Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2013

4 Cerita Ahok ingin ada Aladin di Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) ingin mengubah ibu kota menjadi lebih baik. Berbagai macam usaha dan ide dia keluarkan untuk membangun Jakarta.


Namun, pada kenyataannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dalam satu kasus, ada beberapa kendala yang harus dihadapi.

Maka Ahok selalu berandai-andai memiliki lampu Aladin. Lampu Aladin merupakan lampu ajaib di cerita dongeng yang di dalamnya terdapat jin dan mampu mengabulkan segala permintaan.

Berikut empat keinginan Ahok yang membutuhkan bantuan lampu Aladin.

1. Calon sekda

Tes calon Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta sudah digelar pada 13-14 Juni lalu dan ada 9 nama calon. Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belum dapat memutuskan siapa tiga nama yang akan diserahkan ke Mendagri

Tetapi, mantan Bupati Belitung Timur ini memiliki kriteria tertentu Sekda nanti. Kriteria tersebut harus dapat kerja cepat.

"Kan lagi diuji. Sudah test kok. Kita pengen yang cepat, diperintah satu kayak lampu Aladin. Begitu diperintah langsung jadi. Semuanya seperti itu," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/6).

2. Proyek layang non tol

Pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang terpaksa ditunda pembangunannya. Sebab, Pemerintah Provinsi tidak ingin timbul kerugian negara atas anggaran yang telah dikucurkan senilai Rp 101,5 miliar.

Ahok mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak mau proyek tersebut bersentuhan dengan ranah hukum. Sebetulnya, Jokowi meminta semua proyek dapat dikerjakan secara cepat.

"Jadi kita tentu semua orang pengen kan, kalau pak gubernur kalau ditanya proyek kapan selesai maunya lampu Aladin yang bisa malam ini selesai. Kalau selesainya melanggar aturan tidak mau pak gubernur ada resiko," terangnya.

"Harus ada tender baru dong. Nggak bisa main nyambung aja. Tafsirannya gimana? Boleh langsung nyambung nggak? Pakai anggaran baru kalau dia putus. Karena sempat diputus, itu yang mau kita tanya," ujar Ahok.

3. Bedah kampung

Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penataan kampung kumuh dengan bedah kampung dan kampung tematik. Namun, kedua rencana tersebut memiliki konsep yang berbeda.

Mengenai rencana pembedahan kampung, Ahok mengatakan Dinas Perumahan telah mengecek lokasi tanah di daerah Cempaka Putih, Jakarta Timur. Kemudian akan dibuatkan SK Gubernur untuk membeli tanah tersebut. Sementara tanah lainnya masih dalam proses negosiasi dengan warganya.

"Yang lainnya masih nego sama warganya. Nggak ada deadline, kita maunya secepat mungkin. Kalau kata pak gubernur prinsip lampu Aladin, bila perlu malam ini selesai. Kita kejar aja terus," paparnya.

4. Mengubah Jakarta tak mudah

Kebiasaan buruk masyarakat Jakarta akan terhapus jika pimpinan memberikan contoh yang baik. Pasalnya, warga Jakarta ingin Ibukota nyaman.

"Nanti lama-lama ikut kok, suasananya akan kebawa. Kalau kita beri habit yang baik, nanti yang bawah akan mengikuti. Orang Jakarta kan sebenarnya ingin Jakarta itu nyaman, tapi karena merasa orang pemerintahnya cuek, ya kita juga cuek, Kalau kita lakuin orang Jakarta akan ikut dengan baik, pasti,"jelasnya.

Menurutnya, jika pimpinan peduli dengan warga yang mengalami musibah, maka masyarakat akan senang. Pasalnya, setiap musibah seperti Banjir, warga sadar tidak akan mengubah dengan mudah.

"Kalau kita sudah mulai, masyarakatnya yang penting merasa pejabat itu dateng. Banjir kayak apa masyarakat juga sadar enggak bisa membalikkan tangan seperti lampu Aladin. Tiap kejadian penjabatnya care, mikirin," terangnya.

Kamis, 16 Mei 2013

Sering bolos rapat, anggota DPR mau pelesir ke 3 negara

Anggota Komisi VII DPR kembali mengagendakan pelesir ke luar negeri. Rencananya, komisi yang membidangi energi, sumber daya mineral, riset teknologi, dan lingkungan itu akan terbang ke China, Norwegia dan Selandia Baru untuk keperluan penyusunan kebijakan energi nasional.


"Ya, Komisi VII ada rencana akan kunker ke tiga negara bersama-sama dengan Dewan Energi Nasional," kata Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana saat dihubungi, Kamis (16/5).

Sebanyak 25 anggota dewan telah terdaftar ikut rombongan. Informasi yang dihimpun, dari jumlah tersebut diduga banyak anggota dewan yang justru sering bolos rapat, ikut kunker.

Rencananya kunker Komisi VII berangkat pada 21 Mei depan. Nantinya, rombongan akan dipecah tiga sesuai negara tujuan.

Beberapa bulan yang lalu, Komisi VII DPR juga telah melakukan kunker ke Amerika Serikat dan Brazil untuk merumuskan RUU Keantariksaan dan Kedirgantaraan. Namun sampai sekarang, publik belum mengetahui hasil dari kunker yang diduga menghabiskan uang rakyat Rp 2.895.408.000 berdasarkan kalkulasi LSM Fitra.

4 Keberanian Ahok menentang keinginan Prabowo

Demi maju di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama rela meninggalkan rumah politiknya di Partai Golkar. Dia memilih bergabung dengan Partai Gerindra.


Syukur, pilihan pria yang akrab disapa Ahok itu membuahkan hasil positif. Bersama partai besutan Prabowo Subianto, Ahok dan rekan duetnya Joko Widodo, menang di Pilgub Jakarta mengalahkan empat pasangan lain.

Jelas ini satu kebanggaan buat Ahok. Di usianya yang masih muda, dia berhasil menduduki kursi DKI 2.

Bersama Joko Widodo, saat itu Ahok berhasil mengkampanyekan misi Jakarta Baru. Maka itu, sejak dilantik Ahok bertindak tegas untuk hal-hal yang dianggap tak beres.

Dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, Ahok berani menantang siapa pun kalau ternyata kinerja pihak kedua itu merugikan Jakarta. Sebagai komitmennya tak tebang pilih, sikap tegas itu berlaku untuk semua kalangan termasuk partai yang pernah mendukungnya.

Khusus untuk Gerindra, berikut empat sikap berani Ahok menentang keinginan Prabowo:

1. Tolak jadi Jurkam di Pilgub Jabar

Beda dengan Jokowi, Ahok memang tak pernah diturunkan menjadi juru kampanye untuk pasangan kepala daerah yang didukung Gerindra. Ahok memilih menjalankan amanah partai padanya, menjadi wakil gubernur dan fokus membenahi Jakarta.

Partai Gerindra sendiri memang belum butuh suara Ahok untuk memenangkan kepala daerah yang mereka dukung. Namun, Ahok tetap dibutuhkan jika kampanye untuk skala nasional.

"Nanti pada waktunya diperlukan iya untuk nasional, tapi kalau untuk di daerah, pilkada-pilkada nanti malah membingungkan," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Gerindra menurutnya tidak pernah meminta Ahok untuk menjadi juru kampanye, karena memang diminta untuk bekerja mengurus Jakarta.

"Ya, kita emang enggak pernah minta dia jadi kuru kampanye kok. Kita memang minta beliau untuk konsentrasi kerja urus Jakarta," jelas Fadli.

2. Copot baliho kampanye Gerindra

Seperti yang dipesankan Prabowo padanya, Ahok memilih fokus membenahi Jakarta daripada turun ke lapangan menjadi juru kampanye. Karena sejumlah masalah sudah menanti kinerjanya.

Dalam bekerja, Ahok memang tak ingin diintervensi sekalipun oleh partai. Maka itu, segala bentuk kebijakan dan proyek yang dianggap melanggar aturan akan ditindak sekalipun kesalahan itu dilakukan partainya.

Seperti kemarin, Ahok berjanji akan menurunkan baliho kampanye Ketua Dewan Pembina Gerinda Prabowo Subianto yang dipasang di areal steril iklan profil.

"Ya nanti mesti kontak Pol PP mesti beresin," ujar Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan tetap akan mencopot poster tersebut meskipun bergambar Prabowo. Sebab, ia berprinsip jika melanggar maka harus ditindak tanpa memandang siapa pun.

"Gak ada hubungannya dengan saya lah. Kalau memang melanggar kita harus buka," tegas Ahok.

3. Tolak bantu kasus tim Advokat Gerindra

Meski diusung Gerindra, Ahok tak mau jabatannya saat ini dikendalikan partai. Ahok tak mau ada anggota yang berharap dengan kepemimpinan Ahok semua proyek yang digarap partai akan lolos dengan mudah.

Cerita itu berawal saat dia menerima Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya (Tim Advokasi Jakarta Baru) DPP Gerindra. Tim advokasi meminta Ahok membantu kasus yang dia tangani yakni malpraktrik yang dilakukan RSCM.

Dengan tegas tanpa basa-basi Ahok langsung menolak permintaan itu. Ahok menolak posisinya sebagai wakil gubernur dimanfaatkan sebagai mediator untuk masalah itu.

"Sekarang bapak mau nuntut apa (ke RSCM). Saya tidak punya banyak waktu. Saya tidak peduli mau Gerindra, saya tidak peduli. Ini kasus saya tidak bisa bantu. Tuntut saja RSCM. Kita enggak bisa mediasi," kata Ahok.

Alasan lain Ahok adalah karena RSCM bukan di bawah Pemprov DKI. Namun jika ada kerugian materil, Ahok menyarankan tim hukum bisa melayangkan somasi.

"Kami ini Merdeka Selatan (Balai Kota). Kalau Pak Prabowo jadi presiden boleh. Kita ngomong gitu boleh. Ini bukan Merdeka Utara (Istana Negara), tapi Merdeka Selatan," ujar Ahok berapi-api.

4. Gerah ditemui rekan di Partai Gerindra

Ahok memang orang politik. Tapi dia tak suka kinerjanya dibuat ribet dengan tamu-tamu partai. Bukan tak boleh, tapi Ahok lebih senang bertemu rekan partai di luar jam kerja.

"Kalau politik bisa apa saja, yang salah bisa dibenerin kok," ujar Ahok.

Dalam politik, lanjut Ahok, banyak hal-hal yang dianggap tak bisa lantas menjadi bisa. Itulah yang tak ingin dilakukan Ahok.

"Partai kalau mau nolong orang jangan yang aneh-aneh, rusak nanti partai ini," kata Ahok.

Selasa, 14 Mei 2013

Kasus Pembacokan Prajurit TNI di Yogya Masuk Kejaksaan


Kepolisian Resor Kota Yogyakarta telah menyelesaikan pemberkasan terhadap 4 tersangka pelaku pembacokan Sertu Sriyono, anggota intel Kodim 0734/YK Yogyakara. Kasusnya dinyatakan P21 sehingga ke empatnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Yogyakarta, Selasa 14 Mei 2013.

Keempat tersangka yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Yogyakarta adalah Marcel, Ponis, Arifin dan Makmum. Mereka dibawa ke Kejaksaan Negeri Yogyakarta dengan pengawalan ketat polisi dan dengan menggunakan truk Dalmas Polresta Yogyakarta dan didampingi penasihat hukumnya Hillarius Ng Merro.

Hillarius mengatakan, dalam kasus ini, polisi membagi dua berkas yaitu Marcel satu berkas sendiri dan tiga tersangka lainnya satu berkas. “Penyidik membagi dua berkas perkara dalam pembacokan anggota Kodim Kota Yogyakarta,” katanya.

Keempat tersangka itu sebelumnya terlibat keributan dengan Sertu Sriyono di Jl Wahidin, Yogyakarta pada Rabu 23 Maret 2013. Dalam kejadian itu, Sertu Sriyono kemudian menderita luka bacok dibagian kepada dan mendapatkan jahitan.

Keempat tersangka itu kemudian dibawa ke Rutan Wirogunan, Jl Tamansiswa untuk menjalani masa penahanan. Namun, keempatnya tidak bisa langsung masuk. Pihak Rutan minta tambahan personel pengamanan karena khawatir akan menghadapi masalah yang sama dengan yang di Cebongan.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Yulianto, mengatakan permintaan pihak Rutan itu kemudian dikoordinasikan dengan polisi dan TNI. Secara terpisah Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Adi Widjaya menjamin keamanan keempat tersangka itu. Menurut dia tidak akan ada anggota TNI yang neko-neko pascatragedi Lapas Cebongan.

Namun Adi Widjaya mengaku sampai saat ini belum ada permintaan bantuan pengamanan terhadap keempat tersangka itu. “Hingga saat ini kami belum menerima permintaan bantuan keamanan,” katanya.

Sabtu, 11 Mei 2013

Penyidik Kembali Periksa Mantan Pekerja Pabrik Wajan


Polisi masih terus memproses kasus perbudakan buruh wajan di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. Puluhan buruh ini diketahui disekap dan tidak mendapatkan perlakuan yang wajar dari Yuki Irawan, pemilik pabrik itu.

Kapolres Kabupaten Tangerang, Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo, mengatakan, dua tim penyidik langsung menuju ke rumah saksi yang berada di daerah Lampung dan Cianjur. Saksi yang didatangi yakni buruh yang pernah bekerja di pabrik wajan tersebut.

Tim penyidik yang ke Lampung beranggotakan empat orang, dipimpin oleh Aiptu Maskuri. Sementara tim penyidik yang ke Cianjur beranggotakan 10 penyidik dipimpin oleh Ipda David Kanitero.

"Penyidik akan membuat berita acara pemeriksaan tambahan terhadap para saksi buruh, tentang semua informasi yang berkembang saat ini. Mulai dari perekrutan, operasionalisasi pekerjaan di tempat usaha, perlakuan terhadap para buruh, penggajian, dan informasi lainnya yang belum masuk dalam BAP awal, sifatnya pendalaman informasi" kata Bambang kepada VIVAnews, Sabtu 11 Mei 2013.

Bambang menambahkan, sebelumnya penyidik juga memeriksa mantan mandor di tempat usaha Yuki, tetapi informasi yang dibutuhkan dinilai masih kurang dan harus dilengkapi dalam Berita Acara Pemeriksaan.

Polresta Tangerang bekerjasama dengan Polres Lampung Utara dan Polsek Abung Selatan dalam memfasilitasi pelaksanaan pemeriksaan di Polsek tersebut. Sementara itu di Cianjur, Polresta Tangerang telah bekerjasama dengan Polres Cianjur dan P2TP2A Cianjur, sehingga pelaksanaan pemeriksaan dilakukan di kantor P2TP2A.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Shinto Silitonga, menuturkan, pada 3 Mei - 4 Mei lalu penyidik Polresta Tangerang memang sudah melakukan pemeriksaan kepada seluruh mantan pekerja. Namun, tingginya dinamika informasi selama satu pekan ini mendorong penyidik untuk mengakomodasi informasi-informasi tersebut dalam BAP tambahan.

"Kami harapkan informasi yang diakomodir dalam berita acara pemeriksaan tambahan ini dilakukan secara komprehensif, sehingga bahan-bahan tersebut dapat kami analisa lebih lanjut dalam gelar perkara," kata Shinto Silitonga.

Senin, 29 April 2013

Bandit Gasak Rp3 Miliar dari Mobil Pengangkut Uang ATM


Uang senilai Rp3 Miliar digondol kawanan rampok dari sebuah mobil pengangkut uang ATM milik perusahaan jasa pengamanan Group 4 Securicor (G4S). Peristiwa berlangsung di Jalan Sunda, Bandung, Minggu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Pol Martinus Sitompul, mengungkapkan perampok yang diduga lebih dari satu orang ini mengasak uang sebesar Rp2,990 Miliar dan meninggalkan Rp1,72 miliar di mobil.

"Awalnya mobil berisi uang Rp5,490 miliar dan berangkat dari kantor Securicor G4S pada Sabtu (27/4) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Kemudian mengisi di tiga lokasi dengan total Rp730 juta," katanya saat dihubungi, Minggu 28 April 2013.

Mobil itu kemudian ditemukan kepolisian di daerah Cianjur pada Minggu dinihari sekitar pukul 00.30 WIB. Di dalam mobil, kata Martinus, terdapat sisa uang yang tidak dibawa pelaku.

Mobil Securicor G4S berwarna biru itu kemudian langsung dibawa dan tiba di Polrestabes Bandung sekitar pukul 20.15 WIB. Kondisinya, jendela mobil yang dilapisi jeruji besi jebol di sebelah kiri.

Dari informasi yang dihimpun, uang tunai tersebut milik empat bank, yaitu Bank Internasional Indonesia (BII), Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri dan Bank Niaga. Yang hendak dimasukan ke brangkas di 11 titik wilayah Bandung Raya.

Salah seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat kejadian mobil itu diisi pegawai securicor yaitu Dol yang bertugas sebagai supir, Ddn bertugas mengisi brangkas, serta dikawal oleh Dr.

Ia mengatakan, pelaku beraksi saat pengisian ATM di Griya Jogya Jalan Sunda. Dol kemudian dibuang di daerah Saguling, sedangkan Ddn serta mobil Securicor dibuang di daerah Cianjur. Keduanya diikat di bagian tangan, kaki, dan ditutup mulut serta matanya. Adapun, Dr tidak diketahui keberadaannya.

Saat ini, kepolisian dari Satreskrim Polrestabes Bandung dan Ditreskrimum Polda Jabar masih menyelidiki kasus tersebut.

Senin, 22 April 2013

Rumah Diperbaiki TNI, Bocah yang Hidupi 3 Adik Tinggal di Hotel


Sejak kisah Tasripin, bocah 13 tahun yang menghidupi tiga adiknya, mencuat ke media, sejumlah bantuan datang silih berganti. Warga Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah ini mendapat kiriman bantuan mulai dari bahan makanan seperti beras, mi instan, pakaian layak pakai, hingga beragam perabotan rumah tangga seperti kasur, kompor dan perlengkapan dapur.

Selain bantuan yang terus berdatangan itu, Kodim 0701 Banyumas juga memberikan bantuan berupa rehabilitasi total rumah Tasripin yang kondisinya sudah rusak. Sembari menunggu perbaikan rumahnya rampung, Tasripin bersama ketiga adiknya, Dandi (7), Riyanti (6) dan Daryo (4), sementara diboyong oleh Komandan Kodim 0701 Banyumas ke sebuah hotel berbintang di kota Purwokerto sejak Rabu malam, 17 April 2013.

Tasripin bersama ketiga adiknya, yang sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di hotel, tampak seperti orang bingung saat tiba di sana. Mereka hanya duduk terdiam di sofa lobi hotel. Selanjutnya, saat hendak naik ke kamar hotel yang berada di lantai dua dengan menggunakan lift, Tasripin dan ketiga adiknya tampak gugup.

Belum lagi sampai di kamar, Tasripin masih bingung juga dengan kunci pintu yang menggunakan kartu khusus. Maklum, jangankan ke hotel mewah, ke kota Purwokerto saja yang hanya berjarak sekitar 25 kilometer dari rumahnya, Tasripin mengaku belum pernah.

Keberadaan Tasripin di hotel membuat sejumlah relawan yang selama ini mendampinginya ramai berdatangan ke hotel. Bahkan, sejumlah donatur dari kota Purwokerto pun sampai mengirimkan nasi kotak untuk makan mereka di kamar hotel.

Meski awalnya sempat telihat bingung dengan situasi kamar yang nyaman dilengkapi dengan pendingin ruangan dan televisi layar datar, ketiga adik Tasripin pun ahirnya dapat tertidur di kasur empuk. Ketika adik-adiknya tertidur dalam satu tempat tidur sambil berselimut nyaman, Tasripin pun memandangi mereka.

"Iya, diajak sama Pak Tentara untuk sementara tidur di hotel karena rumahnya mau diperbaiki. Nanti setelah rumahnya jadi, aku akan kembali ke rumah," tutur Tasripin polos.

Namun bagi Tasripin yang diharapkan saat ini adalah dapat segera kembali ke rumah dan bertemu dengan ayahnya Kuswito yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Ia ingin ayahnya segera pulang dan ikut mengurus ketiga adiknya.

Selain itu, yang ada dalam pikiran Tasripin saat ini adalah ingin segera memelihara kambing dan melanjutkan sekolah atau pesantren untuk memperdalam ilmu agama Islam.

Perjuangan Tasripin menghidupi adiknya dari buruh tani dengan upah Rp30-40 ribu sehari juga mendapat perhatian dari Presiden SBY. SBY lewat akun twitternya @SBYudhoyono men-twit kisah pilu Tasripin.

Kamis, 18 April 2013

TNI Butuh Waktu Satu Hari "Bedah" Rumah Tasripin


Impian Tasripin, bocah 13 tahun yang menghidupi tiga adiknya untuk memiliki rumah layak bakal terkabul. Sejumlah bantuan datang silih berganti meringankan hidupnya, termasuk memperbaiki rumahnya di Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah.

Sedikitnya 40 anggota KODIM 0701 Banyumas dikerahkan untuk memperbaiki dan membangun rumah Tasripin. Proses pembangunan dipimpin langsung oleh Komandan KODIM 0701 Banyumas, Letkol Infantri Helmi Tachejadi.

Proses perbaikan dilakukan secara menyeluruh, dari mulai atap rumah, dinding rumah yang sudah lapuk, lantai, perbaikan pintu, serta menutup ruang belakang yang masih terbuka dengan menggunakan bangunan permanen. Selain itu, anggota kodim ini akan membuat dapur serta membuatkan kamar mandi di rumah Tasripin.

Menurut komandan KODIM 0701 Banyumas, Letkol Infantri Helmi Tacejadi, dengan mengerahkan 40 anggota TNI diharapkan proses perbaikan dapat dilakukan dalam satu hari.

Untuk merenovasi rumah Tasripin, para anggota TNI ini rela melakukan iuran. Selama proses renovasi rumah, Tasripin dan ketiga adiknya diungsikan ke sebuah hotel di Purwokerto.

Ke depan tidak hanya rumah Tasripin, KODIM 0701 Banyumas masih akan terus melakukan perbaikan rumah rumah warga yang sudah tidak layak huni secara bertahap.

Diketahui, perjuangan Tasripin menghidupi adiknya dari hasil pendapatan sebagai buruh tani dengan upah Rp30-40 ribu sehari.

Sabtu, 13 April 2013

Cara Jokowi Damaikan Warga Duri Selatan


Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) akan memediasi warga yang bersitegang di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat. Selama beberapa tahun lalu telah terjadi protes warga terhadap alih fungsi bangunan sekolah menjadi gereja di daerah itu.

"Ini kan proses sebuah mediasi persoalan yang ada di warga. Bukan merupakan permasalahan setahun dua tahun, atau tiga tahun yang lalu, tapi lebih dari sepuluh tahun. Jadi kita ingin masalah ini selesai," ujar Jokowi di Tambora, Jakarta Barat, Jumat 12 April 2013

Jokowi menuturkan, semua permasalahan di Jakarta harus diselesaikan dengan suasana dingin. Kata dia, Jakarta harus menjadi kota yang kondusif dan selalu terjaga keamanannya. "Sebetulnya bisa diselesaikan, dikompromikan," katanya.

Sementara itu, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Gubernur Jokowi akan mengumpulkan bahan-bahan dari lapangan. Mendengar keluhan warga, sehingga kata dia, pekan depan permasalahan tersebut sudah bisa diselesaikan.

"Saya kan harus pelajari bahan-bahannya. Saya turun ke lapangan kan mencari bahan sekaligus mencarikan solusi dari persoalan yang ada. Tapi kalau nggak cepat diselesaikan, dicarikan sebuah solusi, nanti akan menjadi sebuah masalah," ucap Jokowi.

Beberapa waktu lalu sempat terjadi penyerangan oleh sekelompok warga ke gereja Damai di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat. Gereja yang terletak di di RT 12 RW 02 Duri Selatan itu sempat dijaga oleh aparat kepolisian untuk mengantisipasi aksi kekerasan oleh warga sekitar.

Jumat, 12 April 2013

Diduga Cemburu Buta, Suami Bakar Istri


Diduga cemburu buta, LS (27 tahun), seorang suami di Desa Nanggrang Rt 04 Rw 05, Bojonggede, membakar istrinya, Jumat 12 April 2013. Akibat perbuatan sadis itu, korban kini kritis di Rumah Sakit Auri, Bogor.

Kapolresta Depok Komisaris Besar Achmad Kartiko mengatakan, korban atas nama Rika Astuti, 24 tahun, mengalami luka bakar hampir 50 persen pada bagian wajah, tangan dan badan.

"Motifnya masih kami selidiki, yang jelas pelakunya adalah suaminya sendiri. Dua saksi sudah kami periksa hanya tinggal keterangan si korban. Karena yang bersangkutan belum sadarkan diri, ya kita tunggu," kata Achmad Kartiko.

Lebih lanjut ia menjelaskan, usai membakar istrinya, pelaku langsung kabur dan kini sedang dalam pengejaran. Berdasarkan keterangan beberapa saksi yang merupakan tetangga korban, kasus itu dipicu lantaran si pelaku cemburu dengan istrinya.

"Terjadilah ribut-ribut, kemudian si pelaku mengambil bensin dan menyirami istrinya lalu dibakar. Saat ini kasusnya masih kami kembangkan," katanya.

Rabu, 10 April 2013

BBM Bersubsidi Langka, Angkutan DIY Stop Operasi


Para pengusaha angkutan umum di Yogyakarta memilih mengandangkan armada mereka akibat kesulitan mendapatkan bahan bakar solar bersubsidi. Akibatnya, bukan hanya para pengguna jasa angkutan yang terlantar, namun juga pengusaha angkutan merugi.

Kondisi ini mendorong Organda Daerah Istimewa Yogyakarta meminta pemerintah segera menaikkan harga BBM bersubsidi agar pengusaha angkutan umum dapat mengoperasikan armada mereka kembali.

“Dengan menaikkan harga solar maka pasokan akan tersedia di SPBU dan kami tidak kesulitan mendapatkan solar bersubsidi,” kata Ketua Organda DIY Johny Pramantya Sunu, Rabu 10 April 2013

Desakan menaikkan harga BBM bersubsidi ini telah dilakukan berulang-ulang kepada pemerintah pusat dengan mengirimkan surat secara resmi agar kelangkaan solar seperti ini tidak terjadi terus.

“Dengan pengetatan BBM bersubsidi seperti saat ini, agar BBM bersubsidi tidak habis, justru menyulitkan bagi pengusaha angkutan umum,” tuturnya.

Johny mengatakan jika kondisi seperti sekarang terus berlanjut maka akan banyak pengusaha angkutan yang menjadi korban. Karena itu ia berharap pemerintah bertindak cepat.

"Lebih baik menaikkan harga solar daripada usaha kami tidak dapat berjalan dan pengguna jasa angkutan umum terlantar,” ujarnya, frustrasi.

Senin, 08 April 2013

Kecelakaan Maut di Kopo, Polisi Panggil Distributor Nissan

Mobil Daihatsu Xenia yang rusak parah akibat bertabrakan dengan Nissan Juke di tol Purbaleunyi pada Minggu siang, 7 April 2013.

Polisi Bandung, Jawa Barat, terus mengusut kasus kecelakaan maut di ruas jalan Tol Kopo yang menewaskan lima orang. Untuk mendalami salah satu unit kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu, Polisi akan memanggil distributor Nissan Juke.

“Sambil menunggu keterangan pengemudi yang saat ini masih dirawat, kami memerlukan keterangan dari banyak ahli," kata Kasat Lantas Polres Bandung, AKP Luman Syarif saat dihubungi VIVAnews, Senin 8 April 2013. Sebab, imbuhnya, dugaan pengemudi pakai narkoba tidak terbukti.

Polisi juga meminta bantuan Dinas Perhubungan untuk memeriksa ulang kelayakan kendaraan dan kemungkinan terlewatkan oleh polisi. Polisi masih berkoordinasi dengan pihak Jasa Marga untuk melihat kemungkinan penyebab lain kecelakaan maut ini.

“Kami tidak mau gegabah memutuskan penyebab kecelakaan ini. Kami butuh masukan dari banyak pihak terkait. Kami ingin membuat kronologis kejadian yang jelas dan mengungkap sebab kecelakaan ini terjadi,” ungkapnya.

Dwigustara Cahya (18) pengemudi Nissan Juke maut bernopol AB 421 TA saat ini masih dalam perawatan akibat luka dan trauma setelah kecelakaan. Mahasiswa IT Telkom itu dirawat Ruang Lodaya Mawar, RS Bhayangkara Sartika Asih, Kota Bandung. Petugas polisi di siapkan untuk mengawal kamar nomor 8 tempat Dwigustara menjalani perawatan.

Kamis, 04 April 2013

KSAD Jamin Proses Hukum 11 Anggota Kopassus Penyerang Cebongan

Markas Besar TNI Angkatan Darat memaparkan hasil investigasi internal kasus penyerangan Lapas Cebongan, Yogyakarta. Kamis, 4 April 2013. Ketua Tim Investigasi TNI, Brigjen TNI Unggul Yudhoyono, memastikan pelaku penyerangan Lapas Cebongan adalah prajurit Kopassus.


Menanggapi hasil investigasi itu, Kepala Dinas Penerangan AD, Brigjen TNI Rukman Ahmad menegaskan, TNI AD akan menjunjung tinggi proses penegakkan hukum terhadap siapapun pelaku penyerangan Lapas Cebongan.

"Sehubungan dengan ini, TNI AD di bawah pimpinan KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo telah membuktikan jaminan penegakkan hukum bagi TNI AD yang bersalah," kata Rukman saat menggelar konferensi pers di Kartika Media Centre, Jakarta.

Sebelumnya, tim investigasi penyerangan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, telah menangkap pelaku penembakan sadis yang menewaskan empat tahanan pelaku pembunuhan Sertu Heru Santoso, mantan anggota Kopassus Grup Dua, Kandang Menjangan, Kartosuro, Solo.

"Bahwa secara kesatria dan dilandasi kejujuran yang tinggi dan bertanggung jawab, serangan di lapas Cebongan diakui dilakukan oleh oknum TNI Angkatan Darat, dalam hal ini anggota Grup Dua Kopassus Kartasuro yang membunuh 4 preman, tahanan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta," kata Ketua Tim Investigasi TNI Brigjen TNI (CPM) Unggul K Yudhoyono, di Jakarta, Kamis 4 April 2013.

Hasil temuan tim investigasi menyampaikan bahwa pelaksanaan ivestigasi sudah dilakukan dan dapat berjalan dengan lancar dan dapat menetapkan kesimpulan awal dalam masa kerja 6 hari, dengan kejujuran dan keterbukaan.

Disampaikan bahwa penyerangan dilakukan oleh 11 personel Grup Dua Kopassus Kandang Menjangan. Penyerangan dilakukan secara berencana.