Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

Gudang Penyimpanan Makanan Ringan Ludes Dilalap Sijago Merah



MEDAN  |  LAIANEWS

Dua gudang tempat penyimpanan makanan ringan berlantai dua  yang berada dijalan Jalan Kol Yos Sudarso, Lingkungan III, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli rata dilalap sijago merah. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa  itu namun kerugian diperkirakan  mencapai ratusan juta rupiah, Rabu (17/7)  sekira pukul  17.00 WIB .

Data yang berhasil diperoleh dilokasi kejadian menyebutkan, tampak terlihat api yang membumbung tinggi meluluh lantahkan dua bangunan Rumah Toko ( Ruko ) tersebut. Diduga kebakaran disebabkan dari hubungan arus pendek listrik.

Kobaran api sempat merembes ke rumah warga,untungnya  api berhasil dipadamkan setelah  8 unit mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi kebakaran itu. Kepala Lingkungan yang mendengar kejadian itu langsung terjun ke lokasi kejadian dan terus menghubungi petugas pemadam kebakaran dan petugas kepolisian.

Tak lama selesai, petugas kepolisian langsung melakukan identifikasi. "Apinya diduga dari hubungan arus pendek dari dalam gudang tersebut dan gudang itu tempat menyimpan makanan ringan," kata Irul, salah seorang warga sekitar. Sementara itu Kapolsekta Medan Labuhan, Kompol Rija Pahlevi mengatakan  pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut. "Masih kita lidik penyebab pasti kebakaran dan untuk sementara dugaan kebakaran karena hubungan arus pendek. Sejumlah saksi sudah kita mintai keterangan," pungkasnya. (red)

PANGLIMA TNI : NEGARA MEMILIKI CITRA POSITIF

Brigjen TNI I gede Sumerta,K.Y,PSC,MSC Irup pada Upacara bendera Tujuh Belasan saat penghormatan kepada Bendera Merah Putih, di Lapangan Upacara Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Rabu

(17/7).




MEDAN | MJP

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E, mengatakan Negara kita saat ini memiliki citra dan posisi yang berbeda dalam percaturan Internasional dibandingkan dengan beberapa dekade terakhir. ”, dalam amanatnya yang dibacakan Kasdam I/BB Brigjen TNI I gede Sumerta,K.Y,PSC,MSC saat menjadi Irup pada upacara Tujuh Belasan bulan Juli tahun 2013 di Lapangan Upacara Makodam I/BB jalan Gatot Subroto Km 7.5 Medan, Rabu (17/7).

Kita telah mampu menanggalkan citra keterpurukan, citra instabilitas, dan citra konflik yang dulu pernah membara dimana-mana. Tentunya kita patut bersyukur atas pencapaian tersebut karena pembangunan Nasional menunjukkan hasil yang positip dan menuju ke arah yang kita harapkan. Namun demikian, sebagai komponen utama pertahanan dan keamanan Negara, TNI masih harus di hadapkan kepada tantangan yang tidak ringan dan semakin kompleks, khususnya di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, sebagai akibat adanya potensi konflik yang disebabkan oleh benturan kepentingan ataupun rivalitas antara kekuatan-kekuatan besar di kawasan tersebut.

Situasi Geo-Politik, Geo-Ekonomi dan Arsitektur kawasan juga terus berubah dan berkembang dari masa ke masa, yang tidak jarang berpengaruh kepada Geo-Politik dan Geo-Ekonomi, serta kondisi sosial Nasional.   Maka seluruh prajurit TNI dimanapun bertugas dan berada, agar senantiasa mencermati perkembangan situasi keamanan Regional dan Nasional, dengan terus meningkatkan kesiapsiagaan operasional satuan.

Guna mengantisipasi setiap perkembangan yang dapat mengganggu proses pembangunan, TNI merupakan bagian dari sistem Nasional, apapun yang dilakukan TNI senantiasa dilakukan bersama komponen bangsa lainnya Panglima TNI mengintruksikan kepada seluruh jajaran satuan TNI, termasuk jajaran Komando Kewilayahan untuk menyusun dan melaksanakan pemutakhiran rencana tindakan Kontinjensi (Contingency Plan), rencana tanggap darurat (Emergency Response Plan) dan rencana pemulihan (Recovery Plan) serta rencana latihan dan prosedur pengendalian hutan dan lahan. Dalam menyikapi dinamika per-kembangan situasi keamanan nasional pada kondisi tertib sipil, dalam kaitan penanganan konflik sosial, tugas perbantuan TNI kepada Polri, telah diatur sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Gunakan Inpres Nomor 2 Tahun 2012 tentang penaggulangan ganguan keamanan dalam negeri sebagai landasan menyusun rencan aksi mulai dari pencegahan hingga pemulihan pasca konflik. Sinkronkan dengan kesepakatan bersama-MoU TNI-Polri tahun 2013 tentang perbantuan TNI kepada Polri dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus sebagai rujukan membangun sinergitas TNI-Polri dalam penanganan konflik social; Cermati dan sikapi setiap perkembangan lingkungan yang terjadi disekitarnya dengan arif dan hati-hati, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai kearifan lokal dan adat istiadat setempat agar terhindar dari mispersepsi maupun salah dalam memberikan komentar sehingga kontra politik dengan tujuan semula.(red)

Minggu, 30 Juni 2013

Kabur dari Pesta Narkoba, Pria Ini Jatuh dari Lantai 7


Nahas betul nasib Januar (29), warga Desa Pamulutan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan ini. Berniat kabur dari penggerebekan polisi terkait narkoba, dia malah tewas setelah jatuh dari lantai 7 Hotel Jayakarta Daira.

Januar nekat mencoba melarikan diri dari pesta narkoba itu dengan cara ke luar dari jendela kamar dan merayap di luar dinding hotel. Nahas, dia hilang keseimbangan dan terjatuh hingga lengan kanan patah, Sabtu malam 29 Juni 2013. Tersangka sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muhammad Hosien Palembang. Namun, nyawanya tak bisa diselamatkan.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang, Ajun Komisaris Suryadi mengatakan, Minggu 30 Juni 2013, Januar tengah menghisap sabu saat digerebek. Di RS, lanjutnya, Januar sempat dirawat selama dua jam.

Selain Januar, lanjut Suryadi, Polisi juga menangkap tiga tersangka lainnya. Dua tersangka ditangkap di halaman hotel atas nama Agus Riyanto (45) warga Plaju dan Fajri Hadiyanto (32). Dari tangan dua tersangka ini, lanjut dia, polisi menyita barang bukti berupa dua paket sabu-sabu dan 8 butir pil ekstasi.

Dari penangkapan dua tersangka ini, petugas kemudian masuk ke dalam hotel dan menggerebek Januar dan tersangka Ervin alias Ipin (37), warga Jalan Kolonel Lubis Rt 1, Kelurahan Sukabangun, Palembang. Suryadi menambahkan, polisi masih memeriksa ketiga tersangka secara intensif.

Kepada wartawan, Ervin mengaku sabu yang dia pakai berasal dari Januar. "Saya pakai empat hisap. Waktu pintu di dobrak dia (Januar) langsung lari ke jendela kamar dan terjatuh," kata dia.

Ke hotel, Ervin mengaku ingin menagih uang ke tersangka Agus Riyanto. "Untuk membayar kontrakan."

KPU Tunda Penetapan Hasil Pilgub Maluku


Rapat pleno penetapan rekap suara hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku Periode 2013-2018 kembali diskorsing kedua kalinya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku baru akan menetapkan hasil Pilgub Maluku, Selasa 2 Juli mendatang.

Seharusnya, hasil pilgub ini sudah diumumkan Senin 1 Juli 2013. Alasan KPU menunda, suara yang berasal dari Kabupaten Seram Bagian Timur belum direkap oleh KPU Provinsi. Alasan KPU provinsi, ada dugaan kesalahan dalam angka hasil rekap KPU di tingkat kabupaten.

"Setelah selesai baru kami tetapkan hasil seluruh kabupaten/kota," kata Ketua KPU Maluku Idrus Tatuhey kepada wartawan di kantor KPU Maluku, Minggu 30 Juni 2013.

Dia mengakui, penundaan rekap suara ini akan berdampak pada jadwal Pemilihan Gubernur Maluku putaran kedua, jika ada. Jika memang harus ada putaran kedua, imbuhnya, pilgub bisa molor hingga akhir Agustus. "Belum lagi kalau putaran pertama ini harus berakhir di MK, maka akan tertunda," tutur Tatuhey.

Saat ditanya apakah ada dugaan pelanggaran Pemilu di Kabupaten Seram Bagian Timur, Tatuhey belum bisa memastikan. Untuk mengusutnya, dia sudah membentuk tim kecil untuk merekap ulang hasil pemilihan di kabupaten tersebut.

"Sudah 10 tahun kami bekerja di KPU, baru pertama kami menemukan masalah seperti ini. Tapi kita tidak perlu mencari salahnya atau kelemahan," sambungnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku mendesak KPU untuk segera menghitung ulang suara dari Kabupaten Seram Bagian Timur. Rekomendasi Bawaslu mengacu pada dugaan terjadi pelanggaran yang disangkakan saksi pasangan calon gubernur nomor urut empat Herman Aldrean Koedoeboen - Daud Sangadji dan juga pasangan calon gubernur wakil gubernur Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerisa.

"Bawaslu merekomendasikan agar KPU segera menghitung ulang surat suara," tegas ketua Bawaslu Dumas Manery dalam rapat pleno rekapitulasi suara yang berlangsung di kantor KPU Provinsi Maluku, Sabtu 29 Juni 2013.

Maka dengan dasar tersebut, KPU berencana menghitung suara ulang pada Minggu 30 Juni 2013. Rencana tersebut ditunda lagi, KPU kemudian membentuk tim kecil untuk merekap suara ulang dari Kabupaten Seram Bagian Timur, selama dua hari. KPU akan merekap dan menghitung ulang sampai pada tingkat TPS.

Polisi Selidiki Penyebab Ledakan di Gedung DPRD Jawa Tengah


Polisi sedang menyelidiki penyebab ledakan yang terjadi di DPRD Jawa Tengah. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Dwi Priyatno yang mendatangi lokasi mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab dan kandungan yang dibawa oleh ledakan.

"Setelah menerima laporan masyarakat. Kami melakukan langkah bersama pihak terkait yaitu pemadam kebakaran, Dinas ESDM, dan PLN. Kami cari tahu apa ada aliran listrik, ternyata tidak ada. Saat ini Labfor dan Gegana sedang bekerja," tegas Kapolda Irjen Pol Dwi Priyatno di Semarang 30 Juni 2013.

"Untuk kandungan zat nanti diteliti di lab," tambah Dwi Priyatno

Hingga malam ini tim Gegana dan petugas kepolisian lainnya masih berada di lokasi. Lubang tempat sumber ledakan diterangi dengan lampu sorot. Bau seperti belerang juga masih tercium.

Seperti diinformasikan, ledakan terjadi di DPRD Jateng tepatnya diselokan DPRD Jateng. Ledakan yang terjadi hingga 15 kali ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Ledakan Terjadi di Gedung DPRD Jateng, Warga Dengar 15 Kali


Sebuah ledakan terjadi di belakang gedung bagian kiri DPRD Jawa Tengah, tepatnya di selokan gedung DPRD Jateng, Minggu sore 30 Juni 2013.

Saksi mata Slamet Riyanto, menyatakan ledakan terdengar sebanyak 15 kali. Ledakan pertama terdengar paling keras hingga penutup saluran terlempar ke atas mengenai plafon gedung DPRD Jawa Tengah.

"Selanjutnya disusul ledakan kecil-kecil,dan setelah disemprot oleh pemadam dari selokan muncul bau belerang, selanjutnya disusul kembali ledakan sebanyak lima kali tetapi ledakan kecil," ujar Slamet yang juga staf Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

Polda Jawa Tengah langsung menerjungan tim Gegana dan sedang menyisir ke lokasi sekitar kejadian. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Dwi Priyatno terjun langsung ke lokasi dan belum memberikan keterangan.

Ribuan Warga Palembang Padati Makam Tiga Habib


Ribuan warga keturunan arab yang bermukim di Sumatera Selatan, mengunjungi tiga makam Habib yang terletak di kawasan Bom Baru Palembang, Minggu 30 Juni 2013.

Tiga makam yang dikunjungi: makam Habib Syaid Ali, Sultan Mahmud Badaruddin dan pemakaman Kesultanan Aulia, dan Habaib Kambang Koci yang merupakan pemakaman anak, menantu serta cucu Sultan Mahmud Badarudin yang diresmikan pada 16 November 1976 lalu.

Dikutip dari vivanews, tak hanya ribuan warga keturunan arab di Sumsel yang hadir. Warga keturunan Arab yang berada di Pulau Jawa dan Kalimantan juga terlihat hadir dan beberapa Habib dari Arab Saudi, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Uniknya dalam Ziarah Qubrah ini, non muhrim dilarang ikut dalam pelaksanaan acara. Bahkan beberapa Jurnalis perempuan, juga tidak dizinkan masuk dan melihat prosesi ziarah di makam para Habib tersebut.

"Bukan muhrim dilarang ikut, karena saat perosesi ziarah akan berdesak-desakan," kata Abdurrahman yang memimpin langsung acara itu.

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Baruddin saat menghadiri acara ini mengatakan, kegiatan ziarah Qubrah tersebut merupakan ritual yang sudah dilakanakan setiap tahun.

Meski cuaca dirundung hujan, namun para peziarah tetap berjalan dengan penuh semangat. Bagi Sultan, hujan yang turun merupakan rahmat dari Allh SWT. Bahkan setelah sampai di Pemakaman Kesultanan dan Auliya’ Kawah Tengkurep hujan pun berhenti.

”Semangat mereka tak luntur meski hujan turun demi menghormati para leluhur. Itulah bukti kebesaran Allah, bahwa tujuan kita untuk ziarah ini di Ridhoi," ucap Sultan.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana Abu Bakar Rafi mengatakan, tujuan kegiatan ziarah kubroh untuk menghormati para Ulama dan Auliya dalam menyebarkan ajaran Islam di Sumatera Selatan. "Hari ini penutupan, kita laksanakan kegiatan ini sejak hari Jumat kemarin" ucapnya.

Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin, yang juga hadir dalam penutupan ziarah itu berharap ke depan para makam habib serta makam Sultan Mahmud Badarudin agar dapat dijaga dan lebih terawat.

Kadernya Disebut Tak Pro Anti Korupsi, Apa Kata Hanura


Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis 36 calon anggota legislatif yang diragukan komitmennya terhadap upaya pemberantasan korupsi. Salah satu dari 36 calon anggota legislatif itu, adalah dari fraksi partai Hanura, Syarifudin Suding.

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo, sebenarnya, kadernya itu tak sama dengan 35 caleg lainnya. Sebab, sikap Suding justru bertujuan menguatkan Komisi Pemberantasan Korupsi, dengan cara merevisi Undang-Undang KPK.

"Beliau (Suding) ingin meluruskan aturan-aturan yang seharusnya diluruskan. (Undang-Undang) KPK itu bagus, tetapi ada yang perlu diperbaiki," kata Harry Tanoe di Hotel Mercure, Jakarta Pusat, Minggu 30 Juni 2013.

Misalnya saja, kata dia, seharusnya, dalam Undang-Undang KPK, tidak perlu diatur larangan mengeluarkan surat pemberitahuan pemberhentian penyidikan (SP3).

"Namanya juga orang, bisa saja keliru. Tetapi dengan adanya larangan SP3, orang yang tidak bersalah harus dihukum. Kan kasihan," ujar dia.

Selain KPK, partainya juga memperjuangkan penguatan kejaksaan dan kepolisian. "Hanura selalu ingin melakukan suatu pemikiran baru, yang tidak statis, tetapi ini supaya ada selalu perubahan-perubahan untuk kebaikan. Ini (masalah Suding) dalam konteks perbaikan, tetapi ada miskomunikasi, sehingga ada anggota kami yang disalah kira," ujar dia.

Untuk itu, kata Harry, dalam pembekalan para calegnya, partainya juga ingin mengundang ICW untuk dilakukan pembekalan anti korupsi.

Kemarin, dalam rilisnya, ICW menyebut 36 caleg yang dianggap tidak pro terhadap pemberantasan korupsi. Salah satunya adalah anggota Komisi III Bidang Hukum dari fraksi Hanura, Syarifudin Suding. Suding, dianggap tak pro anti korupsi, karena ingin merevisi UU KPK.

Setidaknya ada lima kategori yang digunakan ICW untuk merangkum daftar caleg yang terindikasi lemah komitmennya pada pemberantasan korupsi. Kelima indikator itu yaitu, politisi yang namanya pernah disebut dalam keterangan saksi atau dakwaan JPU terlibat serta atau turut menerima sejumlah uang dalam sebuah kasus korupsi, politisi bekas terpidana kasus korupsi.

Tak hanya itu, indikator lainnya, adalah politis yang pernah dijatuhi sanksi atau terbukti melanggar etika dalam pemeriksaan oleh Badan Kehormatan DPR, politisi yang mengeluarkan pernyataan di media yang tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi, dan politisi yang mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi memangkas dan melemahkan kewenangan komisi anti rasuah itu.

Pilkades serentak di Tangerang ricuh, kantor kelurahan dibakar


Kericuhan terjadi saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar secara serentak di seluruh Kabupaten Tangerang, tepatnya di TPS Lapangan Pondok Jaya, Kampung Benda Baru RT 3/3 Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, Minggu (30/6). Akibatnya, panitia terpaksa menghentikan penghitungan suara dan kotak suara selanjutnya diamankan di kantor Polsek Sepatan.

Massa pendukung masing-masing calon lurah saling serang dengan menggunakan batu dan balok. Tindakan ini menyebabkan beberapa mobil petugas kepolisian rusak karena terkena lemparan batu.

Kericuhan ini terjadi karena dipicu adanya tiga orang yang diduga sebagai penyusup yang notabene bukan warga setempat ingin ikut mencoblos. Aksi penyusupan itu langsung diketahui warga.

Panitia pemungutan suara kemudian mencoba mengamankan, tetapi ketiganya justru memilih melarikan diri. Atas upaya itu, warga menjadi marah dan situasi menjadi memanas.

Peristiwa yang sama kemudian kembali terjadi dengan pelaku penyusupan sebanyak satu orang. Suasana semakin menegang dan seorang pemuda yang diduga penyusup itu pun menjadi bulan-bulanan warga.

Pemuda, yang belakangan diketahui beridentitas Hendra Arip (21) kemudian diserahkan kepada petugas kepolisian. Dia merupakan warga Sepatan Duku RT 05/01 Kelurahan Sepatan.

"Pada saat perhitungan suara, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat perhitungan belum selesai (sementara) dan unggul H Uding. Tiba-tiba sekelompok warga yang kalah mengamuk, membuat situasi tidak kondusif karena sesama warga saling serang," ujar salah seorang saksi mata, Usep, di lokasi kejadian.

Akhirnya pihak kepolisian mengeluarkan tembakan ke udara guna membubarkan massa. Tetapi, tembakan itu justru membuat warga semakin geram dan menyerang polisi. Akhirnya penghitungan suara dihentikan dan kotak suara diamankan ke Polsek Sepatan.

Kapolsek Sepatan Kompol Sunaryo belum dapat memberikan keterangan. Ini karena kericuhan berpotensi terjadi lagi. "Saya belum bisa cerita apa-apa dulu, karena hingga saat ini potensi bentrokan masih bisa terulang," ujarnya saat dihubungi.

Selain itu, terang Sunaryo, pihaknya belum mengamankan pelaku karena terkonsentrasi mengendalikan massa. "Saya masih di lapangan, belum ada yang kami amankan. Karena yang terpenting konsentrasi saya atas keamanan kita jaga lebih dulu," kata dia.

Kamis, 27 Juni 2013

Merasa tidak melarat, 67 KK di Sleman kembalikan kartu miskin

Sebanyak 67 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengembalikan kartu miskin kepada pemerintah daerah setempat dan menyatakan menanggalkan status miskin.


"Hingga saat ini sudah sebanyak 67 kepala keluarga (KK) yang mengembalikan kartu miskin. Sebanyak 41 KK di Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan, yang dilakukan beberapa waktu lalu dan 26 KK di Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah," kata Kabag Humas Setda Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti. Seperti diberitakan Antara, Kamis (27/6).

Menurut dia, KK tersebut berhasil keluar dari status miskin melalui berbagai kegiatan usaha yang dikembangkan sehingga mampu menambah pendapatan perekonomian keluarga.

"Mereka ini dibimbing langsung untuk mengembangkan usaha ekonomi melalui program pemberdayaan oleh Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) masing-masing kecamatan sejak dua tahun terakhir," kata Endah menegaskan.

Sementara itu Bupati Sleman Sri Purnomo menyambut baik KK yang mengembalikan kartu miskin ini sebagai salah satu upaya membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan.

"Ini diharapkan dapat diikuti KK miskin lainnya. Apalagi saat warga miskin berebut mengambil dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), warga Desa Tegaltirto justru dengan sukarela dan tanpa paksaan mengembalikan kartu miskin kepada pemerintahan desa setempat," katanya.

Sri Purnomo mengaku sangat bangga dengan keberanian para warga itu untuk menyatakan diri keluar dari kemiskinan dan mempunyai pemikiran untuk berusaha sungguh-sungguh untuk meningkat.

"Nantinya warga yang telah mentas dari kemiskinan dan memiliki usaha untuk menopang hidup ini bisa mendapatkan bantuan berupa penguatan modal untuk mengembangkan usaha yang selama ini digeluti," katanya.

Ia mengatakan, kalau tidak ada upaya untuk berubah tentu yang didapat hanya jatah untuk keluarga miskin yang hanya bisa untuk konsumtif saja.

Senin, 24 Juni 2013

Listrik Sering Padam, Warga Tanjungpinang Lempar TV Bekas ke Kantor PLN

Pekanbaru - Habis sudah kesabaran warga Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Mereka kesal karena sering jadi korban pemadaman listrik. Kantor PLN 'diserang'.


Sekitar 300 orang turun ke jalan, di kantor PLN Tanjungpinang, Jalan Batu Bakar, Tanjungpinang, Senin (24/6/2013). Mereka terdiri masyarakat dan mahasiswa. Mereka datang meminta PLN segera mengkahiri pemadaman listrik selama 4 bulan terakhir ini.

Warga datang dengan cara emosional. Kendati dikawal pihak kepolisian, mereka tidak peduli dan memasuki halaman kantor PLN Tanjungpinang, di bawah nauangan PLN Wilayah Riau-Kepri yang berpusat di Pekanbaru itu.

Dalam orasinya, massa menyebutkan, bahwa saban hari mereka minimal menerima pemadaman bergilir selama 8 jam. Pemadaman bergilir itu terjadi setiap malam. Kondisi ini yang membuat warga kesal terhadap PLN.

"Sampai kapan kondisi listrik di tempat kami ini bisa normal. Saban hari dapat pemadaman bergilir, tapi biaya rekening listrik malah tambah banyak," kata pendemo.

Karena tidak mendapat penjelasan, akhirnya warga pun marah. Mereka melempari kantor PLN Tanjungpinang dengan telur busuk. Barang-barang elektronik juga mereka lemparkan ke pintu masuk kantor tersebut.

Pelemparan barang elektronik bekas ini, karena warga kesal pemadaman bergilir berakibat pada rusaknya barang elektronik. Sebagian pegawai PLN banyak meninggalkan ruangan kerjanya.

GM PLN Riau Kepri Doddy Pangaribuan saat dikonfirmasi mengatakan sudah berkoordinasi dengan pemerintahan dan pemilik PLTU Galang Batang. Ketersediaan listrik selama Ramadan dijamin. "Kami berharap stakeholders maklum dan tidak bertindak anarkis," katanya.

Ada rumah sewaan murah untuk pasangan mesum di Surabaya

Menjelang bulan suci Ramadan yang akan tiba pada awal Juli mendatang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya mengoptimalkan razia di tempat rekreasi hiburan umum (RHU). Mereka juga menyisir Jalan Kembang Kuning, namun tidak satu pun PSK dan waria yang biasa mangkal di lokasi itu terjaring.


"Tetapi tidak jauh dari tempat tersebut petugas menemukan tiga pasang muda-mudi sedang berbuat mesum di sebuah rumah salah satu penduduk yang disinyalir menjadi tempat persewaan murah," Kabid Pengendalian dan Operasi Satpol PP Surabaya, Dari, Minggu (23/6).

Dari menambahkan, razia tersebut digelar pada Sabtu (22/6) malam. Beberapa tempat hiburan malam seperti di Jalan Embong Malang yakni di cafe Emma, Milenium cafe, dan Family Cafe.

Hasilnya, sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) sejumlah cafe itu tidak bisa menunjukkan izin penjualan minuman keras. Selain itu, tim bergerak ke Darmo Park dan berhasil menemukan tiga lokasi RHU yang kedapatan tidak memiliki izin penjualan minuman keras.

"Secara keseluruhan, kami dalam operasi itu mendapat 96 kasus, termasuk di dalamnya tiga pasangan mesum dan 13 anak di bawah umur tanpa identitas," ujar Dari.

Operasi serupa akan digelar secara terus menerus hingga menjelang bulan suci Ramadhan. Selain itu, pihaknya juga minta tim RHU Pemkot Surabaya untuk memberikan sanksi kepada sejumlah pengusaha hiburan yang kedapatan tidak memiliki izin.

5 Cara Jokowi biar kelihatan Betawi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) merupakan orang luar ibu kota. Dia berasal dari kota Solo. Namun, dia memimpin kota Jakarta yang memiliki suku adat Betawi. Sebagai orang nomor satu di Jakarta, dia berupaya agar terlihat Betawi. Jokowi ingin Budaya Betawi lebih terlihat di Jakarta.


Dalam beberapa kesempatan Jokowi selalu menegaskan Jakarta harus berbudaya. Dia belajar mengikuti dan mencintai adat Betawi. Dari makanan, pakaian serta ciri khas lainnya. Berikut lima cara agar Jokowi kelihatan Betawi.

1. Berlogat Betawi

Jokowi menghadiri upacara perayaan HUT DKI Jakarta di lapangan silang Monas Jakarta. Jokowi menyampaikan kata sambutan di depan para peserta upacara yang terdiri dari PNS DKI, personel polisi dan TNI.

Awalnya Jokowi berbicara seperti biasa. Namun, selang berapa lama, Jokowi tiba-tiba menggunakan logat Betawi dalam berbicara.

"Maafin ane ya warge Jakarte kalau ada salah-salah kate, kalau dalam menggunakan bahasa ini ada yang salah atau logatnya kurang pas maafin aje," kata Jokowi disambut tepuk tangan warga yang hadir mengikuti acara tersebut, Sabtu (22/6).

2. Berpakaian baju Betawi

Jokowi dan Ahok memimpin upacara perayaan HUT DKI Jakarta di lapangan silang Monas, Jakarta. Jokowi dan Ahok datang secara terpisah ke lokasi sekitar pukul 07.56 WIB.

Keduanya kompak mengenakan jas ala Betawi berwarna hitam. Pantauan merdeka.com di lokasi, selain Jokowi -Ahok hadir pula mantan Wagub DKI Prijanto. Bekas wakil Fauzi Bowo itu datang dengan menggenakan baju koko khas Betawi.

Sementara, para PNS DKI yang menjadi peserta upacara juga mengenakan baju koko khas Betawi. Selain para PNS DKI, upacara HUT DKI juga diikuti oleh personel polisi dan TNI.

3. Minum Bir pletok

Joko Widodo Rabu (8/5) siang menghadiri peringatan ulang tahun ke-29 Persatuan Wanita Betawi di Gelanggang Olah Raga (GOR) Grogol Petamburan, Jalan Tanjung Duren Barat IV No.10, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung memasuki GOR.

Usai melakukan pemotongan tumpeng, Jokowi langsung keluar GOR. Di luar GOR, orang nomor satu Jakarta ini langsung mencoba bir pletok buatan warga.

"Ada secangnya, ada jahenya, diminum enak, di perut enak hangat. Ini kan bukan bir, tidak memabukkan," ujar Jokowi usai mencoba satu botol bir pletok.

4. Berpantun Betawi

Rapat Paripurna Istimewa memperingati HUT ke 486 hari diselenggarakan oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta. Rapat ini diselenggarakan dalam rangka puncak peringatan ulang tahun DKI Jakarta yang diselenggarakan di lingkungan komplek Balai Kota.

Dalam kesempatan ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diberi kesempatan untuk memberi pidato kepada seluruh jajaran pejabat daerah yang datang. Saat pembukaan pidato, pria yang akrab disapa dengan nama Jokowi ini membuka dengan pantun yang disambut meriah oleh seluruh hadirin yang datang pada rapat paripurna tersebut.

"Ke Cimanggis beli kopiah.. Kota Bogor deket Ciawi.. Para tamu cantik-cantik dan gagah.. Karena semuanya pake baju betawi," kata Jokowi di Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Sabtu (22/6).

5. Berusaha cintai kerak telor

Usai menyambangi kediaman korban kerusuhan Kali Pasir Menteng Jakarta Pusat, Rifky. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mampir ke para pedagang kerak telor yang berada di pinggir jalan Benyamin Sueb depan arena Jakarta Fair, Kemayoran.

Kemudian dia menghampiri salah seorang pedagang kerak telor disana bernama Sobirin. Kepada lelaki berusia 65 tahun itu, Jokowi memesan 4 bungkus kerak telor yang dibagikan kepada wartawan.

Setelah Kerak telor pesanannya matang, Jokowi kemudian memberikan celemek kepada Sobirin. Celemek berwarna cokelat itu, langsung dipakaikan olehnya kepada Sobirin.

"Celemek ini nanti dibagikan semuanya untuk pedagang kerak telor disini. Semuanya, untuk 110 pedagang kerak telor disini," katanya.

Kamis, 20 Juni 2013

Video porno 'pamotan bergoyang' gegerkan warga Rembang

Warga Desa Pamotan, Rembang, Jateng dan sekitarnya digegerkan dengan beredarnya video porno pasangan muda mudi yang diduga pelakunya adalah warga Pamotan, Rembang. Akibatnya, sejumlah kalangan menyebut video porno itu dengan sebutan 'Pamotan Bergoyang'.


Video porno yang beredar dari ponsel ke ponsel ini berdurasi 18 menit 3 detik. Dalam video tampak seorang laki-laki dengan sengaja memasang ponsel untuk merekam adegan mesum. Setelah itu menciumi perempuan yang tengah tiduran, diperkirakan pacarnya. Tak berselang lama, berlanjut dengan berhubungan intim seperti suami istri. Selama berhubungan, terdengar suara TV cukup keras.

Pada bagian akhir video, keduanya sempat kaget dan buru-buru menghentikan aksi bercumbu. Si laki-laki langsung kabur ke ruangan belakang, sedangkan si perempuan berniat masuk kamar, tetapi hanya mengintip dari samping almari es, kemudian menyusul masuk ke ruang belakang. Tak tahu persis kenapa, tetapi disinyalir ada orang datang.

Keterangan yang berhasil dihimpun merdeka.com di sekitar Pamotan, Rembang menyebutkan, lokasi perekaman video porno berlangsung di rumah perempuan. Tapi semenjak video menyebar luas, pasangan muda mudi yang bersekolah di sebuah SMA dan masih saling bertetangga ini sudah tidak berada di rumah lagi.

Sejumlah pelajar mengaku prihatin, ketika dimintai tanggapannya seputar peredaran video porno tersebut. Winarni, seorang pelajar di Pamotan mengatakan, rekaman video porno tersebut telah menyebar cukup cepat. Bahkan dikonsumsi oleh anak-anak seusia SMP yang belum cukup umur. Dia sendiri khawatir akan berdampak buruk.

"Yang membuat heran, apa pelaku tidak memperhitungkan masa depan," ungkapnya.

5 'Kenikmatan' DPRD DKI pakai uang rakyat

Rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) ditentang banyak kalangan. Buntutnya, aksi demonstrasi menolak rencana tersebut berlangsung serentak hampir di seluruh Indonesia pada Senin (17/6) kemarin. Namun, di tengah rencana kenaikan harga BBM tersebut, anggota DPRD DKI Jakarta justru menikmati 'subsidi' BBM.


Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra) mencatat, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jakarta tahun 2013 mengalokasikan subsidi BBM untuk 94 anggota dewan Jakarta sebesar Rp. 2.717.170.000. Angka tersebut di luar dari gaji pokok setiap anggota dewan sekitar Rp. 22 juta per-bulan.

Selain mendapatkan gaji pokok dan uang bensin, ke-94 wakil rakyat ini juga mendapatkan kenikmatan lainnya, mulai dari tunjangan komunikasi intensif pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta, pemeliharaan kesehatan bagi pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta (asuransi), hingga anggaran untuk kunjungan kerja sister city dan kunjungan kerja balasan.

Berikut 5 kenikmatan anggota DPRD DKI Jakarta yang diterima dari uang rakyat.

1. Gaji pokok

Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra) mencatat, dalam sebulan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) menganggarkan Rp. 25.839.444.320 untuk menggaji 94 anggota DPRD DKI Jakarta. Dengan pendapatan sebesar itu, anggota dewan bisa hidup mewah di Jakarta.

"Dengan gaji sekitar Rp. 22 juta per bulan, dengan pendapatan sebesar itu, itu sudah bisa dibilang mewah di Jakarta," kata Koordinator investigasi dan advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (19/6).

"Mereka dari gaji pokok sudah di atas rata-rata orang kaya orang di Jakarta," ujar Uchok.

2. Tunjangan komunikasi intensif

Dalam sebulan, seorang anggota DPRD DKI Jakarta mendapatkan tunjangan komunikasi sebesar Rp 9 juta. Jika dijumlah dengan total anggota dewan sebanyak 94 orang, maka dalam sebulan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mengeluarkan dana sebesar Rp. 10.152.000.000.

Koordinator Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi mengatakan, dengan gaji di atas Rp 20 juta, anggota dewan tidak perlu lagi mendapatkan tunjangan komunikasi.

"Seharusnya dengan gaji sebesar itu, harusnya sudah bisa menutup keperluan yang lain," kata Uchok.

3. Pemeliharaan kesehatan

Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra) mengatakan, anggaran sebesar Rp 6.034.950.000 setahun untuk mengasuransikan kesehatan anggota DPRD DKI Jakarta terlihat sangat diskriminatif dengan pelayanan kesehatan warga Jakarta.

"Dalam pelayanan kesehatan, terlihat ada diskriminasi antara anggota dewan dengan warga Jakarta. Seharusnya, anggota dewan tersebut harus merasakan pelayanan rumah sakit kelas II seperti layanan KJS (Kartu Jakarta Sehat)," kata Koordinator investigasi dan advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi.

4. Tunjangan BBM

Koordinator investigasi dan advokasi Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi menilai, seharusnya anggota DPRD DKI Jakarta tidak perlu lagi mendapatkan tunjangan pengadaan bahan bakar minyak (BBM). Menurut dia, anggaran tersebut dinilai tidak adil.

"Ini tidak adil. Seharusnya anggota dewan itu tidak perlu lagi dapat tunjangan BBM. Cabut saja, biar mereka juga rasakan kenaikan harga BBM. Kalau subsidi BBM dicabut, seharusnya tunjangan BBM anggota juga dicabut dong," ujar Uchok.

Menurut catatan Fitra, dalam setahun, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) menghabiskan dana sebesar Rp. 2.548.865.000 untuk belanja BBM untuk kendaraan dinas operasional dan Rp. 168.305.000 untuk belanja BBM sepeda motor dinas operasional.

5. Kunjungan kerja sister city dan kunjungan kerja balasan

Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra) belum melihat adanya urgensi dalam tunjangan kunjungan kerja anggota DPRD DKI Jakarta ke luar negeri. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mempelajari pengelolaan suatu kota.

"Kalau niatnya untuk ke luar kota, kan bisa belajar dari mana saja. Dari internet misalnya. Kan tidak harus ke luar negeri," kata Koordinator investigasi dan advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (19/6).

Dalam setahun, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta mengeluarkan dana sebesar Rp. 1.812.000.000 untuk keperluan ke kunjungan kerja luar negeri.

"Seharusnya kan dananya bisa dialokasikan buat yang lain. Seperti infrastruktur di Jakarta yang sekarang banyak yang rusak," ujar Uchok.

Rabu, 19 Juni 2013

PANGDAM I/BB TABUR BUNGA DI TMP







Pangdam I/BB Mayjen TNI Burhanuddin Siagian didampingi Kasdam I/BB Brigjen TNI I Gede Sumertha K.Y,PSC,MSc saat menabur bunga dalam rangka memperingati HUT Kodam I/BB Ke 63 di Taman Makam Pahlawan Jalan Sisingamangaraja.





MEDAN | MJP
                                                                               
Pangdam I/BB Mayjen TNI Burhanuddin Siagian pimpin Ziarah dalam rangka memperingati HUT Kodam I/BB Ke 63 di Taman Makam Pahlawan Jalan Sisingamangaraja, Rabu (19/6).

Pangdam I/BB Mayjen TNI Burhanuddin Siagian mengatakan  dalam rangka memperingati HUT ke 63 Kodam I/BB melaksanakan Ziarah ke Taman Makam Pahlawan bertujuan untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dan rela mengorbankan jiwa dan raga, dalam membela dan menegakkan kedaulatan NKRI karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya serta mendoakan agar arwahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa, semoga pengorbanan serta jasa-jasanya dapat dijadikan panutan. Dalam upacara tersebut Pangdam I/BB meletakkan karangan bunga di Tugu Pahlawan, usai upacara dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara makam para pahlawan.

Hadir Para Sahli pamgdam I/BB, Asrendam I/BB, Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalakdam I/BB, Para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pns Kodam I/BB Serta Ketua Persit KCK PD I/BB dan Pengurus Persit KCK PD I/BB.

Wartawan Tertembak di Ternate Jalani Operasi di RS Polri


Roby Kelery, fotografer harian Mata Publik Ternate yang tertembak saat meliput aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM di Ternate, Maluku Utara, telah menjalani operasi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 18 Juni 2013.

Menurut Yuniarti, kakak kandung Roby, pada Selasa malam 17 Juni 2013 yang bersangkutan tiba di RS Polri. Sesampainya di sana, Roby langsung dibawa ke ruang operasi untuk mendapatkan penangan dari tim medis. "Sudah selesai operasi," ujar Yuniarti.

Yuniarti menyebutkan, pihak yang membawa Robby ke rumah sakit Polri adalah dari kepolisian. Roby diterbangkan ke Jakarta karena alat-alat di rumah sakit yang ada di Ternante tidak memadai. "Semua biaya ditanggung oleh kepolisian," kata dia.

Menurut Yuniarti, saat ini pihak keluarga belum mengetahui keadaan Roby yang mendapatkan luka tembakan di pinggul sebelah kiri itu. Sampai saat ini, belum ada rekan-rekan seprofesi Roby yang menjenguknya ke rumah sakit

"Meski belum ada yang jenguk tapi kalau dukungan tetap ada hingga dibawa ke Jakarta untuk melakukan operasi," tuturnya.

Insiden ini bermula saat aksi demo mahasiswa dari berbagai elemen berujung ricuh. Mahasiswa memaksa masuk kantor Wali Kota Ternate.

Polisi pun menghadang massa mahasiswa. Kesal, mahasiswa lantas melempar batu. Petugas kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan peluru karet dan gas air mata. (VN)

Selasa, 18 Juni 2013

Siapapun presidennya, harga BBM pasti naik

Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya secara mutlak menerima postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013 untuk disahkan menjadi UU APBN-P 2013. Sebanyak 338 anggota DPR menerima postur RAPBN-P 2013. Hanya 108 anggota dewan yang menolak.


Drama pengesahan APBN-P 2013 berlangsung cukup dramatis. Sidang paripurna yang dimulai pukul 10.00 WIB, diwarnai hujan interupsi hingga terpaksa diskors untuk lobi fraksi. Hingga akhirnya sekitar pukul 22.30 WIB, pimpinan sidang yaitu Ketua DPR Marzuki Alie mengetok palu mengesahkan UU APBN-P 2013.

Di luar gedung DPR dan di berbagai daerah di seluruh Indonesia, gelombang demonstrasi terjadi bersamaan dengan sidang paripurna. Sebab, dalam sidang paripurna pengesahan APBN-P 2013 juga memperlihatkan sikap DPR atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Hasilnya jelas, APBN-P 2013 diterima dan disahkan sebagai UU, harga BBM dipastikan naik.

Kenaikan harga BBM bukan kebijakan baru bagi rakyat Indonesia. Rata-rata, setiap presiden pernah mengambil keputusan menaikkan harga BBM. Dari enam orang presiden, hanya Habibie yang tidak pernah menaikkan harga BBM. Wajar saja mengingat masa kepemimpinan Habibie hanya seumur jagung yakni hanya 18 bulan duduk menjadi orang nomor satu di negeri ini.

Meski tak ada angka pasti berapa kenaikan dan kapan kenaikan pada zaman kepemimpinan Presiden Soekarno, dokumen pada Biro Perancang Negara tahun 1965 menyebutkan jika kenaikan BBM di massa itu untuk membantu pemerintah dalam membangun sektor pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, harga BBM mengalami beberapa kali kenaikan. Pada 1991, Soeharto menaikkan harga BBM dari semula Rp 150 menjadi Rp 550 per liter. Dua tahun kemudian, pada 1993, Soeharto kembali menaikkan harga BBM dari menjadi Rp 700 per liter. Hingga akhirnya saat krisis ekonomi menghantam Indonesia, harga BBM naik menjadi Rp 1.200 per liter pada 5 Mei 1998.

Setelah rezim Soeharto runtuh dan digantikan Habibie, tidak ada sejarah kenaikan BBM. Hal ini cukup wajar mengingat masa kepemimpinan Habibie yang hanya seumur jagung. Habibie hanya 18 bulan menjadi presiden atau terhitung sejak 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Selama masa kepemimpinannya, Habibie justru menurunkan harga BBM dari Rp 1.200 menjadi Rp 1.000 per liter.

Di awal-awal masa kepemimpinannya, Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menurunkan harga BBM menjadi Rp 600 per liter pada April 2000. Namun tidak berselang lama tepatnya Oktober 2000, harga BBM kembali naik menjadi Rp 1.150 per liter. Pada Juni 2011, Gus Dur kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 1.450 per liter.

Presiden Megawati Soekarnoputri juga pernah menerapkan kebijakan yang sama. Pada Maret 2002, Megawati menaikkan harga BBM dari Rp 1.450 menjadi menjadi Rp 1.550 per liter. Mega kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 1.810 per liter pada awal Januari 2003.

Selama dua periode kepemimpinan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiga kali menaikkan harga BBM dan tiga kali pula menurunkan harga BBM. SBY menaikkan harga BBM menjadi Rp 2.400 per liter pada Maret 2005. Harga BBM kembali naik menjadi Rp 4.500 per liter pada Oktober 2005. SBY kembali menaikkan harga BBM menjadi Rp 6.000 per liter pada 23 Mei 2008.

Di penghujung 2008 atau menjelang Pemilu 2009, SBY menurunkan harga BBM menjadi Rp 5.500 per liter. Harga BBM turun lagi menjadi Rp 5.000 per liter pada 15 Desember 2008. SBY kembali menurunkan harga BBM menjadi Rp 4.500 per liter pada 15 Januari 2009.

Di penghujung kekuasaannya kali ini, pemerintahan SBY kembali akan menaikkan harga BBM. SBY sudah beberapa kali menjelaskan alasannya mengambil kebijakan yang tidak populis ini. Salah satunya karena tidak ingin membebani presiden periode berikutnya.

5 Capres ini dukung kenaikan BBM

Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak hanya mendapat dukungan dari beberapa partai politik di DPR. Beberapa tokoh yang disebut-sebut akan maju sebagai calon presiden juga mendukung rencana pemerintah tersebut.

Para capres ini punya alasan masing-masing mendukung rencana pemerintah. Salah satunya adalah karena demi menyelamatkan keuangan negara.

Padahal, mayoritas masyarakat menolak kenaikan BMM. Hal itu terbukti dengan adanya aksi unjuk rasa di berbagai wilayah Indonesia. Mereka dengan lantang menolak kenaikan BBM karena bisa membebani masyarakat.

Mengapa para capres ini justru sepakat BBM naik di tengah penolakan luas dari masyarakat? Berikut capres-capres yang mendukung BBM naik:

1. Prabowo Subianto


Meski Partai Gerindra menolak, secara pribadi Prabowo mendukung langkah pemerintah menaikkan BBM. Rencananya, pemerintah menaikkan BBM pekan ini.

Prabowo punya alasan mengapa ia ikut mendukung rencana pemerintah. "Saya kira BBM bagaimana pun terpaksa dinaikkan. Beban sudah terlalu berat bagi ekonomi nasional," kata Prabowo saat menghadiri seminar nasional memperingati hari kebangkitan nasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (30/5) lalu.

Prabowo mendukung asalkan ada perlindungan bagi masyarakat tidak mampu. "Yang penting bagaimana rakyat yang paling miskin terlindungi," lanjutnya.

Soal rencana pemerintah memberikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), kata Prabowo, pihaknya mendukung asal tidak ada kebocoran dana. "BLSM kita dukung asal jangan ada kebocoran. Kami dapat informasi beras untuk rakyat miskin tidak sampai. Gerinda mendukung, gimana supaya tidak bocor," ujarnya.

2. Aburizal Bakrie


Capres dari Partai Golkar ini sepakat dengan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Ical juga berpandangan sama dengan Prabowo.

"Saya katakan harus ada kompensasi jangka pendek," kata Ical usai bertemu dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Rabu (7/5) lalu.

Menurut Ical, subsidi kepada rakyat tak mampu bisa berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), dan beras untuk orang miskin. Ia mengaku tidak menolak jika pemerintah menggelontorkan anggaran untuk kompensasi kenaikan BBM.

"Harus ada BLSM yaitu kompensasi yang sangat pendek untuk menahan gejolak kenaikan harga yang akan dirasakan rakyat miskin," katanya.

3. Hatta Rajasa


Besan Presiden SBY ini paling getol menyuarakan kenaikan BBM. Menteri Koordinator Perekonomian ini juga punya alasan tersendiri.

Menurut capres yang akan diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) ini, kenaikan BBM merupakan langkah yang paling mudah dalam mengurangi beban subsidi BBM yang diperkirakan mencapai Rp 300 triliun tahun ini.

Hatta mengatakan saat ini subsidi BBM tidak tepat sasaran. Pasalnya, hampir 70 persen subsidi dinikmati oleh kalangan orang mampu yang dapat membeli BBM dengan harga keekonomian. "Ini cara yang paling mudah, meski tidak gampang," ujar dia di Malang, senin (6/5).

Hatta menambahkan program pembangunan infrastruktur pedesaan, serta program memajukan sektor pendidikan terutama memberikan beasiswa kepada masyarakat merupakan program yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing. "Kalau ada langkah penghematan BBM, maka kita utamakan program-program tersebut. Setelah itu dibarengi dengan peningkatan infrastruktur pedesaan, memajukan sektor pendidikan serta tidak lupa memberikan beasiswa masyarakat," ujarnya.

4. Jusuf Kalla


Meski belum ada partai yang mengusung, JK juga disebut-sebut berpeluang menjadi capres pada Pemilu 2014 nanti. Sama dengan capres-capres lainnya, JK juga sepakat dengan rencana pemerintah.

"Ini sudah telat dua tahun harusnya sudah dari dulu-dulu kebijakan untuk menaikkan BBM bersubsidi. Mungkin pemerintah masih takut melihat dampak-dampaknya," ujar Kalla di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Sabtu (1/6) lalu.

Kalla mengatakan, seandainya pemerintah mengurangi subsidi BBM sejak dua tahun lalu, tentu pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan terlibas oleh Filipina. "Kita bisa saja melebihi Filipina. Kalau zaman dulu subsidi kita tidak sebesar ini, ekonomi kita pasti akan jauh lebih baik dari mereka," tegas Kalla.

Kalla menyebut pemerintah pernah mengurangi subsidi BBM yang mengakibatkan harga BBM melonjak hingga 120 persen. "Sebenarnya mau dinaikkan 120 persen juga gak papa. Dulu kita pernah naikkan segitu, memang inflasi naik sedikit, tapi inflasi itu hanya enam bulan, kemiskinan naiknya tidak banyak, kemiskinan hanya naik 1 persen pada saat kita naikkan 120 persen malah," imbuh Jusuf Kalla.

5. Gita Wirjawan


Gita yang akan maju sebagai capres dari Partai Demokrat ini juga sepakat dengan rencana SBY. "Semakin cepat harga BBM bisa dinaikkan, semakin kita bisa mengatur neraca perdagangan," kata Gita yang juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan ini beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pemerintah tetap akan memberikan solusi terbaik agar rakyat tidak menjadi terbebani dengan kebijakan kenaikan harga BBM. Kenaikan BBM tentunya akan mendorong kenaikan harga komoditas atau inflasi.

"Ini juga maksudnya agar jangan sampai membuahkan tren inflasi yang tidak terkendali," ungkapnya.

Senin, 17 Juni 2013

Mahasiswa UKI blokir jalan dan bakar ban, Cawang macet total

Sejumlah mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang terletak di bilangan Cawang, Jakarta Selatan menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi ini digelar dengan membakar ban di tengan Jalan Letjen Sutoyo dan menyebabkan sejumlah kendaraan tidak dapat melintas.


Menurut Pantauan, Senin (17/6), aksi bakar ban dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB tepat di tengah jalan. Akibatnya, kendaraan yang melintas dari arah Cawang menuju Pulo Gadung tidak melewati jalan itu.

Atas kondisi yang terjadi, petugas kepolisian kemudian mencoba membubarkan para mahasiswa dengan menembakkan gas air mata. Hal itu menyebabkan aksi yang digelar para mahasiswa segera terhenti.

Saat ini, kondisi jalan telah dapat dilalui. Bekas aksi bakar ban pun telah dibersihkan.