Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2013

KPI temukan ustaz berbicara mesum saat ceramah di TV

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mencatat sejumlah pelanggaran yang dilakukan beberapa ustaz saat mengisi ceramah di televisi, pada Ramadan tahun lalu. Umumnya pelanggaran yang dilakukan adalah pelecehan terhadap waria dan berbicara mesum.


Agar kejadian yang sama tak terulang lagi di Ramadan kali ini, KPI bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menindaknya.

"Saya rasa ustaz harus berperilaku yang pantas. Untuk itu, kami menyerahkannya pada MUI," kata Komisioner KPI, Nina Armando di Jakarta, Rabu (10/7).

Nina menjelaskan, kebanyakan ustaz yang berbicara tidak terpuji saat ceramah karena larut dalam acara yang diselingi dengan komedi.

Selama Ramadan, KPI melakukan pemantauan khusus pada tayangan komedi yang tayang menjelang berbuka dan sahur.

"KPI bekerja sama dengan MUI terkait perilaku ustadz atau penceramah yang mengisi acara di televisi," lanjut Nina.

4 Kasus anggota DPR dan asisten pribadinya

Cerita anggota DPR bermasalah dengan asisten pribadi (aspri), bukanlah yang pertama terjadi pada Maureen Situmorang. Dalam beberapa kejadian, memang perselisihan itu terkait dengan masalah pidana.


Jafar Nainggolan, politikus dari Partai Demokrat, harus gigit jari karena sang aspri Maureen Situmorang menggelapkan uang dengan cara memalsukan tanda tangannya. Maureen ternyata menggelapkan dana aspirasi daerah pemilihan (Dapil).

Padahal, Maureen sudah lebih dari tiga tahun menjadi aspri anggota Komisi IV DPR itu. "Kerja sudah 3,5 tahun, bukan saudara, enggak sekampung, tapi dulu dikenalkan oleh salah seorang saudara," ujar Jafar Nainggolan.

Sebelumnya, publik juga sempat heboh dengan skandal antara anggota dewan Max Moein dengan asprinya Desi Firdiyanti. Desi mengaku mengalami pelecehan seksual.

Berikut 4 kasus antara anggota dewan dengan asprinya yang dilansir dari laman merdeka.com:

1. Nurhayati Ali Assegaf

Kehilangan uang karena tertipu oleh asisten pribadi di DPR ternyata juga pernah dialami oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf. Akibatnya, dia pun tak menerima gaji utuh selama tiga bulan.

Nurhayati bercerita, kala itu saat dia menjabat sebagai anggota DPR periode 2004-2009. Begitu percaya dengan asisten pribadinya, selama tiga bulan dia tak pernah memeriksa gajinya sebagai anggota DPR.

Kemudian, setelah berbicara dengan rekan-rekannya di DPR soal jumlah gaji yang diterima setiap bulan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini pun terkejut. Jumlah yang dia terima setiap bulan berbeda dengan rekan-rekannya.

"Saya sendiri pernah kena. Dulu. Itu waktu 2004-2009 saya tiga bulan gaji enggak ada. Saya diingatkan sama teman-teman, gaji kita segini, perasaan tidak segitu saya tanyakan ke teman-teman," kata Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/7).

Setelah tersadar bahwa dia tertipu oleh asisten pribadinya sendiri. Lantas, Nurhayati pun langsung memecatnya dan mengganti dengan asisten yang lebih bisa dipercaya.

"Saya baru sadar setelah 3 bulan, saya berhentikan dia," imbuhnya.

2. Jafar Nainggolan

Maureen Situmorang, asisten pribadi (aspri) anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Jafar Nainggolan menilep uang dengan memalsukan tanda tangan sang bos. Maureen ternyata menggelapkan dana aspirasi daerah pemilihan (Dapil).

Jafar mengatakan, kejadian itu terjadi sejak dua minggu lalu. Dia pun telah menyebarkan foto asprinya yang bernama Maureen Situmorang di sejumlah dinding DPR.

"Sejak dua minggu yang lalu, itu maksud saya ditempel supaya siapa tahu dia datang lagi ke kantor, jadi bisa waspada atau diamankan," kata Jafar, Selasa (9/7).

3. Max Moein

Skandal anggota DPR Max Moein dengan asprinya Desi Firdiyanti sempat membuat heboh publik. Desi melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya ke Badan Kehormatan (BK) DPR.

Meski begitu, Desi tidak membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Namun, wanita mungil itu mengaku puas setelah BK memutuskan untuk memecat anggota Komisi Perbankan itu dari DPR.

"Alhamdulillah sudah terjawab. Ini membuktikan ada pelanggaran etika," kata Desi pada tahun 2008 lalu. Desi menilai pemecatan Max dapat mengembalikan nama baiknya.

4. Luthfi Hasan Ishaaq

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus suap quota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq terseret dalam pusaran kasus tersebut.

Nama Ahmad Zaky mencuat setelah lembaga antikorupsi menyita sejumlah mobil milik Luthfi yang diduga dibeli dengan uang haram. Namun yang membuat heboh adalah setelah menunjukan mobil-mobil tersebut, Zaky melarikan diri.

Beberapa kali dipanggil KPK, Zaky selalu mangkir. Teka-teki mengenai sosok Zaky akhirnya terungkap lewat penuturan Zainuddin Paru, penasehat hukum Luthfi Hasan Ishaaq.

"Jabatan resmi di partai enggak ada. Kalau menurut pengakuan, beliau (Ahmad Zaky) sekretarisnya Pak Luthfi," kata Zainuddin di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/5).

Penerbit buku SD berisi cerita porno siap bertanggung jawab

CV Graphia Buana, penerbit buku mata pelajaran tambahan Bahasa Indonesia kelas VI SD/MI yang berisikan cerita porno, menuding kesalahan ada pada penulis.


"Kalau soal isi kita nggak punya kewenangan, karena semua isi buku merupakan tanggung jawab dari penulis," kata Juru Bicara CV Graphia Buana Dede Syamsul Anwar di Bogor, Kamis (11/7).

Namun demikian,, pihaknya siap bertanggungjawab atas beredarnya buku tersebut. "Kita sudah menarik sekitar 4.200 eksemplar buku yang sudah beredar. Sedangkan kita mencetak 10 ribu eksemplar untuk buku tersebut," katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan buku mata pelajaran berjudul 'Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia', terbitan pertama Maret 2013 itu, menurutnya ditulis oleh Ade Khusnul dan M Nur Arifin.

"Ada sekitar 2 ribu eksemplar buku masih tersimpan di gudang. Sedangkan yang 8 ribu sudah kita sebar ke sejumlah toko di Bogor," terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihak penulis dan penerbit sudah berkomunikasi terkait adanya salah satu materi buku yang tidak layak dibaca oleh anak se-usia kelas VI SD.

"Pihak penulis siap merevisi materi isi buku tersebut, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kesalahan yang diperbuatnya," tandasnya.

Bahkan pihak penulis sudah melayangkan surat kepada kami dan pembaca adanya kesalahan dalam muatan mata pelajaran bahasa Indonesia yang dinilai porno.

"Mereka sudah melakukan revisi dari isi buku ini," terangnya.

Minggu, 30 Juni 2013

Ledakan Terjadi di Gedung DPRD Jateng, Warga Dengar 15 Kali


Sebuah ledakan terjadi di belakang gedung bagian kiri DPRD Jawa Tengah, tepatnya di selokan gedung DPRD Jateng, Minggu sore 30 Juni 2013.

Saksi mata Slamet Riyanto, menyatakan ledakan terdengar sebanyak 15 kali. Ledakan pertama terdengar paling keras hingga penutup saluran terlempar ke atas mengenai plafon gedung DPRD Jawa Tengah.

"Selanjutnya disusul ledakan kecil-kecil,dan setelah disemprot oleh pemadam dari selokan muncul bau belerang, selanjutnya disusul kembali ledakan sebanyak lima kali tetapi ledakan kecil," ujar Slamet yang juga staf Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

Polda Jawa Tengah langsung menerjungan tim Gegana dan sedang menyisir ke lokasi sekitar kejadian. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Dwi Priyatno terjun langsung ke lokasi dan belum memberikan keterangan.

Pilkades serentak di Tangerang ricuh, kantor kelurahan dibakar


Kericuhan terjadi saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar secara serentak di seluruh Kabupaten Tangerang, tepatnya di TPS Lapangan Pondok Jaya, Kampung Benda Baru RT 3/3 Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, Minggu (30/6). Akibatnya, panitia terpaksa menghentikan penghitungan suara dan kotak suara selanjutnya diamankan di kantor Polsek Sepatan.

Massa pendukung masing-masing calon lurah saling serang dengan menggunakan batu dan balok. Tindakan ini menyebabkan beberapa mobil petugas kepolisian rusak karena terkena lemparan batu.

Kericuhan ini terjadi karena dipicu adanya tiga orang yang diduga sebagai penyusup yang notabene bukan warga setempat ingin ikut mencoblos. Aksi penyusupan itu langsung diketahui warga.

Panitia pemungutan suara kemudian mencoba mengamankan, tetapi ketiganya justru memilih melarikan diri. Atas upaya itu, warga menjadi marah dan situasi menjadi memanas.

Peristiwa yang sama kemudian kembali terjadi dengan pelaku penyusupan sebanyak satu orang. Suasana semakin menegang dan seorang pemuda yang diduga penyusup itu pun menjadi bulan-bulanan warga.

Pemuda, yang belakangan diketahui beridentitas Hendra Arip (21) kemudian diserahkan kepada petugas kepolisian. Dia merupakan warga Sepatan Duku RT 05/01 Kelurahan Sepatan.

"Pada saat perhitungan suara, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat perhitungan belum selesai (sementara) dan unggul H Uding. Tiba-tiba sekelompok warga yang kalah mengamuk, membuat situasi tidak kondusif karena sesama warga saling serang," ujar salah seorang saksi mata, Usep, di lokasi kejadian.

Akhirnya pihak kepolisian mengeluarkan tembakan ke udara guna membubarkan massa. Tetapi, tembakan itu justru membuat warga semakin geram dan menyerang polisi. Akhirnya penghitungan suara dihentikan dan kotak suara diamankan ke Polsek Sepatan.

Kapolsek Sepatan Kompol Sunaryo belum dapat memberikan keterangan. Ini karena kericuhan berpotensi terjadi lagi. "Saya belum bisa cerita apa-apa dulu, karena hingga saat ini potensi bentrokan masih bisa terulang," ujarnya saat dihubungi.

Selain itu, terang Sunaryo, pihaknya belum mengamankan pelaku karena terkonsentrasi mengendalikan massa. "Saya masih di lapangan, belum ada yang kami amankan. Karena yang terpenting konsentrasi saya atas keamanan kita jaga lebih dulu," kata dia.

Kamis, 27 Juni 2013

5 Cerita lucu petugas saat razia pengemis dan waria

Suku Dinas Sosial Pemkot Jakarta Selatan ingin menjadikan kawasannya sebagai daerah yang nyaman dengan merazia sejumlah pengemis dan waria. Petugas juga merazia anak punk di jalanan, sebab mereka dinilai mengganggu ketertiban masyarakat.


Pengemis, waria dan anak punk ini sudah menjadi pemandangan biasa di lampu merah kawasan Jakarta Selatan. Contohnya perempatan di Jalan Sisingamangaraja, mereka kerap main kucing-kucingan untuk menghindari petugas.

Namun, ada cerita lucu yang dialami petugas saat menjaring pengemis, waria dan anak punk tersebut.

Berikut cerita lucu petugas saat razia pengemis dan waria.

1. Pengemis tuna netra berlari lincah saat kehujanan

Petugas Suku Dinas Sosial Pemkot Jakarta Selatan yang saat itu tengah mengintai kawasan jalan TB Simatupang mendapati seorang pengemis pria yang tuna netra (buta) tiba-tiba berlari lincah saat kehujanan. Pura-pura buta merupakan salah satu modus pengemis mengelabui warga Jakarta.

"Di daerah sana (TB Simatupang) itu biasanya mereka yang mengemis dengan modus pura-pura buta," ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda saat ditemui di kantornya, Rabu (26/6).

"Nah, waktu itu kebetulan tiba-tiba turun hujan. Lama-kelamaan deras. Eeeh itu pengemis tahu-tahu lari kocar kacir nyari tempat neduh," cerita Miftah sambil tertawa.

2. Lari pengemis 'hamil' kalahkan petugas

Kejadian lucu juga ditemui petugas Suku Dinas Sosial Pemkot Jakarta Selatan saat merazia sejumlah pengemis perempuan yang secara kasat mata tengah berbadan dua.

"Kita pernah menemui di kawasan Mampang Prapatan. Pengemis hamil-hamilan," ujar Miftah.

Ungkapan hamil-hamilan tersebut bukanlah tanpa alasan. "Sewaktu akan kita razia, itu PMKS hamil-hamilan larinya kenceng banget. Logikanya apa iya perempuan yang tengah hamil besar seperti itu bisa lari dengan cepat," tuturnya.

Benar saja, ketika berhasil dijaring, petugas menemukan sebuah bantal di balik baju si pengemis 'hamil-hamilan'.

3. Butuh enam petugas hadapi seorang waria

Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda mengakui bahwa merazia waria dibutuhkan jumlah personel yang tidak sedikit.

"Waria itu tenaganya dua kali lipat dari laki-laki normal," ujarnya.

Menurut Miftah, dibutuhkan sekitar enam personel untuk membawa paksa waria masuk ke dalam mobil petugas. "Kita pernah razia satu waria. Itu tenaganya gede bener. Enam petugas kita sampai kewalahan," cerita Miftah.

Butuh beberapa menit bagi petugas untuk membawa paksa si waria ke dalam mobil. "Udah sekitar 15 menitan lah akhirnya itu waria bisa masuk ke mobil. Kemudian petugas berhenti lagi di satu tempat buat merazia gelandangan," terangnya.

"Nah, pas petugas mau memasukan itu gelandangan ke dalam mobil, si waria langsung lompat keluar dorong petugas sampai jatuh. Setelah lompat keluar itu waria larinya kenceng bener," ujar Miftah sambil menggeleng-gelengkan kepala.

4. Petugas hampir pingsan satu mobil dengan anak punk

Keberadaan anak punk yang biasa mengamen di dalam bus kerap meresahkan masyarakat. Pasalnya mereka tidak segan-segan memaksa penumpang bus memberi uang saat mengamen apalagi mayoritas anak punk di jalan kerap mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda mengatakan petugas hampir pingsan ketika berada satu mobil dengan anak punk yang telah mereka jaring. "Karena mereka itu kan komunitas anti kemapanan. Segala tindak tanduknya bebas tanpa aturan. Termasuk mandi itu mereka jarang, bukan gaya mereka yang harus setiap hari mandi," ujar Miftah.

Miftah mengatakan mengkonsumsi alkohol yang berlebihan membuat badan mereka sangat tidak sedap. "Mereka juga minum-minum, nyimeng, lalu ditambah enggak mandi. Yaa ampun kebayang deh itu baunya. Petugas bener-bener mau pingsan waktu satu mobil sama mereka," paparnya.

5. Pengemis 'tangan buntung' tonjok rekannya

Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda juga menuturkan pihaknya pernah mendapati pengemis pria yang kondisi tangannya buntung sebelah.

"Itu di depan Al-Azhar pernah kita dapati pengemis pria yang pura-pura buntung tangannya," ujar Miftah.

Miftah menuturkan pihaknya melihat si pengemis tangan buntung secara tiba-tiba mengeluarkan tangan buntungnya untuk memberi bogem mentah kepada orang.

"Kita perhatiin dari jauh. Jadi sepertinya itu pengemis sedang adu mulut sama rekannya. Setelah beberapa lama adu mulut, tiba-tiba tangan kanannya yang tadi terlihat buntung, tiba-tiba keluar dan ninju orang di depannya," ujar Miftah sambil tertawa.

Langsung saja, lanjut Miftah, pihaknya menjaring si pengemis tersebut. "Setelah diperiksa, ya itu tangannya dilipet trus diikat pake tali yang dililit ke perut. Buat ganjel biar nggak jatuh-jatuh tangannya," ungkap Miftah.

Ini alasan KPK belum juga tahan Anas dan Andi Mallarangeng

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan mantan Menpora Andi Mallarangeng sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Namun hingga kini, KPK belum juga menahan keduanya.


Ketua KPK Abraham Samad memastikan akan menahan keduanya. Sebab, sesuai aturan seluruh orang yang ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK pasti bakal ditahan.

"Itu masalah waktu adinda. SOP yang ada di KPK bahwa orang apabila sudah dijadikan tersangka pasti akan ditahan," tegas Abraham di sela-sela rehat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara KPK bersama Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/6).

Menurutnya, penahanan Andi dan Anas menunggu berkas perkara hingga lebih dari 50 persen selesai. "Setelah berkas perkaranya 50 persen selesai," imbuhnya.

Selain berkas, pihaknya juga masih menunggu BPK melaporkan kerugian negara yang terjadi dalam kasus Hambalang. Karenanya dia menilai wajar jika Anas dan Andi belum juga ditahan.

Alasan lainnya adalah, pihaknya khawatir jika berkas belum rampung dan keduanya sudah ditahan sementara batas waktu penahanan telah melebihi seperti yang ditentukan, keduanya bisa bebas murni dari seluruh perbuatannya.

"Karena kita belum mendapatkan hasil perhitungan kerugian negara dari BPK. Kita perlukan dan kita menunggu, kita tahan itu si Alfian Andi buat 120 hari dan kita belum dapatkan perhitungan, maka yang bersangkutan harus dilepas di mata hukum selama-lamanya," tutur dia.

Ketika kasus Hambalang dibandingkan dengan kasus suap kuota impor daging sapi yang para tersangkanya langsung ditahan KPK, Abraham menjelaskan, bahwa kasus impor daging sapi adalah kasus operasi tangkap tangan.

"Kasus yang lain tidak perlu perhitungan kerugian negara. Kasus yang anda bilang itu OTT (Operasi Tangkap Tangan) cepat, jadi harus dibedakan," tandasnya.

Senin, 24 Juni 2013

Wartawan mingguan peras pabrik sepatu Rp 10 juta

Tiga orang mengaku dari LSM dan tiga wartawan mingguan ditangkap Satuan Reskrim Polresta Tangerang karena melakukan pemerasan terhadap PT Pinggala Adinata, perusahaan yang memproduksi sepatu Bata di kawasan Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.


Para tersangka adalah wartawan berinisal JS, 42, JT, 35, SA, 43, orang yang mengaku anggota Lembaga Misi Reclasseering EL, 36, Badan Penelitian Aset Negara WB, 36 dan DY, 39. Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Siswo Yuwono mengatakan, modus keenam tersangka dengan menanyakan perizinan dan gaji karyawan perusahaan.

Setelah diketahui tidak sesuai ketentuan, tersangka mengancam akan memberitakan ke media massa dengan tudingan perbudakan seperti kasus pabrik kuali.

"Mereka pun meminta uang jika tidak ingin masalah perusahaan itu diberitakan. Awalnya uang yang diminta Rp 10 juta, tapi korban menyanggupi Rp 6 juta," ujarnya, Senin (24/6).

Setelah sepakat, uang itu diserahkan ke para tersangka dengan tanda terima kwitansi bermaterai pada Jumat (21/6) sekitar pukul 16.30 WIB, di PT Pinggala Adinata. "Setelah menerima uang, pelaku langsung kami tangkap di lokasi. Dari tangan tersangka, pihaknya mengamankan satu lembar kwitansi, tiga ponsel dan enam ID card," tukas Siswo.

Terkait kebenaran profesi wartawan para tersangka, Siswo mengaku masih mendalaminya. Para tersangka dijerat Pasal 368 jo 55 KUHP tentang pemerasan dan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Ada rumah sewaan murah untuk pasangan mesum di Surabaya

Menjelang bulan suci Ramadan yang akan tiba pada awal Juli mendatang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya mengoptimalkan razia di tempat rekreasi hiburan umum (RHU). Mereka juga menyisir Jalan Kembang Kuning, namun tidak satu pun PSK dan waria yang biasa mangkal di lokasi itu terjaring.


"Tetapi tidak jauh dari tempat tersebut petugas menemukan tiga pasang muda-mudi sedang berbuat mesum di sebuah rumah salah satu penduduk yang disinyalir menjadi tempat persewaan murah," Kabid Pengendalian dan Operasi Satpol PP Surabaya, Dari, Minggu (23/6).

Dari menambahkan, razia tersebut digelar pada Sabtu (22/6) malam. Beberapa tempat hiburan malam seperti di Jalan Embong Malang yakni di cafe Emma, Milenium cafe, dan Family Cafe.

Hasilnya, sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) sejumlah cafe itu tidak bisa menunjukkan izin penjualan minuman keras. Selain itu, tim bergerak ke Darmo Park dan berhasil menemukan tiga lokasi RHU yang kedapatan tidak memiliki izin penjualan minuman keras.

"Secara keseluruhan, kami dalam operasi itu mendapat 96 kasus, termasuk di dalamnya tiga pasangan mesum dan 13 anak di bawah umur tanpa identitas," ujar Dari.

Operasi serupa akan digelar secara terus menerus hingga menjelang bulan suci Ramadhan. Selain itu, pihaknya juga minta tim RHU Pemkot Surabaya untuk memberikan sanksi kepada sejumlah pengusaha hiburan yang kedapatan tidak memiliki izin.

5 Problem BLSM, bupati menolak hingga dipakai bayar tagihan air

Sebelum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah menyiapkan program untuk memproteksi warga tidak mampu dari peningkatan inflasi yang disebabkan kenaikan BBM. Ada empat kebijakan yang disiapkan, yakni bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), penambahan beras untuk rakyat miskin (raskin), program keluarga harapan (PKH), dan bantuan siswa miskin (BSM).


Setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang, DPR pun menyetujui RAPBN-P 2013 yang telah memasukkan paket kenaikan harga BBM dan program proteksi warga tidak mampu. Pengumuman kenaikan pun dilakukan pada Jumat (21/6) malam di Kementerian Koordinator Perekonomian.

Penyaluran BLSM tahap pertama pun dimulai sejak Sabtu (22/06) di 14 kota Besar di seluruh Indonesia. Sementara itu, di tingkat kota/kabupaten mendapatkan jatah pada tahap ketiga dengan target hingga bulan Juli.

Penyaluran BLSM bersamaan dengan kartu perlindungan social (KPS) kepada rumah tangga sasaran (RTS). KPS menjadi syarat utama pengambilan BLSM sebesar Rp 150.000 selama empat bulan di kantor pos. Pembayaran BLSM dilakukan dua kali dengan nilai Rp 300.000.

Namun, program ini tidak berjalan sempurna. Ada beberapa masalah yang dihadapi terhadap kebijakan strategis pemerintah ini. Apa saja?

1. Ada kecamatan yang menolak

Takut bermasalah dengan warganya, Camat Pancurbatu, Deli Serdang, Sumatera Utara menolak menerima KPS. Langkah itu terpaksa dilakukan karena jumlah penerima BLSM di kawasan itu berkurang.

"Kecamatan Pancurbatu yang jumlah penerima BLSM-nya mencapai 6.247 rumah tangga sasaran dari 18 desa/kelurahan menolak KPS karena takut bermasalah dengan warganya sehubungan jumlah penerimanya berkurang," kata Humas PT Pos Indonesia (Persero) Wilayah Sumut-Aceh, Ahmad Fachruddin Daulay di Medan, Sabtu (23/6).

Karena mendapat penolakan, PT Pos akan melakukan pembicaraan dengan kepala daerah dan masyarakat setempat soal kebijakan penetapan penerima dana BLSM itu. Tahun ini, jumlah penerima hanya 1,1 juta RTS dari tahun 2008 yang berjumlah 1,28 juta rumah tangga.

2. Tak ada sosialisasi di Bekasi

Tidak adanya sosialisasi mengenai pencairan dana BLSM membuat bingung Pemerintah kota (Pemkot) Bekasi. Sampai saat ini, Pemkot belum mendapatkan laporan terkait pencairan bantuan secara cuma-cuma yang dikabarkan diambil dari utang luar negeri itu.

"Di Kota Bekasi belum ada (pencarian), kami nggak tahu kapan (penyaluran BLSM)," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Alexander Zulkarnaen di Bekasi, Minggu (23/06).

Laporan yang dimaksud adalah laporan dari tingkat RT/RW, kelurahan maupun kecamatan terkait jumlah warga tidak mampu yang akan menerima BLSM. Selain tak ada laporan, Pemkot Bekasi juga tidak mengetahui persis teknis pencairannya kepada masyarakat.

Namun, Zulkarnaen menduga proses pencairannya sama seperti bantuan langsung tunai (BLT) beberapa tahun lalu. "Mungkin seperti BLT," ucapnya singkat.

3. Bisa habis sehari

Pengamat Ekonomi, Faisal Basri mengatakan, dana yang diberikan melalui BLSM akan menambah daya beli masyarakat, namun tidak meningkatan perekonomian Indonesia. Seharusnya, didukung dengan mendorong usaha perkembangan industri berupa lapangan kerja yang berkualitas.

"Dana BLSM membuat semakin rendah upah seseorang. Semakin dikasih kan semakin rendah dong. Ini BLSM dua bulan sekali kan aneh, gaji aja sebulan sekali. Orang miskin kan keinginan lebih banyak dari kemampuannya kan. Kemudian BLSM datang dua kali setiap dua bulan Rp 300 ribu, itu sehari juga habis," ujarnya saat diskusi Polemik Sindo dengan tema BBM Naik, Siapa Tercekik di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (22/6).

Belum lagi harga-harga yang naik dua kali itu malah membebankan rakyat. "Efeknya sampai empat-lima bulan karena upah baru bisa naik Januari 2014. Sementara harga sembako tidak bisa dipantau begitu saja, sehingga terjadi penurunan kesejahteraan rakyat sampai Desember," tutup dia.

Dia juga tidak menyakini, bahwa bantuan BLSM akan berjalan semulus yang diperkirakan pemerintah. "Saya enggak yakin, kita lihat saja nanti. Kapan data orang miskin dimasukkan juga enggak jelas kan," tegasnya.

4. Ada bupati menolak

Bupati Bandung Dadang M Nasser secara tegas menolak BLSM sebagai kompensasi kenaikan harga BBM. Menurutnya BLSM tidak berbentuk uang tunai yang diserahkan kepada masyarakat.

"Uang tunai itu tidak mendidik dan menjadikan masyarakat malas. Carikan solusi lain dong yang bisa mendidik masyarakat. Daripada uang langsung, misalnya lebih baik bentuk program lain," jelasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, BLSM kerap tidak tepat sasaran dan cenderung politis. Karena pemerintah daerah yang direpotkan dengan program BLSM tersebut.

"Sebab, mereka hanya menunggu bantuan pemerintah, sehingga tidak mau berusaha," jawabnya.

5. Warga tidak menggunakan untuk kebutuhan harian

Sejumlah warga penerima bantuan langsung sementara masyarakat mengaku akan memanfaatkan dana tersebut, tapi tidak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari melainkan membayar tagihan dan menambah modal usaha.

"Sudah lima bulan saya tidak bisa membayar tagihan PDAM. Karenanya, uang ini akan digunakan untuk membayar tagihan air. Kebetulan belum diputus oleh PDAM," kata warga Kelurahan Pringgokusuman Karmi usai menerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kantor Pos Besar Yogyakarta, Sabtu.

Perempuan berusia 54 tahun tersebut sehari-hari bekerja berjualan nasi bungkus di Stasiun Tugu dengan pendapatan yang tidak pasti. Sehingga dengan rata-rata tagihan air dalam satu bulan Rp 55 ribu membuatnya sulit membayar tagihan.

Sementara itu, Painem (80) mengaku akan memanfaatkan uang yang diterimanya untuk menambah modal usaha berjualan nasi bungkus di Pasar Beringharjo.

"Harga bahan kebutuhan pokok di pasar sudah naik sehingga hasil penjualan nasi bungkus kemarin sudah tidak dapat digunakan untuk membeli bahan makanan. Karenanya, uang ini akan digunakan untuk kulakan," kata warga Kelurahan Pringgokusuman Kecamatan Gedongtengen yang datang ke kantor pos diantar oleh anak laki-lakinya.

Senada, Hari Sukihartono yang akan memanfaatkan bantuan langsung sementara masyarakat itu untuk menambah modal usahanya membuat tas sepeda motor.

"Namanya kerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Karenanya, uang ini bisa digunakan untuk tambahan modal usaha," katanya.

Orang tak dikenal umbar tembakan di depan perumahan John Kei

Aksi penembakan kembali terjadi di Perumahan Tytyan Indah, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dua orang pelaku tak dikenal mengumbar tembakan ke udara sebanyak empat kali di depan pintu perumahan, pagi tadi.


Ceritanya, dua orang warga Perumahan Tytyan Indah Yongki (30) dan Juta (20) melintas di lokasi kejadian menggunakan sepeda motor sekira pukul 04.00 WIB. Tiba-tiba diberhentikan oleh dua orang pelaku yang juga mengendarai sepeda motor.

"Kami diberhentikan, mereka kemudian menembak ke udara sebanyak empat kali," kata Yongki dan Juta kepada petugas Kepolisian Polresta Bekasi Kota, Senin (24/06).

Pasca mengumbar tembakan, dua orang pelaku lantas melarikan diri ke dalam perumahan setempat. Sedangkan dua orang saksi yang takut meminta bantuan kepada warga sekitar untuk mencari tahu pelakunya, namun, tidak ketemu.

Tak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini. Petugas Kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Namun, tak ditemukan selongsong maupun proyektil senjata api pelaku.

Kasusnya dalam penanganan Polsek Medan Satria dan Polresta Bekasi Kota. "Sudah cek TKP, proyektil dan selongsong tak ditemukan," kata Ipda Wakija Kanit II SPKT Polresta Bekasi Kota.

Rabu, 19 Juni 2013

Indonesia Siap Jelaskan Kabut Asap ke Singapura


Pemerintah Indonesia akan mengadakan pertemuan teknis dengan pejabat Singapura untuk jelaskan masalah kebakaran hutan sejak Senin 17 Juni lalu. Akibat kebakaran hutan itu, Singapura kena dampak kabut asap.

Usai menerima kunjungan kerja tiga Menteri terkait persiapan Konferensi Tingkat Tinggi APEC ke-21 di Gedung Pancasila, Kemlu, Rabu 19 Juni 2013, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengaku belum tahu kapan dan di mana pertemuan itu akan diadakan. "Mungkin Kamis besok," kata dia.

Marty membenarkan sudah dihubungi Menlu Singapura K Shanmugam yang menanyakan masalah asap. Selain Menlu, Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura, Vivian Balakrishnan juga menghubungi Meneg Lingkungan Hidup RI Balthasar Kambuaya.

"Kami sudah menginformasikan kepada mereka soal langkah-langkah penanganan yang ditempuh pemerintah Indonesia. Mereka juga mengutarakan keprihatinannya soal kebakaran hutan ini kepada kami," kata Marty.

Marty melanjutkan, semua langkah penanganan sudah dikerjakan kementerian terkait, di bawah koordinasi Menkokesra, Agung Laksono. "Dia sudah menjelaskan langkah-langkah apa saja yang telah ditempuh pemda maupun pemerintah pusat untuk mengatasi asap lintas batas yang diakibatkan titik api di beberapa wilayah di Pulau Sumatera, khususnya di Riau," imbuh Marty.

Dalam kesempatan itu, Marty juga menekankan bahwa kebakaran hutan kali ini muncul bukan karena Indonesia ingin menciptakan permasalahan di kawasan. Dia pun mengakui, kasus kebakaran hutan di Sumatera sudah berlangsung 17 tahun. Meski demikian, bukan berarti Indonesia tidak melakukan apa-apa.

"Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia sudah mulai membuahkan hasil," kata dia.

Pada Senin siang, asap kebakaran hutan di Pulau Sumatera mulai menyebar ke negara-negara tetangga, termasuk Singapura. Kebakaran hutan kali ini memberikan dampak terparah dalam 16 tahun terakhir di Singapura.

Data dari Indeks Standar Polutan pada Senin siang menunjukkan level 80. Apabila melebihi angka di atas 100, maka sudah dianggap tidak sehat.

Pemerintah Singapura kemudian mengimbau warga yang memiliki penyakit jantung dan paru-paru serta mereka yang telah berusia lansia serta anak-anak, jangan terlalu lama berada di tempat terbuka. Menurut situs Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA), kabut itu masih akan ada, beberapa hari ke depan.

Wartawan Tertembak di Ternate Jalani Operasi di RS Polri


Roby Kelery, fotografer harian Mata Publik Ternate yang tertembak saat meliput aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM di Ternate, Maluku Utara, telah menjalani operasi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 18 Juni 2013.

Menurut Yuniarti, kakak kandung Roby, pada Selasa malam 17 Juni 2013 yang bersangkutan tiba di RS Polri. Sesampainya di sana, Roby langsung dibawa ke ruang operasi untuk mendapatkan penangan dari tim medis. "Sudah selesai operasi," ujar Yuniarti.

Yuniarti menyebutkan, pihak yang membawa Robby ke rumah sakit Polri adalah dari kepolisian. Roby diterbangkan ke Jakarta karena alat-alat di rumah sakit yang ada di Ternante tidak memadai. "Semua biaya ditanggung oleh kepolisian," kata dia.

Menurut Yuniarti, saat ini pihak keluarga belum mengetahui keadaan Roby yang mendapatkan luka tembakan di pinggul sebelah kiri itu. Sampai saat ini, belum ada rekan-rekan seprofesi Roby yang menjenguknya ke rumah sakit

"Meski belum ada yang jenguk tapi kalau dukungan tetap ada hingga dibawa ke Jakarta untuk melakukan operasi," tuturnya.

Insiden ini bermula saat aksi demo mahasiswa dari berbagai elemen berujung ricuh. Mahasiswa memaksa masuk kantor Wali Kota Ternate.

Polisi pun menghadang massa mahasiswa. Kesal, mahasiswa lantas melempar batu. Petugas kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan peluru karet dan gas air mata. (VN)

Sabtu, 15 Juni 2013

5 Kegeraman Ahok terhadap operator air bersih Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seringkali bersikap tegas dan garang saat berhadapan dengan lembaga atau seseorang yang berseberangan dengannya. Banyak tokoh dan lembaga tercatat sering kena semprot amarah Ahok . Seperti operator air bersih, Palyja dan Aetra yang akhir-akhir ini sering dikritisi politisi Gerindra ini.


Ahok menilai miring soal rencana penjualan saham Palyja yang dilakukan Suez Environtnment kepada Manila Water asal Filipina. Penjualan saham itu tercium sejak November 2012 lalu. Namun, itu dilakukan tanpa sepengetahuan PAM Jaya yang telah bekerja sama selama 25 tahun dengan pihak Suez.

Bukan hanya soal perjanjian kontroversial itu, PT PAM juga kerap kali disebut bermasalah oleh Ahok . Permasalahan yang ditimbulkan penyedia air Jakarta ini tentu saja menyebabkan kerugian pihak Pemprov dan masyarakat sendiri.

Berikut adalah daftar masalah penyedia air Jakarta yang membuat Ahok berang:

1. Kontrak bermasalah

Ahok mengatakan, kontrak lama yang dibuat antara Pemprov DKI melalui PAM Jaya dengan PT Palyja selaku operator air bersih di Jakarta dinilai tidak adil. Menurut dia, persentase keuntungan yang diberikan kepada Pemprov terbilang amat kecil.

Sementara, dalam kontrak tersebut menyebutkan keuntungan yang didapat Suez Environment, selaku investor dan pemilik saham terbesar PT Palyja mendapat persentasenya amat besar.

Meski menyetujui penjualan saham Palyja milik Suez Environment (SE) ke Manila Water, namun bukan tanpa alasan. Persetujuannya bagian dari jurus jitu sebagai upaya negosiasi ulang kontrak lama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Suez Environment.

Cara atau jurus itu merupakan strategi Pemprov DKI. Karena apabila Pemprov DKI membatalkan akuisisi tersebut, Pemprov DKI harus membayar ganti rugi hingga triliunan rupiah.

2. Palyja hanya mau menjual ke Manila Water

Belum habis rasa kesal dengan kontrak yang selama ini dipakai Palyja. Ahok juga dibuat heran dengan tingkah Suez Environment (SE)yang hanya mau menjual ke Manila Water, tidak ingin menjual ke Pemprov DKI Jakarta.

Alasannya Suez Environment (SE) menjual saham Palyja sebesar 51 persen ke Manila Water karena mengetahui profil dan kredibilitas Manila Water.

"Perusahaan air itu kan ada di Vietnam. Itu anak perusahaan Manila Water. Kita sudah lihat di Manila. Makanya kita bilang tidak mengatakan harus menjual kepada Manila yang penting bagi kita kalau mau menegosiasikan kontrak dengan Palyja satu-satunya saat dia mau menjual saham," jelas Ahok.

3. Hasil bagi keuntungan

Ahok juga berpendapat keuntungan yang didapat Suez Environment selaku investor dan pemilik saham terbesar PT Palyja persentasenya amat besar. Ahok mengaku heran jika Pemprov DKI harus menutupi kekurangan jika keuntungan investor tidak mencapai target sesuai kontrak lama.

"Itu sampai 22 atau 26 persen. Itu tinggi banget. Yang normal kan paling 15 atau 14 persen udah bagus kan. Jadi dia mau paksa dia harus untung sekian," ungkap Ahok.

Ketika ditanya apakah kontraknya akan diubah, Ahok menganggukkan kepala. "Kita mau ubah yang menguntungkan lah. Yang wajar lah," jawabnya.

4. Air bocor

Ahok kembali geram saat diketahui masih ada kebocoran air bersih sebesar 42-45 persen di ibu kota. Ahok tak mau kebocoran ini terus berlanjut karena pada 2015 merupakan batas Millenium Development Goal's (MDGs).

"Cuma masalahnya kita kesel kan. Tahun 2015 itu batas MDG's. Sekarang sudah 68 persen orang kesambung. Kebocoran air masih 42 sampai 45 persen. Itu yang saya kesel gitu loh," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (19/4).

Ahok mendesak kedua operator air bersih, Palyja dan Aetra untuk dapat menekan tingkat kehilangan air atau non revenue water (NRW) dari 40 persen menjadi di bawah 20 persen. Pemprov terus mengoptimalkan kerjasama dan mendorong agar kedua layanan operator penyedia air bersih tersebut menjadi lebih baik.

5. Minta sambungan gratis pipa air

Di 2016, Pemprov DKI menargetkan sekitar 99 persen wilayah Kota Jakarta harus sudah tersambung dengan layanan air bersih. Langkah itu jauh berbeda dengan target sebelumnya hingga 2022 mendatang.

Menurutnya, selama ini warga miskin atau keluarga pra sejahtera membeli air mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per kubik. Karena itu, Pemprov DKI sedang mengajukan ke DPRD DKI untuk membuat peraturan warga golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat membeli air seharga Rp 1.020 per kubik bila memakai hingga 10 kubik per hari.

Politisi Gerindra ini meminta agar kedua penyedia air di Jakarta yaitu Palyja dan Aetra juga membantu Pemprov menyelesaikan target tersebut. Termasuk menyambungkan pipa air secara gratis.

"Kita minta PAM kaji kamu sambungin, gratis. Tapi orang miskin ini kamu kenakan per kubiknya Rp 10 ribu. Dia mau dong, daripada dia beli Rp 30-50 ribu. Jadi 100 ribu. Daripada beli air nunggu nenteng yang enggak jelas. Nah, PAM lagi kaji. Kalau itu kita hitung PAM bisa untung tiap bulan Rp 90 miliar. Jadi PAM bisa nyambung air banyak sekali untuk memenuhi MDG's tadi," jelasnya.

Jumat, 14 Juni 2013

Ahok: Ibu Kota Lebih Kejam dari Ibu Tiri, Itu Salah


Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, sebagai pemegang kekuasaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan berusaha untuk memberikan peluang kepada seluruh warga Jakarta yang ingin berusaha.

Menurut Ahok, Kamis 13 Juni 2013, lahan bisnis di Jakarta seharusnya tidak hanya dikuasai oleh para pengusaha besar, seperti yang dilakukan oleh PT JIExpo sebagai pengelola Pekan Raya Jakarta.

"Jadi, Jakarta itu harus kita ubah. Prinsipnya itu jangan mengatakan ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri. Itu kalimat yang salah," kata Ahok di Balai Kota Jakarta.

"Kalimat yang benar itu, ibu kota itu lebih baik daripada ibu kandung yang miskin. Artinya, ibu kota harus jadi tempat orang berpeluang jadi kaya dan berhasil," dia menambahkan.

Ahok menyatakan, memang sudah seharusnya pemerintah memberikan peluang kepada pengusaha kecil untuk maju. Daripada, menurut dia, hanya memberikan keuntungan terus-menerus kepada pengusaha besar, tetapi tidak ada timbal baliknya untuk Pemprov DKI.

"Kalau orang punya peluang usaha bagus, Anda tidak punya tempat untuk memamerkan produk. Pak Gubernur ingin ada tempat. Kami siapkan pasar, kami modalin. Jadi, Anda yang dari pegawai biasa, berpengalaman, terus bisa jadi pengusaha yang berhasil," tuturnya.

Menurut Ahok, kalau hanya pergelaran produk yang hanya memamerkan mobil dan sepeda motor, pengusaha kecil tidak akan mendapatkan kesempatan.

"Nah, coba kalau misalnya JIExpo. Kamu punya produk kerak telor saja, kalau tidak menyetor Rp15-20 juta, mungkin tidak dapat tempat dagang di sana. Artinya kan jadi masalah," tuturnya.

Bahkan, keluhan mahalnya biaya stand di PRJ juga dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemilik acara PRJ, menurut Jokowi, bahkan tidak diberi kesempatan untuk "mencicipi" keuntungan dividen dari acara itu.

"Bahkan, stand untuk UKM dan usaha rumah tangga milik Pemprov DKI dipatok hingga miliaran rupiah oleh PT JIExpo. Masa pemilik acara disuruh bayar stand, apalagi soal dividen. Logikanya apa?" ujar Jokowi dengan nada keras di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu kemarin.

Jokowi menegaskan, tahun depan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengambil alih penyelenggaraan PRJ. Akan tetapi, tempat penyelenggaraannya belum bisa ditentukan.

Menurut dia, ada beberapa tempat yang dijadikan alternatif, di antaranya Monas dan Ancol. "Kalau lokasi belum pasti, entah di Monas, entah di Ancol atau di tempat yang lain. Tapi, konsepnya pesta rakyat Jakarta," kata dia.

Belajar di Internet, Warga Cengkareng Buat Home Industri Narkoba


Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Fadil Imran mengatakan, anggotanya telah mengamankan satu orang tersangka sebagai pemilik home industri narkoba jenis sabu, di perumahan Bojong Indah, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Tersangka bernama AA (50), selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa alat-alat produksi sabu, dan ekstasi, cairan yang diduga hasil produksi sabu, serbuk merah hasil produksi yang belum di cetak, 190 butir pil ekstasi, dan 800 butir pil happy five.

Fadil menjelaskan, penangkapan AA merupakan pengembangan dari tersangka AT yang diamankan di Jalan Biak, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

"Dari informasi yang disampaikan AT, dia mengakui bersama tersangka AA memproduksi ekstasi dan sabu di rumah itu," kata Fadil, Jumat 14 Juni 2013.

Berdasarkan keterangan sementara yang diberikan AA kepada penyidik, dia mengatakan membuat narkoba jenis sabu dan ekstasi dari internet.

Tersangka, kata Fadil juga mengaku baru satu tahun menjalankan bisnis haram tersebut. "Kami tidak percaya begitu saja, akan kami cari apakah ada jaringannya," jelas mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

Fadil mengimbau masyarakat agar peduli lingkungan tempat tinggal masing-masing, dan mencurigai gerak-gerik yang mencurigakan, kemudian melaporkan ke pihak kepolsian.

"Tersangka AA dan istrinya kami bawa ke Polres untuk pemeriksaan dan pengembangan. AA dikenakan pasal 113 KUHP tentang memproduksi narkoba dengan ancaman 20 tahun penjara," kata Fadil.

Gempa susulan 5,5 SR kembali guncang Tasikmalaya

Setelah gempa 6,5 Skala Richter (SR) terjadi pada pukul 23.47 WIB, gempa susulan dengan kekuatan 5,5 SR kembali mengguncang Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Gempa terjadi pada pukul 00.24, Jumat (14/6).


Gempa kedua ini terjadi di lokasi 8.77 LS,107.72 BT dengan kedalaman 218 km. Gempa terjadi di 145 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sementara gempa sebelumnya dengan kekuatan 6,5 SR, tidak hanya dirasakan oleh warga Tasikmalaya. Getaran gempa juga dirasakan di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Pangandaran dan Cilacap, Jawa Tengah.

Dua kali gempa di Tasikmalaya, nihil korban jiwa

Gempa sebanyak dua kali, malam tadi yang mengguncang Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat tidak menyebabkan korban jiwa. Begitu juga dengan kerugian material.


Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, pihaknya telah memerintahkan kepolisian setempat beserta Bhabinkamtibmas di wilayah Tasikmalaya Selatan untuk mencari informasi lebih mendalam.

"Belum ada temuan korban jiwa maupun kerusakan hingga saat ini," kata Martinus kepada wartawan, Jumat (14/6).

Menurut Martinus, Polresta Tasikmalaya saat ini masih melakukan koordinasi dengan pemerintahan setempat untuk mengantisipasi adanya bencana gempa susulan.

Anggota kepolisian di lapangan juga masih terus melakukan sosialisasi di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kesiapan cara menghadapi gempa bumi. "Jadi koordinasi dengan Pemkot dan Tagana terus dilakukan, kita juga masih akan pantau terus," jelas Martinus.

Gempa 6,5 Skala Richter (SR) terjadi pada pukul 23.47 WIB Kamis (13/6). Gempa susulan dengan kekuatan 5,5 SR kembali mengguncang sekitar 00.24, Jumat (14/6).

Gempa tidak hanya dirasakan oleh warga Tasikmalaya. Getaran gempa juga dirasakan di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Pangandaran dan Cilacap, Jawa Tengah.

5 Ayah ini bukannya mendidik malah paksa anak jadi bandit

Ayah seharusnya bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya. Sebagai kepala rumah tangga, ayah harus dapat memberi contoh yang baik, agar kelak sang anak tumbuh menjadi anak yang berguna.



Namun, dalam beberapa peristiwa justru terjadi sebaliknya. Anak dipaksa untuk berbuat kejahatan. Lebih parahnya, hasil kejahatan itu dinikmati sang ayah untuk kepentingan pribadinya.

Tercatat ada sejumlah kejahatan yang melibatkan ayah dan anak. Ayah menjadi otak, sedangkan sang anak tak bisa berbuat banyak karena diancam.

Berikut 5 ayah yang memaksa anaknya menjadi bandit:

1. Curi dollar majikan

AM (16), seorang pembantu rumah tangga (PRT) nekat mencuri uang dolar milik majikannya, Yati di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. AM mengaku nekat mencuri lantaran disuruh oleh ayahnya.

"Tadinya enggak niat nyolong uang ibu (Yati), tetapi bapak di kampung selalu ngontak dan berpesan untuk ambil barang dari rumah majikan. Nah saya diupahin Rp 300 ribu," ujar AM di Polsek Cempaka Putih, Jumat (22/2).

Kapolsek Cempaka Putih Kompol Adhie Santika mengatakan, hilangnya uang Yati baru diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu Yati membuka lemari dan melihat uang yang tersimpan di laci sudah tidak ada.

"Karena pembantu enggak ada di rumah, Yati curiga dan lapor ke polisi," katanya Adhie.

AM juga mengakui kalau uang tersebut telah diberikan ke ayahnya. Kini, AM harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terjerat pasa 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

2. Gasak sepeda motor

Sikap orangtua ini tak pantas ditiru. Demi melunasi hutangnya, seorang bapak tega menyuruh anaknya mencuri sepeda motor. Keduanya beraksi di wilayah Tangerang dan Kalideres, Jakarta Barat.

Adi Siswandi (48) mengaku terpaksa karena memiliki hutang Rp 10 juta. Tak hanya itu, uang hasil kejahatan juga digunakan buat biaya berobat kakinya yang lumpuh.

"Saya bilang ke anak saya, jika bapaknya ini punya hutang. Belum lagi harus cari biaya pengobatan kaki yang hampir lumpuh. Setelah mendengar keluh kesah, anak saya pun akhirnya mau mengikuti jejak saya," kata Adi.

Akibat perbuatannya Adi Siswandi ditahan di sel Polsek Teluknaga, Kabupaten Tangerang sedangkan anaknya, Hendra Gunawan (19) ditahan di Polsek Kalideres, Jakarta Barat.

3. Embat BlackBerry, HP dan iPhone

Seorang ayah memaksa anaknya mencuri handphone, iPhone dan BlackBerry milik salah satu mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). MN (13) terpaksa menuruti perintah sang ayah HI (34) karena diancam.

Kepala Polsek Pasar Minggu Komisaris Polisi Adri Desas Furianto mengatakan, pencurian itu terjadi, kemarin sekitar pukul 18.30 WIB di kampus IPDN di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Tersangka HI mengantarkan pesanan makanan untuk korban. Kemudian tersangka melihat barang korban tergeletak di dekat jendela," ucap Adri saat dihubungi, Kamis (13/6).

Kemudian, lanjut Adri, HI yang sehari berjualan pecel lele di Pasar Minggu menyuruh anaknya untuk mencuri barang-barang berharga milik korban. Si anak tak bisa menolak karena diancam.

"MN anak tersangka mencongkel jendela kamar korban lalu mengambil barang korban, kemudian menyerahkannya kepada ayahnya yang menunggu di luar," terang Adri.

Polisi hanya menahan HI, sedangkan anaknya yang masih di bawah umur dilepas. Dari HI, polisi menyita iPhone berikut BlackBerry milik korban serta obeng yang digunakan untuk mencongkel jendela.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian yang ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara.

4. Sikat uang Rp 60 juta

Irwandi (42) mengotaki pencurian yang dilakukan dua anaknya Cah (12) dan Can (14) di Dusun Tanjung Raman, Desa Tanjungan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Dua anak itu harus menuruti perintah ayah karena kalau menolak akan dipukuli dan dibanting.

Pertama keduanya beraksi di rumah milik Harun. Di situ mereka mencuri uang tunai Rp 60 juta dan telepon genggam. Kemudian di rumah Erwin mereka menggasak uang Rp 20 juta, dan terakhir di rumah Bustomi mereka mencuri uang Rp 300 ribu, emas 24 karat seberat tiga gram, dan sebuah gitar.

"Can mengaku dia disuruh bapaknya melakukan pencurian. Pencurian harus di rumah yang ditinggal penghuninya dan waktunya pun siang hari," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih.

Selanjutnya, uang hasil curian oleh sang ayah dipakai untuk berjudi, membeli minuman keras, dan membeli sepeda motor.

5. Curi laptop

Wanita berinisial IAS (22) diperintah oleh ayahnya ED (50) untuk menjadi pencuri. Karena memiliki penampilan layaknya mahasiswa, IAS begitu mencuri laptop di kosan para mahasiswi.

Tercatat sudah puluhan laptop digasak oleh IAS. Biasanya, barang hasil curian itu di toko komputer di Mal Ambasador. Tiap kali beraksi, IAS selalu didampingi, namun sang ayah hanya memantau dari jarak jauh.

Makanya, saat IAS tertangkap ED berhasil melarikan diri. Lebih ironis, ED lebih tega melihat ankanya masuk penjara.

KPK resmi tahan Gubernur Riau Rusli Zaenal

Usai diperiksa selama kurang lebih 7 jam, Gubernur Riau Rusli Zaenal akhirnya langsung ditahan KPK. Rusli ditahan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Kelas I Jakarta Timur cabang KPK.


"Ditahan untuk 20 hari ke depan," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP, Jumat (14/6).

Sementara itu, Rusli tampak keluar sekitar pukul 16.48 WIB. Saat keluar, Rusli tersenyum dan tidak menyiratkan sedikit pun wajah takut. Rusli mengaku pasrah menjalani proses penahanan ini.

"Ini kan sebuah proses yang harus dijalani ya. Hari ini saya menjalankan karena memang kita sudah tersangka, maka tentu termasuk penahanan ini kan harus dijalankan. Ya doakan sajalah," jelasnya.

Sebelumnya, Rusli menjalani pemeriksaan beberapa pekan lalu di KPK. Namun, saat itu penyidik masih belum memerlukan penahanan baginya. Rusli dijerat dengan 3 delik hukum sekaligus yang memakan waktu cukup lama.

KPK telah menetapkan Rusli Zainal sebagai tersangka. Rusli ditetapkan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pembahasan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 soal PON Riau. Rusli diduga menerima suap untuk meloloskan pembahasan Perda itu.

Rusli juga diduga terlibat kasus pembahasan Perda nomor 5 tahun 2010 soal PON Riau, yang berkaitan dengan dua tersangka dari anggota DPRD sebelumnya. Yakni terpidana Faisal Aswan dan M Dunir. Rusli diduga menyuap sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau, buat meloloskan pembahasan beleid itu.

Terakhir, Rusli dalam kasus korupsi penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Pelalawan, Riau, pada 2001 sampai 2006. Rusli diduga menyalahgunakan wewenang dan melawan hukum sebagai Gubernur Riau.