Senin, 28 Januari 2013

Arti dan Asal Kata "Kepo"

Istilah gaul dijaman sekarang memang semakin menjamur. Biasanya pengguna bahasa gaul ini adalah kebanyakan dari kalangan anak sekolah. Banyak anak sekolah menggunakan bahasa gaul ini untuk menjaga eksistensinya dalam pergaulan. Kata gaul apa yang sekarang (tahun 2012, red) sedang akrab di anak gaul indonesia? Jawabanya adalah "Kepo".

Kata ini bisa kita dengar di angkot, bus maupun di sekolah dan pemakainya adalah dari kalangan anak sekolah. Misal " ih Kepo banget sih loooo!!!". Bagi orang yang gaul di jaman koes plus mungkin akan bertanya-tanya. Ini jawabannya yang berhasil di susun serupedia.

Kepo berasal dari kata Kaypoh. Bahasa Hokkien yang banyak dipake di Singapura dan sekitarnya. Sama seperti fudul, kepo berarti ingin tahu, mencampuri urusan orang lain, dan nggak bisa diam. Kata ini punya konotasi yang rada negatif. " Dia udah putus belom sama sih sama ceweknya?""Iiih, kep banget si loo!".

Dalam keterangan lain, Kepo adalah akronim dari Knowing every Particular Object adalah sebutan untuk orang yang serba tahu detail dari sesuatu, apapun yang lewat di hadapannya selama itu terlihat oleh matanya walaupun hanya sekelebat

dalam beberapa kasus orang kepo adalah orang yang serba ingin tahu, bisa jadi kayak semacam kecanduan untuk tahu segala hal yang sepele dan itu bisa dia unggulkan sebagai kekuatan orang tersebut.

Nah dari informasi di atas jadi kita tahu kan arti dan asal kata kepo yang sekarang lagi ngetren itu. Semoga bermanfaat.

Tahukah Kamu? Mengapa Kita Merasakan Gatal?

Gatal seringkali membuat kita serba salah, digaruk bikin kulit lecet tapi didiamkan semakin mengganggu. Apa sih penyebab tubuh kita bisa merasakan gatal?

Dalam tubuh terdapat sel-sel saraf tertentu yakni dMrgprA3+ yang khusus mendeteksi rasa gatal. Jadi saat digigit nyamuk, atau gatal karena alergi dan lain sebagainya, sel saraf inilah yang mengirim pesan pada otak bahwa ada yang mengganggu jaringan kulit pada lokasi tubuh tertentu.



Di mana letak saraf tersebut? Saraf gatal berada di dalam tulang belakang, dekat sumsum tulang belakang, dan hanya merespons lokasi di dalam kulit. "Itu menjelaskan mengapa orang merasa terdorong untuk menggaruk kulit mereka, tetapi tidak merasakan gatal di organ internal," kata Dong kepada LiveScience.

Dulu, para ahli memperkirakan bahwa reseptor untuk rasa sakit dan gatal terkait. Namun, tim dari Johns Hopkins University menemukan bahwa dMrgprA3+, khusus mendeteksi sensasi gatal dan tidak mendeteksi rasa sakit.

"Sel-sel khusus rasa gatal itu telah dicari selama beberapa dekade," ujar para peneliti dalam makalah mereka yang dipublikasikan dalam Nature Neuroscience. "Keberadaan neuron tersebut sempat diragukan baru-baru ini menyusul hasil pengamatan bahwa neuron itu juga menanggapi rangsangan yang menyakitkan."

Untuk mengidentifikasi sel-sel rasa gatal, Xinzhong Dong, seorang neuroscientist di Johns Hopkins University, melakukan rekayasa genetika terhadap tikus yang memiliki sel saraf yang bersinar hijau ketika gatal.

Para peneliti kemudian menaruh beberapa senyawa pada tikus itu, seperti histamin dan bahan aktif dalam bubuk gatal, dan mencari saraf yang bersinar hijau. Para peneliti kemudian mematikan saraf yang menyala, dan menemukan tikus yang lecet jauh lebih sedikit.

Apa kegunaan penelitian ini? Para peneliti sekarang berharap mereka dapat membungkam sel-sel itu untuk mengembangkan pengobatan anti gatal yang lebih baik.

"Studi kami membuka jalan baru untuk mempelajari gatal dan mengembangkan terapi anti-pruritus, " kata mereka.

5 Bahaya Gunakan Sandal Jepit

Siapa sih yang gak pernah pakai sandal jepit sandal yang paling banyak digunakan rakyat Indonesia ini ternyata memiliki beberapa bahaya dan resiko bagi para penggunanya. Nah kamu mau tahu bahaya dan resiko menggunakan sandal jepit simak 5 Bahaya Gunakan Sandal Jepit berikut ini.



1. Tak ada penyangga

Bentuk sandal jepit yang rata, tak mempunyai penyangga bagi tumit kaki dan lengkungan kaki pemakainya tersebut tidak baik bagi kenyamanan dan kesehatan. Alas kaki yang ideal adalah yang memiliki penyangga bagi tumit dan lengkungan kaki.

2. Mengundang bakteri pada kaki

Jika Anda menggunakan sandal jepit sepanjang waktu, di udara terbuka, maka hal tersebut bisa menarik tidak kurang dari 15.000 bakteri untuk menempel di kaki Anda. Dan itu tentu merugikan bagi kondisi kesehatan Anda dan keluarga.

3. Bahaya saat mengemudi

Hindari mengemudi, baik itu dengan sepeda motor atau mobil, menggunakan sandal jepit. Apalagi yang telah longgar dan tipis. Permukaannya yang datar bisa menyebabkan slip dan tergelincir, sangat membahayakan keselamatan Anda.

4. Sakit punggung

Karena tak adanya penyangga di lengkungan kaki serta tumit, maka memakai sandal jepit terlalu lama dapat memicu timbulnya nyeri pergelangan kaki dan nyeri pinggul. Jika dibiarkan, maka dapat merembet menjadi sakit punggung.

5. Arthritis

Jika Anda terlalu lama memakai sandal jepit dengan posisi datar saat berjalan, maka dapat memicu timbulnya arthritis atau nyeri sendi. Nah itulah beberapa bahaya dan resiko yang didapat dari menggunakan sandal jepit.

Asal Mula Kulkas di Dunia

Kemampuan kulkas mengawetkan makanan bukannya karena benda ini sakti, lho! Sebenarnya, lemari es mampu mengeluarkan hawa dingin di dalamnya sehingga bakteri-bakteri pembusuk tidak bisa hidup dalam bahan makanan.


Berabad-abad lalu, sebelum lemari es ditemukan, orang-orang Romawi kuno mengawetkan makanan menggunakan es yang mereka angkut dari puncak gunung. Duh, terbayang kan repotnya. Untuk menyimpan makanan saja harus berlelah-lelah seperti itu.

Sementara di Meksiko, suku Aztek mengawetkan makanan menggunakan salju. Caranya, mereka menggali lubang berukuran besar. Lalu, bagian dasar dan sekelilingnya mereka lapisi dengan bilahan kayu atau jerami. Setelah itu, mereka mengisikan es atau salju ke dalamnya, lalu menutupnya lagi dengan jerami. Barulah mereka meletakkan makanan, kemudian menutupnya dengan rapat.Dengan cara ini, bahan makanan jadi lebih awet.


Penyimpanan makanan dengan cara ini biasanya dilakukan orang zaman dulu ketika musim dingin tiba. Ya, di musim salju kan sama sekali tak ada buah-buahan dan sayuran yang dapat mereka makan. Soalnya, kehidupan ketika itu benar-benar bergantung pada alam. Nah, berkat kulkas tradisional itu, makanan jadi awet dan penduduk tidak kekurangan makanan.

Karena menginginkan cara yang lebih praktis, di awal abad ke-18, orang-orang pintar di Inggris mulai memikirkan membuat lemari pendingin. Mereka merancang lemari es sedemikian rupa, dengan bentuk yang sama sekali tidak sedap dipandang. Ukurannya besaaaaar..., mungkin selebar pintu rumah. Terbuat dari besi kusam dan.... uh, berat banget. Pintunya terbuat dari besi, juga tebal, dan berat.

5 Kota Dunia Ini Akan Tenggelam

Ancaman banjir, penurunan tanah (land subsidence) serta naiknya air laut jadi ancaman bebarapa kota besar dunia. Bukan tak mungkin bila dalam 20 hingga 80 tahun ke depan ada kota yang akan lenyap dari peta bumi. Simak 5 kota dunia yang terancam tenggelam berikut ini.

1. Bangkok


Pada tahun 2100, Bangkok diprediksi akan menjadi Atlantis kedua. Ibukota Thailand tersebut tenggelam disebabkan beberapa faktor, antara lain perubahan iklim karena efek rumah kaca, naiknya permukaan air laut, erosi pantai, dan pergeseran tanah.

Prediksi tersebut dikemukakan oleh kepala Pusat Peringatan Bencana Nasional Thailand Smith Dharmasaroja. Oleh sejumlah pihak, prediksi Smith ditanggapi serius. Sebelumnya dia sudah meramalkan adanya Tsunami di sekitar Samudera Hindia pada tahun 2004.

Selain itu, letak kota yang berada 1,5 meter di bawah permukaan laut menyebabkan Bangkok selalu mengalami banjir setiap tahun.

2. Ho Chi Minh City


Salah satu kota di Asia Tenggara yang terancam tenggelam adalah Ho Chi Minh City. Setiap tahun, ketinggian banjir meninggi setinggi 2 sentimeter.

3. Shanghai


Struktur tanah yang semula daerah rawa yang kemudian dipenuhi oleh bangunan pencakar langit, menyebabkan permukaan tanah Shanghai menurun setengah inchi setiap tahunnya.

Kebutuhan akan bangunan pencakar langit tersebut meupakan imbas dari melonjaknya populasi penduduk Shanghai. Pada tahun 2001, penduduk kota yang berada di muara Sungai Yangze ini berjumlah 20 juta orang.

4. Mumbai


Pada tahun 2008, Kelompok aktivis Greenpeace memperkirakan, pada tahun 2100, kota Mumbai akan tenggelam oleh air laut. Naiknya air laut hingga 5 meter disebabkan oleh mencairnya es kutub.

Dalam laporan yang berjudul ‘Iklim Migran di Asia Selatan’ Greenpeace mencairnya es kutub disebabkan oleh meningkatnya suhu bumi hingga 4-5 derajat karena pemanasan global.

5. Jakarta

Selain letak geografis yang berada di bawah permukaan air laut, kebutuhan akan air tanah yang tinggi ditengarai menjadi salah satu penyebab tenggelamnya daratan Jakarta. Populasi penduduk yang terus meningkat menjadi alasan utama kebutuhan akan air tanah. Dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, diperkirakan jumlah penduduk di Ibukota meningkat hingga 40 juta jiwa.

Pakar hidrologi asal Belanda, JanJaap Brinkman menjelaskan, jika proses penyedotan air yang terus-menerus dilakukan tidak segera dihentikan, di akhir abad, Jakarta akan tenggelam.

“Jika ekstraksi (penyedotan) air tanah tidak segera dihentikan, di penghujung abad, Jakarta akan tenggelam dengan kedalaman lima hingga enam meter,” jelasnya seperti dikutip theatlanticcities.com.

6 Penyakit yang Timbul Akibat Terlalu Banyak Tidur

Tidak sedikit orang di dunia ini yang memiliki hobi tidur. Tidur memang sebuah aktivitas yang mengasyikan, apalagi jika sudah ditunjang dengan aktivitas fisik. Namun, tahukah anda terlalu banyak tidur bisa mengakibatkan beberapa penyakit. Berikut serupedia merangkumnya dalam 6 penyakit yang timbul akibat terlalu banyak tidur.

1. Penyakit jantung

Penelitian yang dilakukan oleh The Nurses Health Study pada 72.000 wanita menemukan bahwa wanita yang tidur sembilan sampai 11 jam dalam sehari memiliki risiko 38 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Meski begitu, peneliti belum menemukan alasan pasti mengenai keterkaitan penyakit jantung dengan terlalu lama tidur.

2. Depresi

Depresi seringkali dikaitkan pada orang yang terkena insomnia. Namun sekitar 15 persen orang yang mengalami depresi dilaporkan terlalu banyak tidur. Hal ini kemungkinan besar bisa membuat depresi mereka semakin parah. Tidur teratur dan pada jam yang sama sangat dibutuhkan oleh pasien depresi.

3. Sakit punggung

Konon, ketika seseorang sakit punggung dokter akan menyuruh mereka tidur. Namun kini hal tersebut sudah tak berlaku. Saat ini dokter malah menyuruh pasien untuk melakukan beberapa kegiatan ringan untuk melawan rasa sakit pada punggung, serta menyuruh pasien mengurangi tidur.

4. Sakit kepala

Bagi beberapa orang yang muda terkena sakit kepala, tidur lebih lama dari biasanya, misalkan ketika liburan atau dalam perjalanan bisa menyebabkan sakit kepala. Peneliti percaya bahwa terlalu banyak tidur berimbas pada neurotransmitter pada otak, termasuk serotonin. Orang yang terlalu banyak tidur di siang hari dan menyebabkan mereka susah tidur di malam hari juga seringkali mengalami sakit kepala di pagi hari.

5. Obesitas

Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit bisa menyebabkan seseorang menambah berat badan. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang tidur sembilan hingga 10 jam setiap malam memiliki risiko obesitas 21 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang tidur antara tujuh sampai delapan jam setiap malam. Jumlah olahraga dan jenis makanan yang dikonsumsi bahkan tak mempengaruhi risiko tersebut.

6. Diabetes

Diabetes yang berkaitan dengan tingkat gula darah ternyata tak hanya dipengaruhi oleh makanan. Kebiasaan seperti terlalu banyak tidur atau kurang tidur di malam hari juga berkaitan dengan penyakit ini. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak tidur di malam hari atau kurang tidur mampu meningkatkan risiko diabetes.

Ciuman Bukan Sekadar Pemicu Gairah

Ciuman, tergantung di mana Anda memberikannya, bisa memberikan beberapa makna. Ciuman pada pipi dan kening bisa menunjukkan rasa sayang. Sedangkan ciuman pada bibir, leher, atau belakang telinga, bisa menunjukkan gairah seksual. Oleh sebab itu, ciuman di bagian ini biasanya dilakukan sebagai foreplay atau "makanan pembuka" untuk sesi bercinta.

Namun ciuman jenis apa pun sebenarnya bisa membuat Anda dan pasangan lebih sehat secara fisik dan mental. Ingin tahu buktinya?

1. Meningkatkan imunitas

Studi yang dilaporkan dalam Journal Medical Hypotheses mengungkapkan bahwa berciuman bisa meningkatkan kekebalan tubuh perempuan dari berkembangnya Cytomegalovirus selama kehamilan. Serangan virus ini bisa menyebabkan kebutaan pada bayi dan cacat lahir. Apa penyebabnya?

Ketika berciuman, Anda dan pasangan akan menjadi lebih bergairah. Gairah ini akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh Anda dan memperkecil peluang sakit. Dr Colin Hendrie, salah satu peneliti dari University of Leeds, mengungkapkan bahwa ciuman bisa membantu memberi perlindungan terbaik pada perempuan selama enam bulan dari serangan virus ini.

2. Membakar kalori

Berdasarkan beberapa studi yang pernah dilakukan, berciuman bisa membantu membakar kalori tubuh antara 2-6 kalori per menit. Nah, kalau Anda berciuman selama 10 menit nonstop, setidaknya Anda sudah membakar 20-60 kalori. Lumayan kan? Anda tinggal menambahkan aktivitas fisik lainnya untuk meningkatkan pembakaran kalori sampai 100 kalori.

3. Mengencangkan otot wajah

Seiring bertambahnya usia, kulit wajah pasti akan mengalami penurunan elastisitas. Ini akan membuat kulit wajah jadi kendur. Nah, ciuman ternyata bisa menjadi olahraga wajah yang efektif untuk mengatasi hal ini. Para peneliti mengungkapkan bahwa saat berciuman, 30 otot wajah akan bergerak. Hasilnya, aktivitas tersebut akan membantu membuat pipi Anda terlihat lebih kencang.

4. Membuat tubuh rileks

Anda pasti sudah tahu bahwa hormon oksitosin atau hormon "cinta" berperan untuk membuat tubuh lebih rileks, nyaman, dan merasa dicintai. Selain berpelukan, berciuman juga akan meningkatkan produksi hormon ini di dalam tubuh.

Ciuman juga akan meningkatkan produksi hormon endorfin yang berperan untuk membuat Anda merasa senang. Beberapa tipe ciuman yang memungkinkan Anda bertukar air liur akan meningkatkan kadar dopamin pada tubuh yang membantu meningkatkan rasa keterikatan pada pasangan.

5. Memilih pasangan terbaik

Bagian korteks pada otak memiliki sensor yang baik di bagian bibir, pipi, lidah, dan hidung. Pada 12 saraf kranial ini, lima di antaranya dipengaruhi oleh mulut.

"Saat berciuman, ada mekanisme dalam otak untuk menilai kesehatan, status reproduksi, dan keserasian genetik pada pasangan. Oleh karena itu, apa yang terjadi saat ciuman bisa membantu Anda mengenali karakter pasangan Anda," ungkap Gordon G. Gallup, profesor bidang psikologi dari State University of New York di Albania.

6. Menjaga kesehatan gigi

Menurut Dental Health Magazine, berciuman bisa meningkatkan produksi air liur. Air liur ini akan membantu Anda menjaga kesehatan mulut, gigi, dan gusi dengan cara menyingkirkan partikel makanan di gigi, merangsang kekebalan tubuh, dan membantu memerangi infeksi.