Tampilkan postingan dengan label Motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

Honda: Penjualan Beat Naik 44 Persen


Penjualan skuter matik Honda pada kuartal pertama tahun ini melonjak drastis jika dibandingkan dengan penjualan periode serupa tahun lalu.

General Manager Corporate Secretary Astra, Honda Motor, Kristanto, Rabu 24 April 2013, menyatakan bahwa Beat termasuk salah satu produknya di kelas skuter matik yang paling progresif peningkatan penjualannya.

"Pada kuartal ini Beat naik 44,3 persen jika dibandingkan dengan periode Januari Maret 2013," ujar Kristanto dalam acara kunjungan pabrik Honda, Cikarang, Jawa Barat.

Angka penjualan Beat, menurut Kristanto, naik dari 314.263 unit pada kuartal pertama 2012 menjadi 453.623 unit pada tahun 2013.

Penjualan Honda Beat, Kristanto melanjutkan, rata-rata pada tiap bulan bisa mencapai 150 ribu unit. Penjualan skuter otomatis ini memang menjadi penyumbang kas paling besar bagi Honda di Indonesia.

"Kontribusi Beat 52,08 persen terhadap semua penjualan motor matik. Jika dibandingkan dengan penjualan motor Honda, Beat menyumbang 37,5 persen dari penjualan," kata Kristanto.

Di bawah Beat, Kristanto melanjutkan, penjualan terbesar kedua masih dipegang oleh Vario. Produk ini menyumbang 39,8 persen penjualan motor matik dan 28,7 persen penjualan sepeda motor Honda secara keseluruhan.

Kristanto menambahkan, Honda akan menggandeng girlband Cherrybelle untuk mempromosikan motor Beat. Pilihan terhadap Cherrybelle ini karena Beat mengincar segmen pasar anak muda. "Nanti kami akan adakan konser di 33 provinsi sebagai bagian dari promosi Honda Beat bersama Cherrybelle dalam waktu 30 hari," kata Kristanto.

Senin, 22 April 2013

Parkir Unik Anti Maling untuk Sepeda Motor


Mencari tempat parkir untuk sepeda motor di pusat keramaian seperti tempat perbelanjaan atau kantor bukan perkara murah.

Tingginya populasi kendaraan bermotor tidak lagi sebanding dengan lahan parkir yang disediakan. Alhasil, banyak dari mereka menghabiskan waktu cukup banyak untuk mendapatkan parkir.

Tapi, kini telah ditemukan sebuah konsep cukup menarik untuk parkir sepeda motor. Konsep tempat parkir ini diberi nama Moto Parking, yang dapat diterapkan di hampir sudut kota.

Dilansir Autoevolution, Rabu 17 April 2013, Moto Parking tidak membutuhkan lahan yang luas, karena bisa memanfaatkan ruang kosong di sudut-sudut pusat keramaian. Biar aman dari maling, setiap motor yang terparkir akan disediakan sebuah rantai untuk mengunci ban depan motor.

Menariknya lagi, tersedia sebuah boks berukuran 245 sampai 85 liter untuk menyimpan barang-barang bawaan pengendara. Boks ini mampu menyimpan helm, sepatu, jaket, bahkan keranjang belanjaan.

Satu lagi yang membuat tempat parkir ini menarik adalah boksnya bisa menjadi tempat perusahaan beriklan produknya. Tentu ini dapat lebih menguntungkan pengelola guna menekan operasional biaya parkir.

KTM Siapkan Model Full Fairing untuk Duke


Dikenal dengan motor telanjang atau nakedbike ternyata membuat produsen motor asal Austria, KTM mencoba peruntungan baru dengan menghadirkan motor sport full fairing.

Dilansir Autoevolution, Kamis 18 April 2013, menurut CEO KTM, Stefan Pierer motor terbaru KTM yang tampilan full fairing akan menggunakan platform sama dengan KTM Duke.

Rencananya, motor KTM full fairing yang akan diproduksi hanya diubah nama bagian depan, menjadi RC 390 pada awal 2014, disusul RC125 dan RC 200.

Dengan menggunakan full fairing, motor-motor ini akan tampil lebih sporty sehingga mirip dengan motor diajang balap Grand Prix Moto3.

"KTM mencoba menawarkan model secara lengkap yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, sehingga mereka tak lagi akan beralasan tidak membeli KTM," kata Pierer.

Pierer menambahkan, saat ini penjualan motor KTM memiliki tingkat pertumbuhan lebih dari 500 persen di Asia dan di Amerika Selatan. Kehadiran KTM full fairing diharapkan bisa mendorong lagi penjualan di pasar global

Sebelum dijual secara massal, semua model KTM full fairing akan lebih dahulu diperkenalkan di ajang pameran otomotif EICMA, di Milan, Italia, November 2013.

Motor Yamaha dan Honda yang Gagal di Pasar RI


Nama besar Yamaha dan Honda sudah tidak diragukan lagi di pasar motor Tanah Air. Produk keduanya selalu mendominasi pasar, mulai tipe matik, bebek, hingga sport.

Namun, tidak semua model baru yang mereka lempar ke pasar meraih respons positif. Kesalahan mengambil strategi justru membuat produk itu sepi peminat, dan berakhir pada keputusan menghentikan produksinya.

Dimulai dari kegagalan Yamaha meluncurkan bebek matik (Lexam). Motor yang hadir 2011 itu terus menghuni dasar klasemen penjualan motor nasional. Penjualannya terus menurun, bahkan tidak laku sama sekali. Itu terjadi pada Februari dan Maret tahun lalu.

Melihat kondisi itu, Eko Prabowo, General Manager Marketing Communication and Community Development Yamaha Indonesia kepada VIVAnews, Rabu 17 April 2013, mengatakan, Yamaha Indonesia memutuskan untuk menghentikan sementara produksi Lexam. "Sementara kami stop. Karena pemintaan sudah tidak ada lagi," kata Eko.

Eko menambahkan, Yamaha akan kembali memproduksi Lexam jika ada permintaan lagi dari pasar. "Jadi, dihentikan sampai batas waktu yang tidak ditentukan," ujarnya.

Yamaha sedang menyelidiki penyebab dari tidak lakunya Lexam di pasaran. "Masyarakat tahunya kalau matik itu bentuknya skuter bukan bebek. Mungkin itu yang membuat mereka bingung, pasti akan kami cari tahu lagi," kata Eko.

Hal serupa juga dilakukan Honda. Kegagalan pun dirasakan mereka pada motor bebek matik (Revo AT). Produsen berlambang sayap itu ikut memutuskan menghentikan sementara produksi Revo AT.

"Pada tiga bulan pertama 2013, kami memang tidak mendistribusikan ke pasar. Karena permintaan sudah tidak ada, sedangkan stock masih cukup banyak," kata Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran Astra Honda Motor.

Untuk memutuskan apakah benar-benar menghentikan produksi Revo AT secara permanen, Honda saat ini masih melihat perkembangan ke depan. Diketahui, Revo AT hanya mencatat rata-rata penjualan 426 unit per bulan pada 2011.

Model lain dari Honda yang juga kurang mendapatkan respons positif adalah tipe sport (CS1). Wakil Direktur Eksekutif Astra Honda Motor, Johannes Loman, mengakui, penjualan CS1 tidak terlalu meningkat, sehingga perusahaan mempertimbangkan untuk menghentikan produksi motor tersebut.

"Kalau permintaan CS1 tidak ada lagi, ya kami akan stop. Sekarang masih pantau terus, kalau penjualan bisa digenjot, kami akan pertimbangkan. Tapi, kalau tidak, ya dihentikan," kata Loman.

Untuk penjualan selama 2012, Honda CS1 hanya terserap pasar sebanyak 4.207 unit. Sementara itu, pada Januari 2013 hanya terlego enam unit.