Sabtu, 01 Juni 2013

Revisi PP tentang Jalan Tol Segera Terbit


Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Imam Apriyanto Putro, Sabtu 1 Juni 2013, menyatakan revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 15 Tahun 20015 tentang Jalan Tol akan segera terbit.

"Ini PP yang memungkinkan pemberian penugasan kepada BUMN untuk mengusahakan jalan tol," ujar Iman di Jakarta.

Setelah revisi PP ini terbit, Imam melanjutkan, BUMN di bidang konstruksi bisa ambil bagian dalam proyek jalan tol baik itu pembangunan, perbaikan, serta pemeliharaan.

Namun, Imam belum dapat memastikan kapan revisi PP ini diterbitkan. "Nah, tanggalnya itu yang saya belum tahu. Tapi saat ini PP sudah ada di Sekretariat Negara," kata Imam.

Menurut Imam, revisi PP ini akan bisa digunakan oleh pemerintah yang menyiapkan Hutama Karya (HK) sebagai pelaksana proyek jalan tol Trans Sumatera. Karena dalam revisi PP ini terdapat aturan yang memungkinan perusahaan pelat merah untuk menggarap proyek pembangunan jalan tol yang sulit dikerjakan oleh swasta.

Kementerian BUMN sendiri memandang bahwa pembangunan jalan tol Trans Sumatera amat dibutuhkan mengingat potensi pengembangan ekonomi di sana mendesak sarana infrastruktur yang memadai.

"BUMN sudah 'ngebet' untuk melakukannya. Rancangan ada pada kami dan ada yang sudah dibahas dalam rapat koordinasi," kata Imam.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN telah menunjuk HK sebagai BUMN yang akan menggarap proyek pembangunan jalan tol sepanjang 2.700 kilometer di Pulau Sumatera.

Pembangunan ruas tol ini terbagi menjadi tujuh ruas, yaitu empat koridor utama dan tiga koridor prioritas jaringan. Empat ruas utama jaringan tol tersebut adalah Lampung-Palembang sepanjang 358 km, Palembang-Pekanbaru sepanjang 610 km, Pekanbaru-Medan sepanjang 548 kilometer, dan Medan-Banda Aceh sepanjang 460 kilometer. Sedangkan tiga cabang prioritas jalan ini adalah ruas Palembang-Bengkulu sepanjang 303 km, Pekanbaru-Padang sepanjang 242 km, dan Medan-Sibolga sepanjang 175 km. Perkiraan pembiayaan pengerjaan empat koridor jalan utama itu sebesar Rp298 triliun.

Bayar Dividen, Freeport Ditunggu Sampai Akhir Tahun


PT Freeport Indonesia belum kunjung menyetorkan dividennya kepada pemerintah beberapa tahun ini. Pemerintah menunggunya hingga akhir tahun ini.

Dividen yang diharapkan dari perusahaan tambang ini sebesar Rp1,5 triliun.

"Kami masih menunggu (pembayaran) Freeport sampai Desember 2013," kata Sekretaris Menteri Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro, di Jakarta, Sabtu 1 Juni 2013.

Pada tahun 2012, pemerintah menargetkan deviden dari perusahaan ini sebesar Rp1,5 triliun. Target ini turun sebesar 14,77 persen dibandingkan realisasi dividen pada 2011, yaitu sebesar Rp1,76 triliun.

Hal ini dikarenakan perkembangan situasi di Papua yang memungkinkan perusahaan itu tidak bisa memberikan dividen yang besar. Pada akhir tahun 2012, jumlah itu diturunkan hingga Rp500 miliar karena kegiatan operasional pertambangan ini sempat terhenti pada awal 2012.

Kini, jumlah dividen bertambah Rp1 triliun dan menjadi Rp1,5 triliun. Segitulah kewajiban bayar perusahaan asal Amerika kepada pemerintah.

Namun, Freeport Indonesia mengakui bahwa mereka belum menyetor dividen pada tahun 2012, dan pemerintah terus mengejar setoran tersebut.

Perlu diketahui, pemerintah juga turut memegang saham sebesar 9,76 persen dalam perusahaan tersebut.

TKI ku Malang ,Orangtua Elviyani Kesalkan Suami Korban Tak Tangungjawab

MEDAN MARELAN - TKI ku sayang TKI ku yang Malang, Nasi sudah menjadi bubur, habis manis sepah dibuang mungkin sudah menjadi suratan akhir hidup anaknya dinegeri orang, Irfan Alek (57) selaku orangtua elviyani mengaku, hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan kepergian Elviyani (32) anak tertua dari 5 bersaudara yang dikabarkan menderita sakit paru - paru di Malaysia hingga jenazahnya disemayamkan di pekuburan muslin Jalan YP Hijau Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan.Kamis (30/05/2013).

Orangtua Elviyani mengaku, belakangan anaknya ini dikabarkan sudah menikah dengan rekan kerjanya semasa di Malaysia bernama Hamzah, seorang warga Bangladesh, namun yang sangat dikesalkan Irfan Alek (orang tua) korban, kenapa suami Elviyani itu tega berbohong padanya mengabari kalau Erviyani telah meninggal dikebumikan di Malaysia.

Padahal nyatanya jenazah anaknya sudah seminggu disana dan baru dipulangkan dengan pesawat terbang, lagi pula nomor HP suami anaknya itu kini sudah tak lagi bisa dihubungi terkesan sudah tak bertangungjawab lagi.UngkapIrfan Alek yang tampak sesekali deraian airmatanya tak terbendung lagi menetes sembari memperlihatkan sejumlah foto anaknya dan suaminya saat berada di Malaysia.

Suasana duka masih tampak menyelimuti keluarga Irvan Alek (57) selaku orang tua korban, ia tak banyak berbicara saat ditanyai seputar kematian anaknya di negeri tetangga tersebut, namun ia hanya bisa berpasrah dan mengucapkan rasa terima kasihnya saat pemulangan jenazah anaknya dibantu orang yang mengaku dari LSM Tim Investigasi penyelamat aset negara (TIPAN RI) yakni Bu Erniyati, SE sehingga ia sebagai orang tak punya merasa terbantu dan tak terbebani biaya.

"Katanya anak saya meninggal di Hospital Malaysia karena menderita sakit paru-paru, saya juga diperkenankan melihat wajah jenazah anak saya sebelum dimakamkan serta kami ada menerima sejumlah surat dari konjen Malaysia maupun surat keterangan yang menerangkan anak saya meninggal memang karena sakit,"kata orangtua korban saat ditemui langsung di kediamannya.(GS)

Calon hakim agung terkaya memiliki harta Rp 4,9 M

Komisi Yudisial (KY) masih melakukan verifikasi terkait kekayaan para calon hakim agung (CHA). KY menyebutkan calon hakim agung terkaya berasal hakim karir dengan harta mencapai Rp 4,922 miliar. Sedangkan jumlah harta terkecil dimiliki oleh salah satu peserta dari non karir sebesar Rp 316,760 juta.


"Harta kekayaan, jumlah terbanyak dimiliki salah seorang peserta dari karir sebesar 4.921.624.074," kata Juru Bicara KY Asep Rahmat Fajar seperti dikutip dari Antara, Minggu (2/6).

Namun Asep tidak menyebut peserta CHA yang terkaya dan calon termiskin tersebut. Dia hanya menyebutkan bahwa pada awal pekan ini hingga akhir pekan depan pihaknya akan melakukan verifikasi rekam jejak dan harta kekayaan para peserta seleksi CHA.

"Verifikasi dilakukan oleh Komisoner KY ke tempat tinggal dan tempat aktivitas para peserta," kata Asep.

Verifikasi ini dilakukan terhadap 35 peserta yang lolos tahap kualitas ini. Ke-35 CHA yang lolos ini terdiri dari 25 peserta di antaranya dari hakim karir dan sisanya 10 peserta dari non karir.

Jika berdasarkan kamar, yakni 13 calon untuk kamar pidana, 16 calon untuk kamar perdata dan enam peserta untuk TUN (Tata Usaha Negara).

Ke-35 CHA yang lolos seleksi tahap kualitas ini yakni


Sumber : Merdeka.com

Warga Nelayan Indah Tolak Keberadaan Judi Dadu

MEDAN LABUHAN - Warga yang bermukim di Perumahan Nelayan Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan, menolak permukiman mereka dijadikan lokasi transit (penyebrangan) bagi para penjudi dadu (samkwan). Mereka mengaku dengan kembali hadirnya para penjudi yang umumnya warga asal kota Medan tersebut, telah menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat nelayan.

“Kami minta polisi dan TNI untuk menutup tempat judi dadu itu. Selama ini, permukiman warga nelayan disini sudah dikotori oleh orang-orang dari luar kampung ini yang datang untuk bermain judi, tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum,” ujar, Anwar, Badan Kenajiran Masjid (BKM) Al Muhajirin Nelayan Indah, Jumat (31/5) kemarin.

Aksi penolakan warga terhadap keberadaan judi dadu itu disampaikan warga seusai melaksanakan sholat jumat berjama’ah di masjid Al Muhajirin. Warga yang kesal dengan bebasnya praktik perjudian dimaksud mengancam akan bertindak anarkis, apabila aparat penegak hukum tidak dapat berlaku tegas atau terkesan membiarkan berlangsungnya perjudian di tempat tinggal nelayan.

“Jangan salahkan kalau warga nantinya mengambil tindakan sendiri. Karena sampai saat ini tempat judi itu masih beroperasi, bahkan sampai larut malam. Padahal soal keresahan ini sudah pernah disampaikan warga secara lisan kepada aparat kepolisian dan kecamatan,” katanya.

Ungkapan serupa juga dilontarkan, M Asri tokoh masyarakat setempat. Dia menuturkan, dengan kembali beroperasinya perjudian disekitar permukimannya, membuat kenyamanan warga terusik karena dikhawatirkan akan mempengaruhi moral para pemuda di daerahnya.”Aparat penegak hukum kita sangat lemah, kenapa perjudian seperti ini terus dibiarkan bebas beroperasi, apa karena bandar dan para penjudinya etnis berduit?,” tanya, Asri.

Judi dadu atau lebih dikenal dengan sebutan samkwan yang sebelum sempat tutup, namun terhitung sejak dua hari lalu kembali beroperasi. Aparat Polres Pelabuhan Belawan yang sebelumnya bersiaga disekitar permukiman nelayan kini sudah tak terlihat lagi.”Anehnya, polisi yang tadinya berada disini untuk menggerebek judi, sekarang sudah tak kelihatan lagi,” ucapnya.

Camat Medan Labuhan, Zain Noval STTP mengatakan, terkait keluhan masyarakat pihaknya sejak awal telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Namun karena lokasi perjudian bukan berada diwilayah Kecamatan Medan Labuhan, sehingga membuat petugas Polsek Medan Labuhan sulit bertindak.

“Memang benar transitnya melalui wilayah kita, tapikan lokasi judi diseberang atau naik perahu lagi menuju pertambakan, dan itu adalah wilayah Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang,” ujar, Noval.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yudi Frianto sempat sedikit kaget begitu mendengar tempat perjudian jenis dadu beroperasi kembali. Begitupun, Yudi meminta masyarakat setempat supaya menahan diri untuk tidak bertindak anarkis.

”Tiga hari lalu kita siaga disitu (perumahan nelayan) tidak buka mereka (bandarnya-red), kalau bagitu nanti kita akan koordinasikan lagi ke Poltabes Medan, karena itu masuk dalam wilayah hukum Polsek Percut Seituan. Begitu pun kita harap warga untuk bersabar,” katanya.(GS)

Mobil Tangki Pertamina “Bebas” Jual BBM Di Tengah Jalan. Banyak Oknum Terima Amplop??

MEDAN - Setiap hari sedikitnya 80 unit mobil tangki Pertamina Labuhan Deli “BEBAS” jual BBM di tengah jalan. Anehnya kejahatan yang marak bertahun-tahun di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan itu berjalan mulus tanpa hambatan. Jumat (31/5/2013).

Rumor yang berkembang di area Pertamina Labuhan Deli Jl. KL Yos Sudarso Km 20 Medan, awak mobil tangki Pertamina bebas jual BBM di lokasi penampungan BBM ilegal disebabkan banyaknya oknum terkait terima amplop dari pemilik lokasi siong.

Oknum yang disebut-sebut sejumlah awak mobil tangki itu mulai dari pengisian BBM di depot Pertamina Labuhan Deli, oknum petugas Security, oknum petugas pintu ke luar masuk Pertamina Labuhan Deli, oknum pengawas PT. Elnusa, bahkan oknum Upms-I Medan. Sehingga pengisian BBM lebih di depot Pertamina Labuhan Deli (Beli BBM tak resmi-red) yang dilakukan antara sopir dengan oknum PT. Mesran (perusahaan koperasi Pertamina-red) berjalan mulus.

Berawal dari kejahatan di dalam depot Pertamina Labuhan Deli inilah para awak mobil tangki Pertamina menjual BBM itu kepada mafia BBM yang antri di sepanjang jalan KL Yos Sudarso, lebih-lebih di lokasi daerah simpang KIM Kelurahan kota Bangun Kecamatan Medan Deli (lokasi siong terbesar di kota Medan-red).

Seperti biasanya, setiap kali kejahatan di depot Pertamina Labuhan Deli disoroti berbagai kalangan, petinggi Pertamina yang dalam hal ini Upms-I Medan sibuk melakukan pengawasan ekstra ketat, padahal tindakan itu hanya serimonial belaka. Saat itu, peraturan dan pengawasan benar-benar dijalankan, namun tegasnya paling lama satu bulan, selanjutnya jalan seperti biasa. Tak heran, jika istilah pangkat kopral bergaji jendral di Pertamina Labuhan Deli berlaku. Tak juga guna heran jika sopir mobil tangki Pertamina dan pengawas punya mobil pribadi dan rumah mewah.

Disisi lain, oknum Pertamina dan oknum PT. Elnusa melakukan razia di sepanjang jalan KL Yos Sudarso (Tempat-tempat lokasi BBM ilegal-red) bukannya untuk membuat pelaku jera. Namun sopir mobil tangki Pertamina Labuhan Deli yang tertangkap jual BBM itu dijadikan ATM. Sementara dari lokasi penampungan BBM ilegal itu terima amplop bulanan.

Jika saja pihak Pertamina dan pihak PT. Elnusa serius mengatasi mobil tangki Pertamina Labuhan Deli yang kencing di jalan, dipastikan setiap harinya akan didapati sedikitnya 50 unit mobil tangki yang nakal di sepanjang jalan KL Yos Sudarso dan Jln. Rahmad Buddin Kelurahan Terjun. Sayangnya, setiap kali hendak dilakukan razia serius, terlebih dahulu diketahui pihak lokasi-lokasi BBM ilegal.

Lain hal di wilayah hukum Kabupaten Karo. Penegak hukum berseragam coklat-coklat di daerah itu sepertinya benar-benar menegakkan payung hukum. Baru-baru ini (Sabtu, 18/5/2013), 2 unit mobil tangki Pertamina Labuhan Deli masing-masing BK 9883 TO dengan sopir Horas Manurung dan Suparman Manurung sopir mobil tangki BK 9843 TO diamankan Polres Karo karena ketangkap jual BBM di tengah jalan. Ke 2 unit mobil tangki yang bertujuan ke SPBU kota Cane Aceh Tenggara, serta ke dua sopirnya itu diamankan ke Mapolres Karo. Ke 2 sopir ditimpakan pasal 374 sub 372 KUHpidana.

Kapoldasu Irjen Pol Drs. Wisjnu Amat Sastro melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Heru Prakoso ketika dikonfirmasi GLOBAL SUMUT.COM melalui telepon selularnya, Jumat (31/5/2013) berjanji akan meneruskan masalah mobil tangki Pertamina kencing di jalan ke Kapolres Pelabuhan Belawan untuk diselidiki. “Terimakasih, saya infokan ini ke Kapolres untuk diselidiki”. Kata Heru melalui pesan singkat SMS.(GS)

4 Kecelakaan mobil dengan korban terbakar

TAMORANEWS - Terbakarnya mobil Innova Sabtu (31/5) lalu, menambah panjang daftar kecelakaan yang mengakibatkan pengemudinya tewasnya terpanggang. Tercatat kecelakaan-kecelakaan tersebut disebabkan banyak faktor, mulai dari keteledoran supir sampai masalah korsleting listrik yang menyebabkan mobil mereka terbakar.

Beberapa kasus kecelakaan ini juga memanjang sampai-sampai pihak produsen mobil harus ikut campur tangan menyelidiki atau seminimalnya ikut serta memberikan uang sumbangan. Namun terkadang kasus mobil terbakar disebabkan karena faktor si pengemudi.

Peristiwa mobil dengan korban jiwa memang menjadi teror setiap pengemudi. Lalu apa penyebabnya? Berikut ini adalah daftar kecelakaan-kecelakaan tersebut.

1. Kecelakaan, Nissan Juke terbakar


Mobil Nissan Juke yang dikemudikan Olivia menabrak tiang reklame sebelum akhirnya terbakar. Dalam insiden itu, Olivia tewas terbakar.

Kebakaran Nissan Juke diduga karena percikan api saat mobil menabrak reklame. Ban kiri depan lepas mental sejauh 22 meter sementara lampu kanan 17 meter. Percikan api dengan cepat membesar setelah mengenai bahan bakar yang menetes..

Saat itu, Olivia yang berada di belakang setir mobil tidak sempat dikeluarkan pasca tabrakan tersebut, sedangkan rekannya, Joy berhasil menyelamatkan diri. Olivia pun terbakar bersama dengan mobilnya.

Polisi terus mengusut kasus ini. Bahkan ahli kendaraan dari Jepang sengaja didatangkan untuk menyelidiki kecelakaan maut ini.

Pihak Nissan mengaku telah bekerja sama dengan polisi untuk mengusut kasus ini. Mereka belum bisa menyampaikan penyebab kecelakaan. Namun mereka yakin kasus Olivia ini tidak akan berpengaruh pada penjualan mereka.

2. Avanza terbakar di Jalan Jenderal Sudirman


Sebuah mobil Toyota Avanza nopol B 1656 ZFC dengan kecepatan tinggi menabrak pohon di ruas jalan Jenderal Sudirman, Kamis (28/3) pagi dan langsung terbakar. Peristiwa yang terjadi pada pukul 04.15 WIB tersebut langsung menewaskan sang sopir. Sopir tewas dengan luka bakar.

"Dugaan sementara mobil terbakar karena korslet. Saat tabrakan, mungkin terjadi korsleting lalu dengan mesin yang masih menyala kemudian muncul percikan api dan percikan tersebut mengenai bensin lalu terbakar," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/3).

Diketahui, mobil melaju dari arah utara ke selatan di jalur cepat lajur paling kiri dengan kecepatan tinggi dan membuat pengemudi kehilangan kendali sampai akhirnya menabrak pohon di sebelah kiri jalur cepat kemudian langsung terbakar.

3. Terios terbalik lalu terbakar di Cikunir


Sebuah Terios bernopol B 1042 KQN yang melaju dari arah Cikunir terbalik, lalu terbakar di kilometer 38 Tol Jatiwarna. Di dalam mobil terdapat tiga orang.

Dua orang tewas yakni Galih Candra (27), warga Bekasi Timur dan Akif, warga Buah Batu, Bandung, Jawa Barat. Sedangkan korban luka adalah M Lutfi Fadila (23), warga Jaka Setia, Bekasi Selatan. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Chrysnanda Dwilaksana mengatakan, rombongan yang berisi anak muda ini diketahui baru saja, pulang manggung di daerah Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

"Isinya anak band, katanya abis ngisi acara musik di Pamulang," ungkapnya.

Lebih lanjut Chrysnanda menjelaskan, tewasnyaƂ Galih Candra (27) dan Akif tewas karena terjebak saat hendak keluar dari mobil.

"Korban tewas karena terjebak dalam mobil, dan tidak sempat keluar," jelasnya.

Selain itu diketahui juga mobil tersebut ternyata milik anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Ratu Tattu Sukarsih.

4. Innova terbakar di Rawamangun


Kecelakaan maut terjadi Toyota Innova terjadi Sabtu (1/6) sekitar pukul 03.45 WIB. Menurut penjelasan petugas Traffic Management Centre Polda Metro Jaya, Brigadir Erwin, sebelum terbakar, mobil Toyota Kijang Innova itu menabrak dua kendaraan.

"Mobil Innova itu sempat menabrak taksi Bluebird bernomor polisi A 1922 ZB. Kemudian oleng dan menabrak truk bernomor polisi B 9212 NU. Setelah itu terbalik dan terbakar," kata Brigadir Erwin saat dihubungi merdeka.com.

Diketahui, korban bernama Syamadam (24), mahasiswa tingkat akhir di Univesitas Pakuan Bogor jurusan Ekonomi Manajemen. Dia terlihat kecelakaan di kawasan Tol Rawamangun diri hari tadi. Saat itu dia bersama seorang rekannya bernama Fadli Rinaldi (24) wirausaha.

Saat itu, mobil Totoya Innova berpelat F 1450 BK yang dikemudikan Syam menabrak taksi dan truk, sebelum akhirnya terbalik dan terbakar. Dua orang yang tak sempat menyelamatkan diri ikut terbakar.