Tampilkan postingan dengan label Sumatera-Kalimantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera-Kalimantan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juni 2013

Kabur dari Pesta Narkoba, Pria Ini Jatuh dari Lantai 7


Nahas betul nasib Januar (29), warga Desa Pamulutan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan ini. Berniat kabur dari penggerebekan polisi terkait narkoba, dia malah tewas setelah jatuh dari lantai 7 Hotel Jayakarta Daira.

Januar nekat mencoba melarikan diri dari pesta narkoba itu dengan cara ke luar dari jendela kamar dan merayap di luar dinding hotel. Nahas, dia hilang keseimbangan dan terjatuh hingga lengan kanan patah, Sabtu malam 29 Juni 2013. Tersangka sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muhammad Hosien Palembang. Namun, nyawanya tak bisa diselamatkan.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang, Ajun Komisaris Suryadi mengatakan, Minggu 30 Juni 2013, Januar tengah menghisap sabu saat digerebek. Di RS, lanjutnya, Januar sempat dirawat selama dua jam.

Selain Januar, lanjut Suryadi, Polisi juga menangkap tiga tersangka lainnya. Dua tersangka ditangkap di halaman hotel atas nama Agus Riyanto (45) warga Plaju dan Fajri Hadiyanto (32). Dari tangan dua tersangka ini, lanjut dia, polisi menyita barang bukti berupa dua paket sabu-sabu dan 8 butir pil ekstasi.

Dari penangkapan dua tersangka ini, petugas kemudian masuk ke dalam hotel dan menggerebek Januar dan tersangka Ervin alias Ipin (37), warga Jalan Kolonel Lubis Rt 1, Kelurahan Sukabangun, Palembang. Suryadi menambahkan, polisi masih memeriksa ketiga tersangka secara intensif.

Kepada wartawan, Ervin mengaku sabu yang dia pakai berasal dari Januar. "Saya pakai empat hisap. Waktu pintu di dobrak dia (Januar) langsung lari ke jendela kamar dan terjatuh," kata dia.

Ke hotel, Ervin mengaku ingin menagih uang ke tersangka Agus Riyanto. "Untuk membayar kontrakan."

Rabu, 19 Juni 2013

Kabut Asap, Warga Batam Diimbau Gunakan Masker


Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan di Sumatera semakin parah menyelimuti Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu 19 Juni 2013. Asap mulai mengganggu pernafasan warga serta rentan terkena penyakit sesak nafas atau ISPA.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Chandra Rizal mengimbau masyarakat menggunakan masker jika hendak berpergian ke luar rumah sebab udara Kota Batam sedang tidak baik bagi kesehatan. Kalau memang tidak terlalu perlu, warga sebaiknya tinggal di rumah saja.

Dia juga mengimbau warga segera ke dokter jika mulai merasakan keluhan seperti batuk dan pilek.

Pemerintah Kota Batam melalui Dinkes Batam segera mensosialisasikan kepada agar warga menggunakan masker untuk mencegah terjadinya penyakit pernafasan dan ISPA. "Sosialisasi penggunaan masker ini akan kami sampaikan melalui media cetak dan radio di Batam," terangnya.

Sementara itu, Kanit Patroli Satlantas Polresta Barelang, Iptu Kartijo juga mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam berkendara, sebab kabut asap membuat jarak pandang semakin pendek.

"Kabut asap kiriman mulai mengganggu pengguna jalan, kami menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam berkendara," kata Kartijo.

Jumat, 10 Mei 2013

Densus 88 Gerebek Rumah Teroris di Lampung


Tim Datasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menggerebek sebuah rumah kontrakan di Gang Damai, Jalan Ratu Dibalau, Kelurahan Way Kandis, Tanjung Seneng, Bandar Lampung, Jumat 10 Mei 2013.

Rumah kontrakan tersebut diduga merupakan tempat para teroris jaringan Lampung bersembunyi. Mereka diduga memiliki hubungan dengan teroris yang lebih dahulu ditangkap di Kendal, Jawa Tengah dan Bandung dua hari terakhir.

Tim Densus 88 yang berjumlah 10 orang itu mendobrak sebuah kamar kontrakan tersebut sekitar pukul 14.00 siang. Namun, tim tidak mendapati seorangpun di sana. Diduga, informasi ini bocor, dan terduga teroris sudah melarikan diri.

"Kontrakan tersebut sebulan lalu disewa oleh seorang yang mengaku bernama Parjo. Ia mengaku sebagai tukang tambal aspal di daerah Bandar Lampung," kata Reni, pemilik kontrakan kepada wartawan.

Ia mengaku tidak tahu aktivitas di kontrakan tersebut. "Tapi beberapa hari kemudian, kontrakan tersebut disewa oleh seorang pria lagi. Lalu sekitar hampir sebulan, ada tujuh orang yang sering ke sana, termasuk seorang wanita," ucapnya.

Reni juga mengatakan para pria yang tinggal di sana kerap membawa tas ransel besar saat akan berangkat dan pulang kerja. "Ya setiap hari seperti biasa, berangkat pagi pulang sore, seperti orang kerja biasa," kata dia.

Eka, tetangga yang berada di depan kontrakan terduga teroris mengaku tidak banyak mengetahui aktivitas orang-orang yang mengontrak di sana. "Mereka jarang ngobrol, kalau pulang kerja langsung masuk dan tidak keluar lagi," ujar Eka.

Senin, 06 Mei 2013

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 7,1 Kg Shabu


Petugas Bea Cukai dan Direktorat Pengamanan (Ditpam) Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Batam menggagalkan penyelundupan 7,1 kilogram shabu senilai lebih dari Rp 7 milyar yang diseludupkan sindikat narkoba jaringan Malaysia, Sabtu 4 Mei 2013. Ini nilai penyelundupan yang lebih besar setelah penangkapan TKI asal Madura yang kedapatan membawa setengah kilogram sabu senilai Rp500 juta.

Kali ini, barang haram itu dibawa seorang kurir dari Malaysia dengan menumpang kapal feri MV Indo Mas dari Pasir Gudang, Johor Bahru, Malaysia menuju Batam. Ali Akbar (25) dan Ahmad Zainal (27), warga Pamekasan, Madura dibekuk petugas ketika mencoba menjemput shabu itu di pelabuhan.

Modus yang digunakan sindikat ini dengan mengemas shabu dalam sembilan kantong bening lalu dimasukan ke plastik biru dan kemudian disembunyikan diantara tumpukan pakaian dalam dua travel bag warna hitam.

Penangkapan shabu ini berawal dari kecurigaan petugas terhadap dua travel bag yang tak diambil pemiliknya di mesin pemindai kedatangan pelabuhan. Petugas kemudian memindahkan tas di atas meja, namun tiba-tiba datang dua pemuda dengan gerak-gerik mencurigakan coba mengambil tas itu.

"Kedua tas travel itu tak kunjung diambil pemiliknya, lalu kami pisahkan dan meletaknya diatas meja. Tiba-tiba datang dua pemuda yang mengambil tas," kata Hendrianto, salah satu petugas Ditpam Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre.

Petugas kemudian menginterogasi kedua pelaku di Pos Bea Cukai pelabuhan, saat dilakukan penggeledahan akhirnya ditemukan sembilan kantong plastik bening shabu di antara tumpukan pakaian dari dua travel bag.

"Kedua pemuda berkilah tak mengetahui ada shabu dalam tas, untuk penyelidikan keduanya bersama barang bukti kita gelandang ke Kantor Bea Cukai Batam," kata Hendrianto.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kedua orang itu beserta barang bukti shabu dibawa ke Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea dan Cukai Tipe B Batam, di Batuampar dan berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Kepri dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri untuk memburu keberadaan pembawa shabu dari Malaysia. (VN)

Selasa, 30 April 2013

Dana Abadi PNPM di Lampung Rp 276 Miliar

Total dana abadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Lampung kini mencapai Rp 276 miliar. Dana ini umumnya digunakan untuk pinjaman modal usaha bergulir.

Hal itu diungkapkan Koordinator PNPM Mandiri Perdesaan Wilayah Lampung, Amir Mahmud Hasan, Selasa (30/4/2013) di Bandar Lampung.

Ia mengatakan, dana bergulir yang mencapai Rp 276 miliar itu merupakan akumulasi dari berbagai program Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sejak awal 2003 silam. Dana ini terus bertambah baik dari segi jumlah dan penggunanya dari tahun ke tahun.

"Modal awalnya hanya Rp 192 miliar. Jumlahnya terus bertambah. Sampai-sampai, Ibu Gubernur (Truly Sjachroedin ZP) terkejut ketika saya sampaikan masyarakat memiliki dana bergulir sebesar itu. Pada umumnya, namanya dana bergulir itu terkena dua penyakit, yaitu macet dan disalahgunakan," ujar Amir.

Ia menjelaskan, tingkat pengembalian dana abadi PNPM Mandiri di Lampung terbilang tinggi yaitu bulan ini mencapai 82 persen. "Bahkan, rata-rata di atas 90 persen. Sangat sedikit kredit macet. Di PNPM, kami tidak mengenal kata pemutihan. Jika tidak mampu, utang bisa ditanggung kelompok secara tanggung renteng. Sehingga, dana terus bergulir dan meningkat," ujarnya.

Ia menjelaskan, dana abadi ini dikelola oleh tiap-tiap kelompok dan dikontrol oleh para kader PNPM Perdesaan. Adapun jumlah kelompok PNPM ini di Lampung mencapai 14.000 di 1.700 desa. Sementara, jumlah kadernya, termasuk di dalamnya PKK, mencapai 127.000 orang. Setiap anggota kelompok bisa mendapatkan dana Rp 500.000 - Rp 2 juta tanpa agunan. Dana ini, ungkapnya, mayoritas digunakan oleh ibu rumah tangga untuk modal usaha kecil-kecilan seperti membuka warung.

Senin, 22 April 2013

2.800 Siswa Tak Dapat Soal, Wali Kota Samarinda Batalkan UN


Samarinda menolak penggandaan soal ujian nasional (UN). Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang bahkan secara tegas melarang sekolah-sekolah melaksanakan UN bila naskah soal tidak lengkap.

Jaang menyatakan siap dijatuhi sanksi oleh presiden karena sikapnya tersebut. Dia lebih memilih menerima sanksi daripada melihat ada 2.800 siswa yang tidak mendapatkan soal ujian.

"Dengan semua pertimbangan itu, maka saya memutuskan untuk tidak menggelar ujian hari ini. Kalau dipaksakan, maka yang nanti menjadi korban adalah anak-anak peserta ujian," kata Jaang, Kamis 18 April 2013.

Jaang mengatakan, sikapnya itu bisa dipertanggungjawabkan. Dia tak mau terjadi kecemburuan jika sebagian siswa mengerjakan ujian dengan naskah asli dan sebagian lainnya dengan naskah yang difoto kopi. Apabila sekolah memaksakan menggandakan soal ujian, Jaang menilai ini tidak baik untuk kondisi psikologis anak-anak peserta ujian.

Menurut Jaang kondisi ini memang serba salah, sehingga ia harus mengambil keputusan untuk menunda pelaksanaan UN hingga naskah soal lengkap.

"Ada 2.800 anak yang tidak dapat soal ujian. Mending saya dimarahi menteri daripada dimarahi 2.800 anak yang tidak dapat soal," ujarnya.

Sampai dengan hari "H" pelaksanaan ujian, ada 12 SMA di Samarinda yang belum mendapatkan soal ujian. Termasuk SMA 10 Melati yang merupakan sekolah terfavorit di Kalimantan Timur. Kondisi ini, kata Jaang, sangat merisaukan.

Selain itu, ada 11 Madrasah Aliyah, 2 SMK dan 1 kelompok penyelenggara program kejar paket C yang juga belum mendapatkan kiriman soal.

Selasa, 16 April 2013

Gempa 5,5 SR goyang Lampung Selatan


Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) menggoyang wilayah Lampung Selatan. Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 18.26 WIB.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (16/4) pusat gempa berada di titik 6.30 Lintang Selatan dan 104.80 Bujur Timur. Pusat gempa berada di kedalaman 19 Km.

Belum diketahui apakah gempa tersebut menimbulkan korban jiwa. Hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan akibat gempa ini.

Rabu, 10 April 2013

Jembatan Putus, Akses ke Perbatasan RI-Malaysia Lumpuh


Sebuah jembatan di Kelurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, putus. Jembatan ini merupakan jalan utama provinsi menghubungkan dua wilayah, yakni Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang.

Akses jalan ini pun merupakan akses menuju arah perbatasan RI-Malaysia. Sejumlah warga setempat terbiasa menggunakan jembatan tersebut setiap harinya untuk menuju ke Malaysia. Peristiwa ambruknya jembatan itu pun terjadi secara tiba-tiba.

Menurut salah satu warga setempat, Budi, awalnya jembatan tersebut berlubang kecil, namun beberapa jam kemudian jembatan itu ambruk.

“Beruntung pada saat kejadian ini tidak terdapat korban jiwa,” ujar Budi, Selasa 9 April 2013.

Jembatan yang terbuat dari beton ini memiliki panjang sekitar lima meter, kemudian putus sepanjang tiga meter sehingga tak dapat dilalui oleh kendaraan. Sementara kendaraan roda empat maupun roda enam harus terparkir di halaman dekat lokasi kejadian itu. Di bawah jembatan ini terdapat sungai dengan kedalaman lebih dari lima meter.

"Kalau tidak ada jembatan ini, akses warga dari Kota Singkawang menuju Kabupaten Bengkayang semakin jauh. Harus memutar ke arah Kabupaten Pontianak yang jaraknya bisa mencapai ratusan kilometer," katanya.

Guna mengantisipasi lumpuhnya jalur utama yang menghubungkan dua kabupaten itu aparat kepolisian setempat mengamankan arus lalu lintas.

Hingga kini belum terlihat penanganan yang dilakukan pemerintah terhadap jembatan tersebut.

Minggu, 07 April 2013

Konflik Bendera Meruncing, SBY Panggil Gubernur Aceh

Bendera GAM raksasa dibentangkan di kantor DPR Aceh, Senin 1 April 2013

Pengibaran bendera dan lambang daerah Nangroe Aceh Darussalam yang dipandang memuat unsur separatis kian meruncing. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengundang Gubernur Nangroe Aceh Darussalam Zaini Abdullah, untuk membahas masalah ini.

Usai salat Jumat, 5 April 2013, Presiden mengajak semua lapisan masyarakat Aceh--termasuk pimpinan eksekutif, legislatif, dan yudikatif-- menjaga proses perdamaian di Aceh yang telah tercipta. "Juga pemerintah pusat," kata dia di Mesjid Kompleks Istana Merdeka, Jakarta.

Seharusnya, kata SBY, prioritas utama pemerintah setempat adalah membangun dan memajukan Aceh agar memiliki masa depan yang lebih baik, sebagaimana juga dilakukan daerah-daerah lain di Tanah Air.

"Saya ingin kita kembali pada tujuan besar itu. Saya ingin bicarakan masalah ini agar Aceh tetap tenang dan damai, kesejahteraan rakyat ditingkatkan," tuturnya.

Seperti diketahui, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi disambut ribuan bendera berlambang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat ia berkunjung ke Aceh, kemarin. Dalam kunjungan itu, Mendagri bertemu dengan sejumlah pimpinan daerah Aceh. Kemendagri telah mengirimkan evaluasi Qanun atau Peraturan Daerah Aceh yang memuat bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai bendera Aceh. Dalam 12 poin evaluasi tersebut, pemerintah meminta Pemda Aceh untuk mengubah lambang bendera Aceh dalam waktu 15 hari.

Kamis, 04 April 2013

Seribu Bendera Merah Putih Dikibarkan di Meulaboh

Pengesahan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menjadi bendera resmi Nanggroe Aceh Darussalam oleh Gubernur dan DPR Aceh tidak didukung oleh seluruh warga Aceh. Warga Aceh Barat termasuk yang menolak bendera itu.


Sejak kemarin sampai hari ini, Selasa 2 April 2013, warga Aceh Barat memasang dan mengibarkan bendera Merah Putih di sejumlah tempat di kabupaten itu sebagai bentuk penolakan terhadap pengesahan bendera GAM menjadi bendera Aceh.

Bendera Merah Putih itu dikibarkan oleh kelompok yang menyebut dirinya Pembela Tanah Air (PETA) di sepanjang jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh dan berbagai sudut kota Meulaboh.

“Kami menolak pengesahan bendera GAM karena itu hanya untuk kepentingan kelompok mereka sendiri, bukan untuk kepentingan rakyat Aceh,” kata Teuku Raja Abdullah, salah seorang anggota PETA, Selasa 2 April 2013.

PETA juga mengancam akan membakar bendera GAM jika ada yang berani mengibarkannya di kawasan Aceh Barat pantai barat Aceh. “Seribu lebih bendera Merah Putih kami pasang karena kami tidak nyaman dengan pengesahan bendera GAM itu,” kata Abdullah.

Selain memasang bendera Merah Putih di sejumlah jalan dan sudut kota, PETA juga mengimbau warga untuk memasang bendera Merah Putih di rumah-rumah mereka. PETA bersikukuh pengesahan bendera GAM jadi bendera Aceh tidak ada manfaatnya untuk rakyat Aceh.

VIDEO: Jasad Pendaki Gunung Dempo Ditemukan Mengapung di Kawah

Aswin, pendaki yang hilang saat melakukan pendakian di Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumatera Selatan, akhirnya ditemukan. Namun, Aswin sudah tidak lagi bernyawa. Jasadnya mengapung di kawah Gunung Dempo yang biru jernih.


Jasad Aswin yang berjaket hitam tampak kontras dengan warna kawah Gunung Dempo yang biru jernih. Di tengah keindahan alam Gunung Dempo yang memukau itulah, Aswin tak sengaja terperosok ke dalam kawah. Lihat videonya di tautan ini.

Aswin terjatuh saat sedang berjalan di bibir kawah bersama rekan-rekannya. Sabtu lalu, 30 Maret 2013, Aswin dan teman-temannya mendaki puncak Gunung Dempo bersama 70 pendaki lainnya dari berbagai daerah di Sumatera Selatan. Mereka hendak mengisi libur akhir pekan dengan menikmati keindahan kawah Gunung Dempo.

Namun saat menuruni bibir kawah gunung berapi itu, Aswin menghilang dan terpisah dari rekan-rekannya. Beberapa hari kemudian dia ditemukan tewas di dalam kawah itu.