Tampilkan postingan dengan label Sulawesi-Maluku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi-Maluku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

Pesawat Walesi Air Terbakar di Wamena Papua


Pesawat kargo carteran milik PT Walesi Air jenis Boeing BAE BAE1462000QT terbakar saat mendarat di Bandara Wamena Papua, Rabu 8 Mei sekitar pukul 11.45 WIT. Pesawat yang dipiloti Kapten Tatang dan Kopilot Vincensius diduga terbakar akibat adanya drum berisi bahan bakar minyak (BBM) yang terjatuh di landasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di Apron II Bandara Wamena Jalan Gatot Subroto. Pesawat kargo Nusantara itu terbang dari Bandara Sentani Jayapura. Pesawat awalnya mendarat dengan mulus dan parkir di Apron.

Namun kecelakaan terjadi ketika pesawat yang mengangkut BBM dan sejumlah barang lainnya melakukan aktivitas bongkar muatan. Saat pesawat menurunkan satu drum berisi BBM dengan forclift yang dikemudikan Noldi, drum terjatuh dan menimbulkan percikan api.

Kontan api langsung menyambar tumpahan BBM, dan hanya selang beberapa menit kemudian api sudah menyambar bagian bawah pesawat. Api bahkan kian membesar dan membakar tangki pesawat. Akibatnya bagian tengah sampai ekor pesawat hangus terbakar.

Selanjutnya pukul 11.50 WIT, tim pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian perkara dan langsung melakukan upaya pemadaman api. Baru pukul 13.15 WIT tim pemadam kebakaran yang dibantu masyarakat berhasil memadamkan api.

Polres Jayawijaya pun turun tangan dan memeriksa sopir forclift, Noldi. “Penyidik masih memeriksa Noldi karena kelalaiannya itu,” kata Juru Bicara Polda Papua, Kombes I Gede Sumerta Jaya.

Dalam peristiwa ini, kopilot Vincensius Ryan Perkasa (31 tahun) terkilir pada bawah lutut kiri, dan buruh bandara Chris Wetipo (23 tahun) mengalami luka bakar ringan pada muka sebelah kanan. Saat ini bandara belum bisa digunakan karena masih diberi garis polisi.

Senin, 29 April 2013

Diduga Tertelan Pusaran Air, 4 Santri Wanita Meninggal


Nasib malang menimpa empat santriwati asal Pesantren Darul Aman, Gombara, Makassar, Sulawesi Selatan. Keempat santriwati tersebut meninggal dunia saat mengikuti kegiatan perkemahan di Pondok Pasantren Darul Ihsan Cipo Takari Sidrap, Jumat 26 April 2013.

Keempat santriwati tersebut adalah Ayunita Nurul Isyah (15 tahun), Anna Muhlisa (15 tahun), Sulfi Dwi Ardianti (13 tahun) dan Maghfirah (13 tahun). Mereka meninggal setelah tenggelam di waduk Desa Cipo Takari, Kabupaten Sidenreng Rappang, sekitar area Pesantren Darul Ihsan.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Endi Sutendi, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WITA. Empat santriwati itu berada dalam satu grup dan tengah mengikuti kegiatan field trip dengan jalur melintas di waduk tersebut.

“Dugaan sementara mereka terkena pusaran air, sebab tiba-tiba terjatuh dan menghilang,” kata Endi. Satu santriwati meninggal di waduk, sedangkan tiga orang lainnya meninggal saat tiba di Rumah Sakit Umum Daerah Sidrap untuk mendapat pertolongan medis

Empat santriwati itu diduga tidak ada yang bisa berenang sehingga tidak bisa apa-apa saat tenggelam. Sejumlah pembina yang berusaha menyelamatkan para korban juga tidak berhasil. Tim hanya berhasil menyelamatkan lima orang yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Sidrap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan perkemahan yang diikuti oleh Pondok Pesanten Gombara tersebut merupakan kerja sama dengan Pondok Pesantren Darul Ihsan Cipo Takari Sidrap.

Waduk di sekitar Ponpes Darul Ihsan tersebut merupakan salah satu lokasi yang dijadikan jalur field trip. Waduk itu memiliki luas sekitar satu hektar, dengan kedalaman antara satu meter di bagian bibir waduk, serta di atas dua meter di bagian tengah waduk.

Senin, 22 April 2013

UN Terlambat, Siswa Ujian Sore Pakai Soal Fotocopy


Ratusan siswa SMA Negeri 1 Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terpaksa menggelar Ujian Nasional (UN) pada Kamis sore, 18 April 2013.

Itu dilakukan lantaran lembar soal yang ditunggu sejak pukul 08.00 pagi, baru tiba sekitar pukul 14.00 WITA. Ujian pun baru bisa digelar sekitar pukul 15.30 WITA.

Meski menunggu hampir tujuh jam, ratusan siswa tersebut tetap berupaya maksimal untuk menyelesaikan soal-soal UN. "Kami sudah kecewa sejak UN ditunda. Pas hari ini, ternyata kondisinya juga harus menunggu sampai sore. Makanya pasrah saja, karena kondisi ini sangat mengganggu mental kami," kata Saharuddin, salah seorang siswa SMA negeri 1 Gowa.

Masalah ternyata belum selesai. Pasalnya saat lembar soal mulai dibagikan, soal mata pelajaran Biologi itu ternyata kurang, atau tidak mencukupi dengan jumlah peserta ujian. Kondisi itu membuat sejumlah guru panik dan terpaksa menggandakan soal lalu dibagikan kepada peserta.

Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gowa, Andi Wartiah, UN di sekolahnya terlambat karena terkendala distribusi ke wilayah Gowa. "Makanya kami berharap, besok tidak terulang seperti ini lagi. Kalau bisa dipercepatlah," kata Andi Wartiah.

Kekacauan pelaksanaan UN juga terjadi di Kota Palopo. Di SMA 1 Palopo misalnya, karena mengalami kekurangan lembar soal, pihak sekolah terpaksa meminjam lembar soal dari sekolah lain yang telah menggelar ujian, atau menunggu foto copy dari sekolah lain. Kondisi serupa terjadi di SMA Frater, SMA Negeri 6 Palopo dan MAN Palopo.

Untuk SMA Negeri 1 Palopo meminjam soal ujian dari SMA Negeri 3 Palopo, kemudian SMA Frater meminjam soal dari SMA Kristen serta SMA Negeri 6 meminjam dari SMA Negeri 5 Palopo. Adapun MAN Palopo meminjam dari SMA Negeri 2 Palopo.

Di Kabupaten Bone, pelaksanaan UN juga mengalami penundaan hingga lima jam. Pasalnya sejumlah belum menerima kekurangan soal-soal yang diujikan hari ini. Mereka pun menunggu soal yang di foto copy oleh panitia setempat.

Melihat kondisi karut marut UN, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IKM) Fida Afif minta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencopot Mohammad Nuh dari jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan penghapusan Ujian Nasional (UN).

Tuntutan mundur dan penghapusan UN tersebut sebagai reaksi keras IKM atas keterlambatan pelaksanaan UN di 11 provinsi Indonesia Bagian Tengah.

Menurut dia, nilai proyek UN tahun ini yang mencapai Rp900 miliar, seharusnya semakin membaik kualitasnya. MUlai dari persiapan hingga pelaksanaan UN. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Kamis, 18 April 2013

Pelaksanaan UN di Sulawesi Juga Terkendala Kekurangan Soal


Kekurangan soal mewarnai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama, untuk SMA sederajad di Sulawesi Utara, Kamis, 18 April 2013. Namun secara keseluruhan pelaksaan ujian di wilayah itu berjalan dengan lancar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, Star Wowor kepada VIVAnews mengatakan, beberapa kendala kekurangan lembaran soal ujian terjadi di sekolah di daerah yang terpencil.

"Memang ada beberapa kendala untuk di daerah terpencil dan beberapa sekolah di kabupaten dan kota, ada terjadi kekurangan naskah ujian, namun diantisipasi dengan cara foto kopi lembaran soal," kata Wowor.

Terkait dengan indikasi adanya kebocoran naskah ujian, Wowor membantah, ia meyakinkan naskah ujian nasional tak akan bocor karena ada pengawalan dari pihak kepolisian

"Naskah tidak ada yang bocor, polisi terus mengawal. Hingga sekolah yang kekurangan naskah, saat pergi ke tempat fotokopi juga dikawal polisi," katanya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) Ajun Komisaris Besar Polisi, Denny Adare saat dihubungi mengatakan, pihak Polda dan jajaran Polres hingga polsek turun untuk mengawal Naskah Ujian Nasional

"Setengah kekuatan dari pihak Polda dan Polres hingga Polsek turun untuk mengawal UN," katanya.

Minggu, 07 April 2013

Kepala RS Bhayangkara Makassar Diberondong Tembakan

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Kombes Purwadi tengah dirawat usai diberondong tembakan.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Kombes Polisi dr. Purwadi diberondong peluru oleh anggota polisi bernama Briptu IT di salah satu ruang rapat rumah sakit itu, Sabtu, 6 April 2013. Akibatnya, Purwadi mengalami dua luka tembak di bagian bahu kiri dan pangkal paha kiri.

Korban sempat dirawat di RS. Bhayangkara, namun tak berselang lama langsung dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Menurut Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Anwar Hasan, peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 15.15. Pemicunya diduga akibat kesalahpahaman antara Purwadi dengan IT terkait dengan proyek pembangunan RS. Bhayangkara.

"RS Bhayangkara sedang membangun bagian belakang yang kebetulan berseberangan dengan rumah dinas pelaku," kata Wakasat Reskrim Anwar Hasan.

Awalnya, pelaku masuk menghadap ke ruangan rapat RS Bhayangkara. Pelaku keberatan dengan adanya penggalian karena jalannya terganggu. Alasan lainnya, pelaku khawatir anaknya terjatuh ke dalam galian tersebut.

Tapi entah apa yang terjadi, tiba-tiba pelaku keluar dan diduga mengambil pistol revolvernya. "Pelaku menembak tiga kali, yakni saat di luar pintu, di pintu, dan di dalam ruangan. Namun korban hanya luka di bagian bahu dan selangkangan," katanya, lagi.

Saat ini, korban masih dirawat di RS Wahidin untuk menunggu proses pengangkatan peluru. Sedangkan pelaku sudah diamankan di Polrestabes Makassar.