Tampilkan postingan dengan label Deli Serdang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Deli Serdang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Pemilihan Bupati Deli Serdang Digelar Oktober Mendatang


Deli Serdang – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang di Gelar pada 23 Oktober 2013. Penetapan pelaksanaan Pilkada sesuai dengan surat keputusan KPUD Deli Serdang dengan No.01/KPTS/KPU-DS-655895/2013. Persiapan Pemilihan Kepala Daerah Deli Serdang terdiri atas tiga meliputi non tahapan, Pelaksanaan Regulasi dalam bentuk keputusan, dan pelaksanaan tahapan.

Ketua KPUD Deli Serdang Mhd Yusri mengatakan "Mengenai tahapan pelaksanaan, lebih kepada tata cara pemutakhiran dan penetapan data dan daftar pemilih, tata cara pencalonan, tata cara kampanye, tata cara pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS, tata cara pelaksanakan Rekapitulasi hasil hitungan suara, dan tata cara penetapan calon terpilih,"

Kemudian non tahapan yaitu tata kerja KPU, pemantauan, sosialisasi, norma, standar, prosedur dan kebutuhanan pendistribusian perlengkapana pemungutan suara, pelaporan dana kampanye, dan audit dana kampanye peserta Pemilihan Kepala Daerah Deli Serdang 2013.

Kedua, pelaksanan pencalonan partai politik, Koalisi Partai Politik dan Calon Independent, meliputi, penyerahan dan verifikasi dukungan pasangan calon Independent, pengadaan dan menyerahkan perlengkapan Berkas dan penghitungan suara berdasarkan norma, standar, prosedur dan kebutuhan yang di tetapkan KPUD Deli Serdang dan selanjutnya kampanye. (DSN)

Selasa, 14 Mei 2013

Sekeluarga Korban Pembantaian Sadis di Namorambe Dimakamkan Satu Tempat

DELI SERDANG - Usai menjalani proses otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara, jasad 3 bersaudara korban pembantaian di Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang, akhirnya dimakamkan, Senin (13/5/2013) siang sekira pukul 14.10 Wib.

Pemakaman dilakukan, sesaat setelah disholatkan dan ritual takziah dilakukan. Secara bergantian, jenazah para korban yang merupakan satu keluarga itu pun dimasukan ke liang lahan yang berada tepat disamping rumah yang didiami Jhon Fatar Ginting bersama istri ndayani dan anak angkatnya Aisyah, di kawasan Jalan Lintas Namorambe Dusun 2 Desa Suka Mulia Hilir Kecamatan Namorambe.

Pertama sekali, jasad Jhon Fatar Ginting (50) dimasukan ke liang lahan, disusul jasad putri angkatnya Aisyah Boru Ginting (7) yang dimakamkan di antara makam ayah dan ibunya. Dan terakhir, jasad Sakini Andayani (45) dimasukan ke dalam peristirahannya yang terakhir. Aksi desak-desakan para peziarah baik dari pihak keluarga maupun warga pun terjadi.

Sambil diiringin sholawat, jasad ketiganya ditutupi tanah, secara bersamaan, menyusul taburan bunga dan air yang menandakan proses pemakaman telah berakhir. Menurut informasi yang disampaikan pihak keluarga, untuk mengiringi perjalanan ketiga korban menuju alam kubur, keluarga Andayani sendiri akan melakukan pengajian selama 3 hari berturut-turut.

"Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak," itulah ungkapan yang dapat menggambarkan nasib Jhon fatar Ginting (50) dan Sakini Andayani (45). Pasalnya, belum sempat merayakan Ulang tahun (Ultah) putri angkatnya Aisyah Boru Ginting, yang pada hari ini senin (13/5/2013) tepat berusia 7 tahun, ketiganya justru terbunuh dalam peristiwa perampokan berdarah yang terjadi pada Minggu (12/5/2013) dini hari sekira pukul 03.00 Wib.

Juminem (48), yang merupakan kakak Kandung korban Sakini andayani, mengungkapkan kekesalannya terhadapan para pelaku, yang begitu tega menghabisi nyawa keluarga adiknya itu. Padahal, menurutnya, keluarga kecil yang diketahuinya sangat harmonis dan jauh dari permusuhan dengan orang lain itu, hendak merayakan ultah putri angkatnya pada Jumat (17/5/2013) mendatang.

Masih Juminem, sekitar seminggu sebelum tragedi berdarah itu terjadi, adiknya Anik (sapaan Andayani), menghubunginya via ponsel. Ketika itu, Anik mengundang Juminem, untuk hadir dalam acara Ultah putrinya Aisyah yang ke 7 tahun."dibilangnya, dia uda sebarkan undangan untuk disampaikan kepada teman-temannya, melalui guru Aisyah di Yayasan Al Hidayah. Tapi, saya tidak menyangka mereka justru telah meninggal dunia sebelum merayakan Ultah anaknya. Adik ku itu orang baik, tapi kok ada yang tega seperti ini,"sebut Juminem sambil meneteskan air mata.

Menurut wanita yang bertempat tinggal di Bingkat Kabupaten Langkat itu, dirinya memangg jarang bertemu dengan Anik dan keluarga. Namun, pihak keluarga memang sudah sering mengingatkan Anik, agar tetap berhati-hati jika sedang berada di rumah, sebab jika dilihat dari letak kediamannya, terbilang cukup rawan dari tindak kejahatan."kami sebenarnya cukup khawatir dengan mereka, karena tempat tinggalnya jauh dari keramaian. Tatapi, karena suaminya memang bekerja di sini, yasudahlah, kami tepis kekhawatiran itu. Tapi, ternyata hal ini terjadi juga,"lagi-lagi Juminem berkata sambil menangis.

Sementara, teman sekolah Aisyah di Yayasan Al Hidayah, Dilla (7) juga mengungkapkan kesedihannya ketika mengetahui temannya itu meninggal dunia dengan cara tragis. Menurutnya, Aisyah terbilang murid yang pintar dan rangking dalam belajar.(Red/Dna)

Selasa, 07 Mei 2013

Drainase Tak Beres, 2 Desa di Hamparan Perak Kebanjiran

HAMPARAN PERAK - Akibat guyuran hujan seharian mengakibatkan 2 Desa di kawasan Kecamatan Hamparan Perak yakni Desa Klambir V dan Klumpang mengalami kebanjiran ditambah lagi sistem drainase di daerah tersebut tak beres mengaliri air hujan.Genangan air tak hanya merendam ratusan rumah warga namun sejumlah kandang ternak lembu, kambing dan ayam turut terendam bahkan lahan pertanian milik warga terancam gagal panen.Senin sore (06/05/2013).

Itu sesuai amatan langsung Reporter DNAberita saat meintasi dua Desa di Kecamatan yang dipimpin camat Faisal Arif Nasution tersebut, tampak sejumlah rumah kebun digenangi air setinggi mata kaki bahkan genangan air kerap dijadikan ajang permainan anak-anak, sesekali tampak warga sibuk mengeluarkan sampah di dalam got yang tersumbat sampah.

"Benar bang, saat ini rumah kami kebanjiran sampai kini genangan air sulit surut diduga akibat tak beresnya drainase,"kata Hamzah seorang warga Desa Klumpang menginformasikan pada DNAberita.com.

Banjir tak hanya menyusahkan Warga dan para anak sekolah hingga terganggunya aktivitas belajar mengajar, namun genangan air turut memperparah kondisi jalan menjadi rusak di Hamparan Perak.

Warga disana berharap agar pihak Dinas PU Pemkab Deli Serdang segera memperbaiki kondisi kerusakan drainase sesuai program Gerakan Deli Serdang Membangun (GDSM) sehingga Hamparan Perak dapat terbebas dari banjir.(Redaksi)