak berpedoman dengan fisik bangunan tempat tinggal yang statusnya berobah-obah, namun sangat efisien jika berdasarkan pekerjaan dan penghasilannya. Tegas Rahman.

Sosok yang dikenal di Medan Utara ini juga sesalkan sikap oknum DPRD Medan khususnya Dapem -V. “Kita sangat sesalkan sikap cuwek oknum-oknum DPRD Medan khususnya Dapil-V, mereka seakan tak mau tau dengan keluhan dan derita masyarakat Medan Utara terhadap kenaikan BBM ini. Padahal mereka sadar (Oknum-oknum DPRD Medan Dapil V-red) kalau Medan Utara ini mayoritas nelayan dan buruh. Kenaikan BBM jelas berdampak buruk terhadap masyarakat Medan Utara, namun sampai sekarang ini tak ada gebrakan yang dibuat untuk memperjuangkan penambahan BLT itu”. Kata Rahman dengan nada geram.    (GB)

Rabu, 19 Juni 2013

Ribuan Botol Miras Asal Luar Di Amankan Petugas Kanwil DJBC dari gudang di KIM 3


Petugas Intelijen Bea Cukai Kantor Wilayah Sumatera Utara, gerebek gudang penyimpanan  Ribu botol minuman beralkohol (Miras) asal luar Negeri. Ribuan botol minuman beralkohol tersebut, diduga diselundupkan melalui pelabuhan Belawan, kemudian disimpan di pergudangan solid Blok D 1 gudang D 7, Jalan Pemagaran Kawasan Industri Medan-3 (KIM-3), Deli Serdang Sumatera Utara.

Selain mengamankan Ribu botol minuman, petugas Bea Cukai juga mengamankan Irwan Efendi selaku mandor pekerja dan enam orang pekerja yang berada didalam gudang D 7.


Adun salah seorang pekerja di dalam gudang kepada wartawan mengatakan, minuman beralkohol tersebut tiba di gudang sekitar pukul 01.00 Sabtu (15/6) dinihari, dibawa dengan enam unit mobil box.

Menurut pengakuan Adun, mereka tidak mengetahui siapa pemilik minuman tersebut, karena mereka berenam dipanggil Irwan untuk bekerja membuat peti (box) yang terbuat dari papan triplek untuk menyimpan botol-botol berisikan minuman tersebut.

informasi yang dihimpun dari salah seorang  anggota Pengawasan Penindakan Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara menyampaikan, setelah adanya informasi dari masyarakat, adanya salah satu gudang di KIM-3 menyimpang belasan ribu botol minuman beralkohol selundupan (tidak memiliki Cukai), petugas intelijen melakukan pengecekan dan setelah ditemukan langsung melakukan penggerebekan ke gudang tersebut.

Ternyata setelah dilakukan penggerebekan, ditemukan belasan ribu botol minuman beralkohol, yang tidak dilindungi dokumen yang sah.

"Guna pengusutan lebih lanjut, petugas Bea Cukai mengamankan belasan ribu botol minuman beralkohol itu, ke Kantor Wilayah Bea Cukai di Belawan,” ungkapnya kepada GLOBAL SUMUT .

Adapun minuman beralkohol tersebut kesemuanya asal luar negeri dengan berbagai merek diantaranya, kiki shima, vodka, le parisien, glenlivet, jager imeilter, absolit mango dan lain-lainnya. (GB)

Minggu, 09 Juni 2013

Kamar mandi dipasangi CCTV, mahasiswi di Medan lapor polisi

Belasan anak kos yang mayoritas berjenis kelamin wanita mendatangi Mapolresta Medan, Sabtu (8/6). Mereka mengadukan penemuan kamera CCTV di kamar mandi tempat kosnya di Jalan Perjuangan, Medan.


Anak kos yang umumnya mahasiswi itu menduga kamera CCTV itu sudah dipasang sejak lama. Namun, seorang anak kos baru memastikan benda itu kamera CCTV Jumat (7/6) malam.

"Kawan yang mengetahui pertama kali, waktu dia mau mandi melihat ada lampu menyala," ucap Horas Sihaloho, salah seorang penghuni tempat kos, di Mapolresta Medan, Sabtu (8/6).

Saat diwawancarai lebih jauh, para anak kos ini tidak mau banyak berkomentar. Mereka hanya mengatakan di tempat kos itu terdapat 20 kamar dengan penghuni sekitar 30-an orang.

"Hampir semua mahasiswa, kebanyakan dari Unimed," ujar Horas singkat.

Setelah melihat ada lampu yang menyala, dia lantas mengabarkannya ke seluruh penghuni kos. Mereka kemudian memeriksanya dan mendapati perangkat kamera CCTV wireless. Namun, kabel dayanya ternyata menuju kamar mandi pemilik kos.

"Kami ikuti kabelnya, putusnya sampai kamar mandi kamar pemilik kos," ujar Horas.

Para penghuni rumah kos langsung melaporkan temuan itu ke Polsekta Percut Seituan. Namun, mereka disarankan agar membuat pengaduan ke Polresta Medan. Mereka pun mendatangi Mapolresta Medan, siang tadi.

"Tapi laporan kami tidak diterima, karena tidak ada bukti monitornya," ucap seorang perempuan yang mewakili temannya membuat laporan.

Perempuan ini tidak mau merinci lebih jauh mengenai laporan itu. Seiring dengan sikap penghuni kos ini, rekannya pun tak mau berbicara lebih jauh mengenai kejadian itu. Mereka tidak mau meladeni pertanyaan wartawan lebih jauh dan memilih bergegas pergi meninggalkan Mapolresta Medan dengan sepeda motor.

Sabtu, 08 Juni 2013

Massa PMMU Demo Tolak Kenaikan BBM

MEDAN - Puluhan Massa  Medan Utara sembari membentangkan sejumlah spanduk dan bendera, Massa yang tergabung dalam Presidium Masyarakat Medan Utara (PMMU) sejak Rabu pagi hingga Siang (05/06/2013) mengelar aksi longmarch berjalan kaki dari Simpang Gudang Arang menuju ke Depan Depo Instalasi Pertamina Pekan Labuhan dalam menuntut penolkkan rencana kenaikan BBM karena dianggap bakal menambah kesengsaraan rakyat.

Sesampainya di depan Depo pertamina yang mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian tersebut, Ketua PMMU Saharuddin didampingi kordinator aksi lapangan Muchtar lam peryataan sikapnya dmenegaskan, kebijakan menaikkan harga BBM dan listrik selalu saja melahirkan problem yang serius antara rakyat dan Pemerintah, lagi-lagi alasan ketekoran APBN disebabkan subsidi BBM yang melebihi total anggaran infrastruktur dan menjadikan APBN 2013 mengalami defisit menjadi kambing hitam dan lagi-lagi defisit itu harus ditanggung oleh rakyat dalam bentuk hutang.

Dampak kenaikan harga BBM dipastikan akan mempengaruhi kenaikan ongkos produksi seluruh sendi dan sektor kehidupan rakyat dan yang paling terpukul jaga rakyat miskin berprofesi petani, buruh dan nelayan dan lainnya.

Belum lagi tarik menarik karena kepentingan politik jelang Pemilu 2014 dirasakan turut mempengaruhi kegaduhan kebijakan kenaikan BBM, dan lagi-lagi rakyat akan menjadi Objek yang paling dipengaruhi atas kondisi ini, oleh karena itu ada baiknya pertimbangan kenaikan BBM dilaksanakan pasca pemilu 2014 nanti agar politisasi kenaikan BBM dapat dieliminir.


"Rakyat sesungguhnya membutuhkan jaminan atas tata kelola sumber daya alam dan energi yang bersih dari praktik korupsi, monopoli dan mafia BBM,"tegas Saharuddin sembari melanjutkan aksi penolkkan BBM ke gedung DPRD Kota Medan, Pemko Medan serta Pertamina UPMS I Medan jalan Putri Hijau Medan. Massa juga meminta pimpinan DPRD/Anggota DPRD Medan, Pemko Medan serta GM Pertamina UPMS I Sumbagut untuk bersama-sama menolak kenaikan BBM sebelum Pemilu 2014, mendukung langkah-lamgkah organisasi rakyat dan mahasiswa terhadap gugatan atas dusta BBM bersubsidi dengan nomor perkara 242/PDT.G.2013/PNJKT.PST-20 May 2013 dengan jadwal sidang pertama tanggal 18 Juni 2013 di PN Jakarta Pusat.

Mendesak KPK untuk membongkar berbagai dugaan KKN tata kelola di lingkungan pertamina dan energi sumberdaya alam serta Migas dapat terkuak, menuntut evaluasi pengawasan distribusi minyak dari hulu hingga hilir sebab dalam pengamatan serta pemberitaan media massa ternyata masih banyak di dapati lokasi siong serta mobil tangki kencing yang diduga dibekingi aparat tertentu.

Mendesak Pertamina UPMS I Medan Sumbagut untuk membentuk Tim terpadu lintas sektoral untuk pengawasan distribusi BBM dan menangkap pelaku BBM illegal.(GS)

Aksi Tolak Naik BBM, Minta Dukungan DPR ,3 Fraksi Kosong, Fraksi Demokrat A Hie Emosional

MEDAN - Saat massa dari warga dapil V Medan Utara tergabung dalam Presidium Masyarakat Medan Utara (PMMU) diketuai Saharuddin masuk ke ruangan Fraksi Partai Demokrat guna meminta dukungan untuk menolak kenaikan harga BBM, malah anggota DPRD Kota Medan A Hie sempat naik darah (emosional) karena tak bisa memberikan dukungan secara politik kepada massa PMMU.Rabu (05/06/2013).

"Masakan dia sebagai wakil rakyat yang dimintai dukungan untuk kepentingan rakyat Dapil V, malah dia marah-marah dan menyatakan tak mendukung harapan masyarakat untuk menolak kebijakan kenaikan BBM dengan alasan kebijakan partainya dari hulu hingga hilirnya sudah mendukung kenaikan harga BBM, sementara dirinya ngak bisa mengambil keputusan,"ungkap Muchtar selaku wakil ketua PMMU.

Tak hanya partai Demokrat yang tak mendukung harapan masyarakat untuk menolak kenaikan BBM, ternyata fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Medan pun sama, massa PMMU terpaksa menelan ludah pahit melihat prilaku wakil rakyatnya yang duduk di DPRD Medan sebab saat memasuki ruangan fraksi PAN dan PPP juga tak seorang pun bisa ditemui untuk mendapatkan dukungan alias abstain, warga kecewa sebab ruang di fraksi tersebut kosong yang ada hanya staf pegawainya saja.

"Macam mana wakil rakyat kita ini, Kemana mereka mau ketemu saja susah, entar kami balas kalau mau nyaleg nanti gantian rakyat akan susah dicari, biar mereka tahu rasa, katanya membela rakyat dan perjuangkan suara rakyat,"kesal sejumlah omak-omak yang tergabung dalam PMMU tersebut.(GS)

Rabu, 05 Juni 2013

Kapoldasu Lambat Tertibkan Judi Di Nelayan Indah


MEDAN - Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro terkesan lambat tertibkan praktek judi di wilayah seberangan Nelayan Indah Medan Labuhan. Padahal praktek judi yang beromzet ratusan juta rupiah itu sudah berulang kali dilaporkan ke jajaran Poldasu (Lewat pesan singkat SMS-red). Anehnya, sampai sekarang praktek haram itu terus saja berlangsung. Selasa (4/6/2013).

Disisi lain, ribuan masyarakat Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan berharap agar praktek judi itu segera dihentikan. Karena lemahnya hukum dijajaran Poldasu, harapan masyarakat tersebut hanya isapan jempol belaka.

Pantauan di lapangan, puluhan mobil mewah yang datang dari arah Medan menuju Belawan banting stir masuk ke daerah Kelurahan Nelayan Indah. Dari mobil mewah itu, turun sosok yang tak lain penggemar judi dan langsung berjalan menuju dermaga TPI Nelayan Indah, sedangkan mobil mewahnya putar arah balik menuju Medan. Selanjutnya sosok itu diantar ke lokasi judi dengan mengendarai perahu bermotor yang khusus disiapkan pengelola judi.

Menanggapi soal judi yang marak di seberangan TPI Kelurahan Nelayan Indah itu, Al-Ustadz Abdurrahman pada TOP KOTA menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk gunakan kekuatan rakyat.

“Seharusnya Polisi peka terhadap publikasi di berbagai surat kabar soal maraknya judi di Nelayan Indah itu, nyatanya sampai sekarang penegak hukum tersebut tidak bertindak. Biarlah, itu urusan mereka. Sekarang kita sebagai ummat Islam yang beriman ini jadi masalah, apakah kita tetap berdiam diri membiarkan pekerjaan yang dilaknat Allah SWT itu? Jika kita biarkan, maka kita juga dilaknat Allah SWT”. Kata Ustadz yang menetap di Pekan Labuhan itu dengan nada geram.

Jika sampai Jumat mendatang, judi itu masih juga berlangsung, maka saya akan sampaikan melalui khutbah Jumat untuk bersama-sama menghentikan praktek judi di Nelayan Indah itu. Janji Ustadz yang dikenal nekat itu. Ditempat terpisah diwilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan Tepatnya di Objek Wisata Ocean Fasific mulai hari Selasa (04/6/2013) kembali di buka bahkan terdengar kabar ditempat sebelumnya di wilayah belawan ini juga akan dibuka kembali judi dadu (samkwang) yang beromset ratusan juta rupiah setiap harinya.

Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro melalui Kabid Humas Kombes K. Heru Prakoso pada melalui telepon selularnya berjanji akan meneruskan adanya praktek judi di Nelayan Indah ke Kapolres Pelabuhan Belawan. “Akan saya teruskan info ini ke Kapolres Belawan”. Kata Heru lewat pesan singkat SMS. (GS)

Selasa, 04 Juni 2013

Pengadaan Barang & Jasa Terindikasi Korupsi

Indonesia Procurement Watch (IPW) mencatat pengadaan barang dan jasa di jajaran pemerintah terindikasi korupsi. Pasalnya, 60-70 persen kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan pengadaan barang dan jasa.

"Jadi, pengadaan barang dan jasa memang rawan terjadinya korupsi," kata ahli IPW, Hanyie Muhammad di Medan.

Hanyie menyebutkan, berdasarkan temuan BPK setiap tahunnya penggunaan APBN untuk barang dan jasa selalu meningkat. "Tahun 2011 sebesar Rp243 triliun, tahun 2012 Rp273 triliun dan tahun 2013 sebesar Rp370 triliun," sebutnya.

Hanyie mengatakan, saat ini KPK tengah berurusan dengan sejumlah kasus yang berkaitan dengan barang dan jasa. KPK menyebutkan sektor barang dan jasa masih merupakan yang tertinggi di banding sektor lainnya.(GS)

APBMI Demo Pelindo I Belawan Protes Pungli

BELAWAN - Puluhan Massa menamakan Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumatera Utara Senin, (03/06/2013) mengelar aksi demo memprotes pihak Pelindo I Belawan atas pungutan liar (Pungli) Rp 2500 karena dinilai tak ada payung hukumnya maupun peraturan Pemerintah yang mengaturnya, aksi demo dengan cara berkonvoi tersebut dimulai dari simpang jalan Tol Kampung Salam Belawan menuju ke PT.Pelindo I Cabang Belawan.

Massa pengunjuk rasa yang terdiri dari kaum ibu-ibu dan bapak-bapak tersebut cukup mendapatkan perhatian serius dari sejumlah pengguna jalan yang keluar masuk ke Pelabuhan nomor 3 terbesar di Indonesia, bahkan aksi tersebut nyaris melumpuhkan kegiatan Pelabuhan yang dikenal sebagai pintu gerbang perekonomian Sumut tersebut.

Ketua APBMI, Erbin Polin Marpaung kepada Wartawan mengatakan, mereka meminta agar Pemerintah menghentikan pengutipan Rp.2500 oleh PT.Pelindo karena pengutipan tersebut tidak ada payung hukum atau undang-undangnya serta Peraturan Pemerintah yang mengatur.Kedua, PT.Pelindo Belawan saat ini sudah merambah atau menghimpit usaha rakyat lagipula PT. Pelindo yang tadinya sebagai penyedia fasilitas kini berubah menjadi pemain, tentang peraturan yang pernah dibuat sudah dibatalkan 3 bulan yang lalu, tambah Erbin P.M.(GS)

Sabtu, 01 Juni 2013

TKI ku Malang ,Orangtua Elviyani Kesalkan Suami Korban Tak Tangungjawab

MEDAN MARELAN - TKI ku sayang TKI ku yang Malang, Nasi sudah menjadi bubur, habis manis sepah dibuang mungkin sudah menjadi suratan akhir hidup anaknya dinegeri orang, Irfan Alek (57) selaku orangtua elviyani mengaku, hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan kepergian Elviyani (32) anak tertua dari 5 bersaudara yang dikabarkan menderita sakit paru - paru di Malaysia hingga jenazahnya disemayamkan di pekuburan muslin Jalan YP Hijau Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan.Kamis (30/05/2013).

Orangtua Elviyani mengaku, belakangan anaknya ini dikabarkan sudah menikah dengan rekan kerjanya semasa di Malaysia bernama Hamzah, seorang warga Bangladesh, namun yang sangat dikesalkan Irfan Alek (orang tua) korban, kenapa suami Elviyani itu tega berbohong padanya mengabari kalau Erviyani telah meninggal dikebumikan di Malaysia.

Padahal nyatanya jenazah anaknya sudah seminggu disana dan baru dipulangkan dengan pesawat terbang, lagi pula nomor HP suami anaknya itu kini sudah tak lagi bisa dihubungi terkesan sudah tak bertangungjawab lagi.UngkapIrfan Alek yang tampak sesekali deraian airmatanya tak terbendung lagi menetes sembari memperlihatkan sejumlah foto anaknya dan suaminya saat berada di Malaysia.

Suasana duka masih tampak menyelimuti keluarga Irvan Alek (57) selaku orang tua korban, ia tak banyak berbicara saat ditanyai seputar kematian anaknya di negeri tetangga tersebut, namun ia hanya bisa berpasrah dan mengucapkan rasa terima kasihnya saat pemulangan jenazah anaknya dibantu orang yang mengaku dari LSM Tim Investigasi penyelamat aset negara (TIPAN RI) yakni Bu Erniyati, SE sehingga ia sebagai orang tak punya merasa terbantu dan tak terbebani biaya.

"Katanya anak saya meninggal di Hospital Malaysia karena menderita sakit paru-paru, saya juga diperkenankan melihat wajah jenazah anak saya sebelum dimakamkan serta kami ada menerima sejumlah surat dari konjen Malaysia maupun surat keterangan yang menerangkan anak saya meninggal memang karena sakit,"kata orangtua korban saat ditemui langsung di kediamannya.(GS)

Warga Nelayan Indah Tolak Keberadaan Judi Dadu

MEDAN LABUHAN - Warga yang bermukim di Perumahan Nelayan Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan, menolak permukiman mereka dijadikan lokasi transit (penyebrangan) bagi para penjudi dadu (samkwan). Mereka mengaku dengan kembali hadirnya para penjudi yang umumnya warga asal kota Medan tersebut, telah menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat nelayan.

“Kami minta polisi dan TNI untuk menutup tempat judi dadu itu. Selama ini, permukiman warga nelayan disini sudah dikotori oleh orang-orang dari luar kampung ini yang datang untuk bermain judi, tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum,” ujar, Anwar, Badan Kenajiran Masjid (BKM) Al Muhajirin Nelayan Indah, Jumat (31/5) kemarin.

Aksi penolakan warga terhadap keberadaan judi dadu itu disampaikan warga seusai melaksanakan sholat jumat berjama’ah di masjid Al Muhajirin. Warga yang kesal dengan bebasnya praktik perjudian dimaksud mengancam akan bertindak anarkis, apabila aparat penegak hukum tidak dapat berlaku tegas atau terkesan membiarkan berlangsungnya perjudian di tempat tinggal nelayan.

“Jangan salahkan kalau warga nantinya mengambil tindakan sendiri. Karena sampai saat ini tempat judi itu masih beroperasi, bahkan sampai larut malam. Padahal soal keresahan ini sudah pernah disampaikan warga secara lisan kepada aparat kepolisian dan kecamatan,” katanya.

Ungkapan serupa juga dilontarkan, M Asri tokoh masyarakat setempat. Dia menuturkan, dengan kembali beroperasinya perjudian disekitar permukimannya, membuat kenyamanan warga terusik karena dikhawatirkan akan mempengaruhi moral para pemuda di daerahnya.”Aparat penegak hukum kita sangat lemah, kenapa perjudian seperti ini terus dibiarkan bebas beroperasi, apa karena bandar dan para penjudinya etnis berduit?,” tanya, Asri.

Judi dadu atau lebih dikenal dengan sebutan samkwan yang sebelum sempat tutup, namun terhitung sejak dua hari lalu kembali beroperasi. Aparat Polres Pelabuhan Belawan yang sebelumnya bersiaga disekitar permukiman nelayan kini sudah tak terlihat lagi.”Anehnya, polisi yang tadinya berada disini untuk menggerebek judi, sekarang sudah tak kelihatan lagi,” ucapnya.

Camat Medan Labuhan, Zain Noval STTP mengatakan, terkait keluhan masyarakat pihaknya sejak awal telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Namun karena lokasi perjudian bukan berada diwilayah Kecamatan Medan Labuhan, sehingga membuat petugas Polsek Medan Labuhan sulit bertindak.

“Memang benar transitnya melalui wilayah kita, tapikan lokasi judi diseberang atau naik perahu lagi menuju pertambakan, dan itu adalah wilayah Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang,” ujar, Noval.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yudi Frianto sempat sedikit kaget begitu mendengar tempat perjudian jenis dadu beroperasi kembali. Begitupun, Yudi meminta masyarakat setempat supaya menahan diri untuk tidak bertindak anarkis.

”Tiga hari lalu kita siaga disitu (perumahan nelayan) tidak buka mereka (bandarnya-red), kalau bagitu nanti kita akan koordinasikan lagi ke Poltabes Medan, karena itu masuk dalam wilayah hukum Polsek Percut Seituan. Begitu pun kita harap warga untuk bersabar,” katanya.(GS)

Mobil Tangki Pertamina “Bebas” Jual BBM Di Tengah Jalan. Banyak Oknum Terima Amplop??

MEDAN - Setiap hari sedikitnya 80 unit mobil tangki Pertamina Labuhan Deli “BEBAS” jual BBM di tengah jalan. Anehnya kejahatan yang marak bertahun-tahun di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan itu berjalan mulus tanpa hambatan. Jumat (31/5/2013).

Rumor yang berkembang di area Pertamina Labuhan Deli Jl. KL Yos Sudarso Km 20 Medan, awak mobil tangki Pertamina bebas jual BBM di lokasi penampungan BBM ilegal disebabkan banyaknya oknum terkait terima amplop dari pemilik lokasi siong.

Oknum yang disebut-sebut sejumlah awak mobil tangki itu mulai dari pengisian BBM di depot Pertamina Labuhan Deli, oknum petugas Security, oknum petugas pintu ke luar masuk Pertamina Labuhan Deli, oknum pengawas PT. Elnusa, bahkan oknum Upms-I Medan. Sehingga pengisian BBM lebih di depot Pertamina Labuhan Deli (Beli BBM tak resmi-red) yang dilakukan antara sopir dengan oknum PT. Mesran (perusahaan koperasi Pertamina-red) berjalan mulus.

Berawal dari kejahatan di dalam depot Pertamina Labuhan Deli inilah para awak mobil tangki Pertamina menjual BBM itu kepada mafia BBM yang antri di sepanjang jalan KL Yos Sudarso, lebih-lebih di lokasi daerah simpang KIM Kelurahan kota Bangun Kecamatan Medan Deli (lokasi siong terbesar di kota Medan-red).

Seperti biasanya, setiap kali kejahatan di depot Pertamina Labuhan Deli disoroti berbagai kalangan, petinggi Pertamina yang dalam hal ini Upms-I Medan sibuk melakukan pengawasan ekstra ketat, padahal tindakan itu hanya serimonial belaka. Saat itu, peraturan dan pengawasan benar-benar dijalankan, namun tegasnya paling lama satu bulan, selanjutnya jalan seperti biasa. Tak heran, jika istilah pangkat kopral bergaji jendral di Pertamina Labuhan Deli berlaku. Tak juga guna heran jika sopir mobil tangki Pertamina dan pengawas punya mobil pribadi dan rumah mewah.

Disisi lain, oknum Pertamina dan oknum PT. Elnusa melakukan razia di sepanjang jalan KL Yos Sudarso (Tempat-tempat lokasi BBM ilegal-red) bukannya untuk membuat pelaku jera. Namun sopir mobil tangki Pertamina Labuhan Deli yang tertangkap jual BBM itu dijadikan ATM. Sementara dari lokasi penampungan BBM ilegal itu terima amplop bulanan.

Jika saja pihak Pertamina dan pihak PT. Elnusa serius mengatasi mobil tangki Pertamina Labuhan Deli yang kencing di jalan, dipastikan setiap harinya akan didapati sedikitnya 50 unit mobil tangki yang nakal di sepanjang jalan KL Yos Sudarso dan Jln. Rahmad Buddin Kelurahan Terjun. Sayangnya, setiap kali hendak dilakukan razia serius, terlebih dahulu diketahui pihak lokasi-lokasi BBM ilegal.

Lain hal di wilayah hukum Kabupaten Karo. Penegak hukum berseragam coklat-coklat di daerah itu sepertinya benar-benar menegakkan payung hukum. Baru-baru ini (Sabtu, 18/5/2013), 2 unit mobil tangki Pertamina Labuhan Deli masing-masing BK 9883 TO dengan sopir Horas Manurung dan Suparman Manurung sopir mobil tangki BK 9843 TO diamankan Polres Karo karena ketangkap jual BBM di tengah jalan. Ke 2 unit mobil tangki yang bertujuan ke SPBU kota Cane Aceh Tenggara, serta ke dua sopirnya itu diamankan ke Mapolres Karo. Ke 2 sopir ditimpakan pasal 374 sub 372 KUHpidana.

Kapoldasu Irjen Pol Drs. Wisjnu Amat Sastro melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Heru Prakoso ketika dikonfirmasi GLOBAL SUMUT.COM melalui telepon selularnya, Jumat (31/5/2013) berjanji akan meneruskan masalah mobil tangki Pertamina kencing di jalan ke Kapolres Pelabuhan Belawan untuk diselidiki. “Terimakasih, saya infokan ini ke Kapolres untuk diselidiki”. Kata Heru melalui pesan singkat SMS.(GS)

Kamis, 30 Mei 2013

Urus Akte Kelahiran Sekarang, Selesainya Tahun Depan


MARELAN - Siapa bilang saat ini mengurus Akte Kelahiran (AK) itu mudah dan cepat?, buktinya selain harus mengantri berjam-jam lamanya serta harus mandi keringat basah kuyup sampai ke kolor, malah di dalam surat diterimanya permohonan berkas akte lahir tercantum selesainya awal januari tahun depan atau tahun 2014, alamak lamanya...setahun.

Begitulah keluhan warga yang diterima Global Sumut, Senin siang (27/05/2013) saat meninjau langsung di dalam ruang aula kantor Lurah Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan.

Warga mempertanyakan kenapa kepengurusan surat Akte kelahiran sampai lama, padahal warga sangat membutuhkan Akte kelahiran tersebut untuk keperluan kepengurusan anak sekolah maupun kepengurusan lainnya baik masuk PNS, TNI/Polri bahkan tak menutup kemungkinan untuk daftar Caleg dalam masa Pilcaleg yang sudah diambang pintu ini.

"Benar bang, berkas yang sudah diterima petugas pelayanan Disdukcapil yang kuterima tertulis siap Akte Lahir 9 januari 2014, gimana ini ya bang?, kata yanto (28) sembari mengatakan apa mungkin kutanya saja sama rumput yang bergoyang bak lagu Ebiet G.Ade. (GS)

Pemkab Sergai Gelar Sosialisasi PP Nomor 53 Tahun 2010

PANTAI CERMIN - Disiplin menjadi kata kunci agar kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi lebih baik. Disiplin menjadi sangat sukar untuk diterapkan jika orang yang bersangkutan memang tidak berkenan untuk tetap konsisten serta patuh dan taat terhadap ketentuan dan aturan yang berlaku.

Kesiap-sediaan memenuhi aturan yang berlaku merupakan bukti konkret dari suatu bentuk displin. Oleh karena itu disiplin bermula dari diri sendiri. Sepanjang diri sendiri tidak dapat berubah dalam mengikuti peraturan yang berlaku maka disiplin merupakan sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 yang merupakan peraturan penyempurnaan PP Nomor 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin PNS. Hal ini sangat berguna untuk memberikan ketentuan yang jelas agar disiplin PNS lebih baik. Disiplin yang semakin membaik akan mampu memberikan pelayanan yang prima bagi seluruh masyarakat.

Hal ini dikemukakan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. T. Erry Nuradi MSi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wabup Ir. H. Soekirman saat membuka Sosialisasi PP Nomor 53 Tahun 2010 di aula Theme Park Resort Pantai Cermin, Rabu (29/5).

Kegiatan sosialisasi PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi seluruh aparatur pengelola kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai. Kegiatan ini menjadi sangat penting dalam rangka peningkatan kinerja aparatur penyelenggara pemerintahan dan akan sangat berguna untuk peningkatan performa dalam memberikan pelayanan publik, ungkap Wabup.

Lebih lanjut disampaikan Wabup Soekirman jika seorang PNS tidak bisa menerapkan disiplin yang baik dalam kinerjanya maka pelayanan publik yang diberikan tidak akan pernah maksimal. Karena sangat mustahil untuk memberikan pelayanan prima kalau PNS tersebut tidak bisa mengikuti aturan yang berlaku dalam tatanan birokrasi pemerintahan.

Sebelumnya panitia penyelenggara melaporkan tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini untuk pembinaan dan peningkatan kedisiplinan PNS di lingkungan Pemkab Sergai sehingga dengan demikian pelaksanaan tugas-tugas sebagai aparatur penyelengara pemerintah khususnya di tanah bertuah negeri beradat ini dapat berjalan optimal dan memenuhi seluruh harapan dari masyarakat. Hadir sebagai narasumber pada sosialisasi ini Kepala Bidang Bimbingan Teknis Drs. Subekti Agus Irianto dan Kepala Seksi Pengembangan Kepegawaian Suparlan SH, MSi pada BKN Kantor Regional VI Medan.(GS)

6,5 KG Sabu Diamankan BNN SUMUT


Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut lakukan pengerebekan dirumah bandar narkoba yang berada dikawasan Jalan Wajir, Kecamatan Medan Maimun. Hasil dari penggerebekan, Selain mengamankan tujuh orang tersangka narkoba , petugas BNN juga menyita barang bukti 6,5 kg sabu.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, jika dalam penggerebekan tersebut BNN mengamankan tujuh tersangka, diantaranya, 3 laki-laki dan 4 perempuan. YDS, satu di antara tiga laki-laki yang diamankan merupakan pemilik rumah yang diduga sebagai bandar. Sementara dua rekannya berinisial BD dan FB ditengarai sebagai pengedar (jaringan peredaran Narkoba Lintas Propinsi).

"Ada 3 laki laki dan 4 perempuan yang kita amankan,kini mereka tengah menjalani tes dan sudah dinyatakan positif menggkonsumsi narkoba. 4 perempuan, 3 positif menggunakan narkoba, yang satu lagi istri tersangka. Keempatnya masih diperiksa untuk diselidiki," ujar Kepala BNN Sumut, Kombes Pol Rudi Trenggono di kantor BNN Sumut, Jalan Halat Medan, Kamis (30/5). Sore Sekira pukul 17.20 WIB.

Rudi juga menyebutkan, jika penggerebekan di rumah toko (ruko) yang berada di sebelah karaoke keluarga di Jalan Wajir itu dilakukan pihaknya Rabu (29/5) malam, setelah sebulan melakukan pemantauan terhadap jaringan narkoba tersebut.

Di ungkapkan Rudi, jika YDS diduga merupakan bandar besarnya, dikarenakan, pada saat dia ditangkap, selain mengamankan barang bukti sabu-sabu dengan berat sekitar 6,5 kg, 50 butir pil ekstasi , uang tunai Rp 200 juta dan sejumlah airsoft gun juga di yakini jika barang tersebut adalah milik YDS.

"Sindikat ini duga tidak menjual sabu-sabu dengan sistem eceran, karena barang ilegal itu ditemukan sedang dikemas dengan berat 100 gram tiap bungkusnya," beber Rudi.

Tambah Rudi, sindikat YDS ini disinyalir mendapatkan sabu-sabu dari Tanjungbalai, Sumut, yang dikirim dari luar negeri. Mereka diduga mendistribusikannya di wilayah Medan sekitarnya.

"Saat YDS digeledah, kami juga menemukan kartu pers dari tangannya. Dia juga mengaku berprofesi sebagai pengacara," tukas Rudi.

Disebutkan Rudi, petugas BNN juga sempat bergerak ke sebuah hotel setelah menggerebek rumah YDS. Namun, disana tidak mendapatkan tersangka lain.

Sementara itu, kasus ini masih terus dikembangkan Tim dari BNN dan kini masih menyebar guna menindaklanjuti penangkapan ini. "Sementara ini masih kita kembangkan," Tandas Rudi. (KMN)

Pemilihan Bupati Deli Serdang Digelar Oktober Mendatang


Deli Serdang – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang di Gelar pada 23 Oktober 2013. Penetapan pelaksanaan Pilkada sesuai dengan surat keputusan KPUD Deli Serdang dengan No.01/KPTS/KPU-DS-655895/2013. Persiapan Pemilihan Kepala Daerah Deli Serdang terdiri atas tiga meliputi non tahapan, Pelaksanaan Regulasi dalam bentuk keputusan, dan pelaksanaan tahapan.

Ketua KPUD Deli Serdang Mhd Yusri mengatakan "Mengenai tahapan pelaksanaan, lebih kepada tata cara pemutakhiran dan penetapan data dan daftar pemilih, tata cara pencalonan, tata cara kampanye, tata cara pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS, tata cara pelaksanakan Rekapitulasi hasil hitungan suara, dan tata cara penetapan calon terpilih,"

Kemudian non tahapan yaitu tata kerja KPU, pemantauan, sosialisasi, norma, standar, prosedur dan kebutuhanan pendistribusian perlengkapana pemungutan suara, pelaporan dana kampanye, dan audit dana kampanye peserta Pemilihan Kepala Daerah Deli Serdang 2013.

Kedua, pelaksanan pencalonan partai politik, Koalisi Partai Politik dan Calon Independent, meliputi, penyerahan dan verifikasi dukungan pasangan calon Independent, pengadaan dan menyerahkan perlengkapan Berkas dan penghitungan suara berdasarkan norma, standar, prosedur dan kebutuhan yang di tetapkan KPUD Deli Serdang dan selanjutnya kampanye. (DSN)

Erviyani, Buru Ringit Pulang Jadi Mayat

MARELAN - Nasib malang dialami Erviyani (32) Warga Negara Indonesia (WNI) yang merantau ke negeri jiran Malaysia pernah menjadi seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kini tinggal nama, Kamis siang tadi (30/05/2013) jenazahnya dibawa dengan mobil gratis partai Golkar tiba di rumah duka Jalan Young Panah Hijau Gang Kenanga 2 Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan langsung disholatkan di Mushollah Al-Ikhlas sebelum disemayamkan.

Kehadiran jenazah Erviyani ke kampung halamannya membuat warga kaget sehingga puluhan warga sontak melihat prosesi pensholatan jenazah di dalam Mushollah, warga bilang, korban sejak tamat SMA telah menjadi TKI di Malaysia dan kabarnya telah menikah disana tapi anaknya meninggal, belakangan entah bagaimana mendadak ia dikabarkan sakit keras hingga baru kali ini jenazahnya pulang kampung.

Suasana duka masih tampak menyelimuti keluarga Irvan Alek (57) selaku orang tua korban, ia tak banyak berbicara saat ditanyai seputar kematian anaknya di negeri tetangga tersebut, namun ia hanya bisa berpasrah dan mengucapkan rasa terima kasihnya saat pemulangan jenazah anaknya dibantu orang yang mengaku dari LSM Tim Investigasi penyelamat aset negara (TIPAN RI) yakni Bu Erniyati, SE sehingga ia sebagai orang tak punya merasa terbantu dan tak terbebani biaya.

"Katanya anak saya meninggal di Hospital Malaysia karena menderita sakit paru-paru, saya juga diperkenankan melihat wajah jenazah anak saya sebelum dimakamkan serta kami ada menerima sejumlah surat dari konjen Malaysia maupun surat keterangan yang menerangkan anak saya meninggal memang karena sakit,"kata orangtua korban saat ditemui langsung di kediamannya.

Alek mengaku, belakangan anak cewek paling besar dari 5 bersaudara ini dikabari sudah menikah dengan rekan kerjanya semasa di Malaysia bernama Hamzah, seorang warga bangladesh, namun yang sangat dikesalkan Alek, kenapa suaminya itu tega berbohong padanya mengabari kalau Erviyani telah dikebumikan di Malaysia.

Padahal nyatanya jenazah anaknya sudah seminggu disana dan baru dipulangkan dengan pesawat terbang, lagi pula nomor HP suami anaknya itu kini sudah tak lagi bisa dihubungi terkesan sudah tak bertangungjawab lagi.Ungkap Alek yang tampak sesekali deraian airmatanya tak terbendung lagi menetes sembari memperlihatkan sejumlah foto anaknya saat berada kerja di Malaysia.

"Sejak Erviyati tak lagi kerja karena sakit di Malaysia, Kini tak ada lagi yang menanggung biaya sekolah adik-adiknya dan hidup kami, biasanya setiap ia gajian tetap mengirimkan uang buat biaya bagi kami disini, kini saya tinggal bersama adik-adiknya sedangkan ibu kandung Erviyati telah terlebih dahulu meninggal dunia,"kenang orangtua korban sedih.

Benarkah Erviyani Tewas Karena Sakit di Malaysia ?

Erviyani (32) cewek asal Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan dikabarkan tewas akibat penyakit yang dideritanya, namun para warga disana antara percaya dan enggak, pasalnya korban diketahui selama ini bekerja rajin di Malaysia di salah satu perusahan perakitan elektronik akantetapi belakangan pasca menikah dengan pemuda warga bangladesh tak lain adalah rekan kerjanya malah karir Erviyani mundur bahkan ia terpaksa pulang kampung ke Medan dalam kondisi mengandung hingga akhirnya baru 28 hari kelahirannya bayinya meninggal.

Merasa curiga, akhirnya wartawan mengunjungi kediaman orangtua Erviyani, persisnya di Gang Kenanga 2 Lingkungan VII Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan.Disana sudah ada sejumlah warga dan Irvan Alek (57) selaku ayah kandung korban bersama adik-adik korban terduduk lemas diselimuti suasana duka yang mendalam.

Sepintas lalu memang, seperti tak ada orang kemalangan sebab di depan rumah tak tampak tenda terpasang namun hanya sejumlah bangku dan sofa yang sudah agak robek dikeluarkan di depan rumah.Silahkan masuk pak,? sapa orangtua korban Erviyani saat menyambut kehadiran awak media.

Setelah memperkenalkan diri dan turut mengucapkan duka cita yang mendalam barulah orangtua Erviyani bercerita, mulai sejak kecil erviyani hingga beranjak dewasa memburu ringgit Malaysia bekerja sebagai TKI setamat SMA, apalagi penghasilan orangtua Erviyani sebagai seorang pedagang keliling hanya pas-pasan saja.

Sejak Erviyani merantau sebagai TKI di negeri tetangga itulah, biaya hidup serta biaya sekolah adik-adik korban sangat terbantu, "Kakak sejak kerja memang sering kirim uang buat biaya sekolah dan hidup kami disini bang", jawab adik Alm.Erviyani yang masih berstatus SMA Kls 1 di Hangtuah Belawan tersebut.(GS)